Headlines News :
purbalingga

Kabar Paling Anyar

Purbalingga Bertekad Berantas Virus HIV/AIDS

Written By Kabare Braling on Friday, September 30, 2016 | 1:13 PM

PURBALINGGA – Penyelenggaraan kegiatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Purbalingga hingga saat ini masih terkendala belum adanya peraturan daerah (Perda) yang dapat dijadikan payung hukum bagi optimalisasi pencegahan dan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome atau HIV/AIDS. Dalam Perda tersebut nantinya dapat mengatur tindakan dan sanksi bagi orang yang berpotensi menyebarkan HIV/AIDS.

Di Jawa Tengah baru ada 16 kabupaten/kota yang sudah memiliki Perda HIV/AIDS. Di wilayah eks-karesidenan Banyumas tinggal Purbalingga saja yang belum memiliki Perda tersebut,” ujar Kepala Sekretariat KPA Purbalingga Heny Ruslanto saat Rapat Koordinasi KPA Purbalingga di Operation Room Graha Adiguna, Kamis (29/9).

Heny Ruslanto berharap Pemkab melalui Bagian Hukum dan HAM Setda dapat segera merancang Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan segera dikomunikasikan dengan pihak legislatif untuk dibahas bersama.

Selama ini, lanjut Heny, dari lima program KPA, pihaknya baru bisa melakukan tindakan pencegahan dengan kegiatan sosialisasi kepada berbagai stakeholder, pelayanan Voluntary Counseling Test (VCT), dan melakukan CST atau Care, Support dan Treatment.

Kami belum bisa melakukan mitigasi berupa pemberian pelatihan ketrampilan dan bantuan modal usaha bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Karena kebanyakan ODHA masih tertutup. Mereka belum mau terbuka sehingga sangat kesulitan melakukan pendataan by name by adressnya,” katanya.

Selain itu belum adanya Perda menjadikan penegakan hukum terkait HIV/AIDS juga belum dapat dilakukan. Padahal, lanjut Heny penyebaran penularan HIV/AIDS di kabupaten Purbalingga semakin tahun terus meningkat. Kalau pada 2010 baru ada 2 kasus HIV/AIDS, hingga September 2016 jumlahnya meningkat hingga mencapai total 162 kasus.

Khusus di tahun 2016 ini hingga September terdapat 48 kasus HIV/AIDS,” jelasnya.

Menanggapi belum adanya Perda terkait Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi memandang perlu menjadi pemikiran bersama agar segera ada payung hukum bagi KPA. Diaukui Wabup, tidak adanya payung hukum menjadikan gerak KPA dilapangan menjadi terhambat.

Saya akan inisiasi ini agar rancangan perda dapat segera diusulkan kepada DPRD,” katanya.

Sebagai salah satu terobosan, Wabup Tiwi meminta KPA dapat membuat hotline khusus yang dapat dijadikan saluran komunikasi bagi masyarakat terutama bagi orang beresiko HIV/AIDS yang ingin secara sukarela memeriksakan dirinya.

Terkait kurang maksimalnya pola asuh anak, KPA dapat juga memprogramkan kegiatan parenting. Selain memberikan sosialisasi HIV/AIDS juga dapat memberikan edukasi kepada orang tua tentang pola asuh anak yang baik,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Wabup juga meminta para Camat dapat berkolaborasi dengan KPA untuk bersama-sama melakukan pembentukan lembaga Warga Peduli AIDS (WPA) dan LSM Peduli AIDS.

Para Camat saya minta dapat mendorong dan memfasilitasi pembentukan komunitas WPA di setiap desa yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa,” katanya.

Ketua I KPA dr. Nonot Mulyono mengajak semua anggota KPA dan stakeholder untuk berupaya mati-matian agar penyebaran HIV/AIDS di kabupaten Purbalingga tidak semakin membabi buta. Dia mengingatkan kembali fungsi KPA yang meliputi tiga hal yakni mengobati, mencegah penyebaran dan melakukan sosialisasi kepad masyarakat untuk lebih paham bahayanya HIV/AIDS.


(Kabare Bralink/Humas) 

Bupati Minta Camat Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi

Written By Kabare Braling on Thursday, September 29, 2016 | 1:01 PM

Purbalingga – Bupati Purbalingga Tasdi meminta para Camat yang memiliki wilayah lahan pertanian untuk menggerakan para petani melakukan gerakan percepatan penanaman padi. Dalam sepekan ini, Bupati telah melaksanakan gerakan percepatan di dua kecamatan yakni Kecamatan Padamara dan Bukateja.

“Semua Camat yang memiliki lahan pertanian tolong segera berkordinasi dengan Danramil untuk mengadakan hal yang sama (percepatan tanam padi-red). Jadi tidak hanya saya, Pak Dandim, tidak hanya Bukateja dan Padamara saja, tapi semua bergerak mengadakan acara-acara percepatan penanaman padi 2016,” kata Bupati Tasdi usai melakukan penanaman padi serentak dan penyerahan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani di Dukuh Karangpinggir Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Rabu (28/9).

Menurut Bupati, percepatan masa tanam dimaksudkan untuk meningkatkan produksi padi kabupaten Purbalingga sehingga mampu kembali menjadi kabupaten surplus beras. Pada 2015 lalu, lanjut Bupati, Kabupaten Purbalingga surplus beras sebanyak 63.000 ton. Jadi untuk tahun 2016 ini, produksi padi kabupaten Purbalingga harus lebih dari surplus tahun lalu.

Selain itu, untuk mengamankan ketahanan pangan nasional kabupaten Purbalingga juga ditarget ikut menyokong produksi padi sebanyak 252.192 ton. “Kalau taget kita surplus 70.000 ton, ditambah target produksi padi nasional sebanyak 252.192 ton maka produksi padi Purbalingga tahun 2016 harus mencapai lebih dari 300 ribu ton,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Bupati mendorong agar para petani melakukan intensifikasi budi daya pertanian khususnya tanaman padi


Selain melakukan gerakan percepatan penanaman padi, bupati juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian secara simbolis kepada para petani, yaitu, mini combine harvester (alat panen), rice transplanter (alat tanam), traktor dan cultivator. (Humas/KB)

Demi Mendorong Stok Beras Dari Petani, Pemkab Revisi Perda Puspahastama

PURBALINGGA – Permasalahan klasik petani di setiap musim panen, yaitu anjloknya harga gabah. Untuk itu, hal itu harus ada solusi dan cara mengatasi masalahnya. Hal tersebut disampaikan pada saat merancang revisi Peraturan Daerah Perusahaan Daerah Puspahastama.

Hal tersebut disampaikan petani Desa Gemuruh saat Bupati Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi beserta Komandan Kodim 0702 Purbalingga Dedi Safrudin berrsama jajaran pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait saat acara panen raya dan tanam padi serta pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Selasa (27/9).


Dalam permintaanya, petani meminta agar Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk membuat terobosan agar dapat mengatasi anjloknya harga jual gabah yang terjadi setiap musim panen raya.

Terobosan solusi tersebut dinilai mendesak untuk melindungi petani dari kerugian,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gemuruh Kecamatan Padamara Ismanto.

Ismanto menambahkan, selama ini petani di desa Gemuruh lebih memilih menjual gabahnya kepada tengkulak daripada menjualke Bulog. Ismanto menjelaskan, menjual gabah ke tengkulak dinilai lebih mudah sebab gabah dapat dijual langsung setelah panen tanpa dikeringkan terlebih dahulu.

Menjual gabah ke Bulog itu ribet karena gabah yang dijual ke Bulog harus gabah kering giling, diukur kadar air dan diperhatikan kualitas gabah. Sekarang harga gabah yang dijualke tengkulak sekitar Rp 3.600 per kilogram,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Purbalingga Tasdi menjelaskan, dirinya bersama Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi terus berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan salah satunya dengan mengevaluasi seluruh Perusahaan Daerah di Kabupaten Purbalingga, termasuk PD Puspahastama yang memiliki fungsi diantaranya menampung serta menyerap hasil-hasil pertanian utama.

Saat ini kami sedang merancang revisi perda Puspahastama salah satunya kedepan didorong agar menyetok beras dengan membeli padi kepada kelompok tani di Purbalingga,” jelasnya.

(Kabare Bralink/Humas)

Potensi Wisata Saat ini Menjadi Sesuatu yang Diunggulkan

PURBALINGGA – Potensi unggulan Kabupaten Purbalingga yang meliputi pertanian, manufaktur, kerajinan , makanan olahan serta perdagangan juga jasa, ketenagakerjaan dan pariwisata.

Namun tidak kalah menarik adalah potensi unggulan di bidang pariwisata yang ada di Purbalingga,” ujar Asisten Administrasi Sekda Purbalingga, Gunarto, di hadapan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur di Ruang Rapat Bupati, Rabu (28/9).

Menurut Gunarto, potensi pariwisata ataupun sektor pariwisata sangat penting dalam pengembangan perekonomian daerah. Sektor tersebut juga dapat dijadikan sumber pendapatan daerah yang potensial.

Di Purbalingga, pariwisata tumbuh dari upaya memanfaatkan potensi alam maupun dengan membuat objek wisata buatan yang memiliki kekhasan dan keunggulan suatu daerah, salah satu objek wisata buatan adalah Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong),” tuturnya.

Objek wisata lainnya, sambung Gunarto, adalah Purbasari Pancuran Mas, Taman Reptil, Museum Uang dan lain-lain. Menurutnya, pendapatan dari sektor tersebut memberikan kontribusi cukup besar bagi Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Purbalingga.

Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purbalingga Umar Fauzi menuturkan, bahwa kinerja urusan pariwisata dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya yakni pada program pengembangan destinasi pariwisata yang terdiri empat indikator. Indikator tersebut diantaranya jumlah objek wisata, wahana baru pada objek wisata serta jumlah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) atau pemandu wisata dan jumlah penyerapan tenaga kerja pada sektor tersebut.

Dan pada program pengembangan promosi pariwisata terdapat indikator nilai tambah pada sektor-sektor pendukung pariwisata,” jelasnya.

Nilai tambah sektor-sektor pendukung pariwisata sambung Umar, adalah pada sektor Produk domestik regional bruto (PDRB) hotel dan restoran, PDRB sektor transportasi, jumlah kunjungan wisatawan dan rata-rata tingkat hunian hotel serta rata-rata lama tinggal wisatawan juga jumlah pendapatan asli daerah (PAD) tingkat pariwisata.


(Kabare Bralink/Wisata)

Pemkab Grobogan, Study Banding Pariwisata ke Purbalingga

PURBALINGGA – Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Grobogan melakukan study banding tentang pembangunan pariwisata dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ke Purbalingga. Rombongan yang dipimpin Staf ahli Bidang Kemasyarakatan & Sumberdaya Manusia, Drs Padmo, MH, diterima Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Drs. Subeno, SE, M.Si dan Kabid Pariwisata, Ir, Prayitno, M.Si, di aula kantor setempat, Selasa (27/9).

Selain Padmo yang juga Plh Kepala Dinporabudpar Grobogan, rombongan juga diikuti staf ahli bidang pemerintahan, Drs. Bambang Panji AB, Kabid Pariwisata Drs Ngadiono, unsur Bagian Hukum Setda, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan sejumlah staf lainnya.

Subeno mengatakan, Pemkab Purbalingga terus mendorong pembangunan pariwisata, baik yang dikelola pemkab sendiri, dikelola swasta, dan dikelola desa berupa desa wisata. Sektor pariwisata telah terbukti mampu menggerakan perekonomian daerah dan juga ekonomi kemasyarakatan.

Seiring dengan pembenahan berbagai destinasi wisata, dan penambahan wahana di beberapa daya tarik wisata, serta pengembangan desa-desa wisata, kunjungan wisata ke Purbalingga terus mengalami trend kenaikan. Pada tahun 2014 kunjungan wisatawan hanya sekitar 1,3 juta , sementara pada tahun 2015 mampu mencapai 1,8 juta wisatawan. Tahun 2016 ini, kami mentargetkan paling tidak ada 2 juta kunjungan wisatawan ke Purbalingga,” kata Subeno.

Subeno juga mengatakan, sejumlah daya tarik wisata yang saat ini dikelola oleh Dinbudparpora, direncanakan pada tahun 2017 akan dikelola oleh sebuah perumda (perusahaan umum daerah) Purbawisatatama. Perumda ini merupakan holding pariwisata dan akan membawa beberapa unit usaha, seperti waterpark, sanggaluripark, usaman Janatin citipark, Goa Lawa, campingground dan arena outbond Munjuluhur, pendakian gunung Slamet dan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman.

Diharapkan dengan pendirian holding ini akan meningkatkan omset perusahaan dan pendapatan ke daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Subeno.

Sementara itu, Padmo mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Purbalingga untuk tujuan studi komparasi karena dinilai pengembangan pariwisatanya begitu pesat. Pemkab Purbalingga sangat intens dan komitmen untuk terus memacu sektor pariwisata. Pembenahan dan perijinan usaha pariwisata juga sudah dilakukan.

Purbalingga sudah memiliki Perda rencana pembangunan kepariwisataan untuk 10 tahun mendatang, juga memiliki Perda Tanda Daftar Usaha Pariwisata, makanya kami memilih untuk belajar ke Purbalingga. Beberapa referensi yang disampaikan kepada kami memilih untuk datang ke Purbalingga. Dan kami juga sudah mencoba menikmati cottage dan waterpark Owabong,” ujarnya.


(Kabare Bralink/Wisata)

Bupati Apresasi Kegiatan Pengajian dan Bhakti Sosial

PURBALINGGA – Pengajian umum dan bhakti sosial yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) agama Islam kabupaten Purbalingga rupanya mendapat perhatian khusus dari Bupati Purbalingga Tasdi. Saat menghadiri acara pengajian umu m dan bhakti sosial di Desa Purbasari Kecamatan Karangjambu, Bupati berjanji akan menjadikan kegiatan itu gemanya lebih besar lagi hingga seluruh desa di wilayah kabupaten Purbalingga.

Kami mengapresiasi pengajian dan bhakti sosial yang bersinergi dengan Basnas Purbalingga dan sejumlah pihak lainnya. Kedepan kita lakukan komunikasi antara Pemda, Basnas, Kemenag dan para kyai supaya acara ini lebih besar lagi tidak hanya di tingkat kecamatan namun dapat menggema di seluruh desa di kabupaten Purbalingga,” katanya di komplek Masjid Baitul Muslimin Desa Purbasari, Karangjambu, Rabu (28/9).

Menurut Bupati kegiatan yang dilakukan Pokjaluh merupakan kegiatan yang sangat positif sebagai salah satu pendukung program pemerintah utamanya dalam rangka membangun masyarakat yang ahlakul karimah sekaligus mengentaskan kemiskinan di kabupaten Purbalingga.

Ketua Pokjaluh kabupaten Purbalingga Khikam Azis menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan dimaksudkan untuk mendukung tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) penyuluh agama islam dengan mengkolaborasikan siraman rohani dan siraman jasmani atau materi.

Hampir seluruh kecamatan sudah kita laksanakan (Pengajian dan bhakti sosial-red). Untuk kerjasama dengan Baznas Purbalingga kami mengadakan lima kegiatan. Terakhir akan dilaksanakan di Kecamatan Karanganyar pada Desember mendatang,” jelasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Purbalingga Imam Subijakto menuturkan pada kegiatan tersebut Baznas Purbalingga menyalurkan zakat infak sodakoh (ZIS) sejumlah Rp 53,7 juta. Dana tersebut diwujudkan untuk bantuan sosial berupa seratus paket sembako sejumlah Rp 10 juta, bantuan remahtilani sebanyak sepuluh rumah Rp 35 juta, beasiswa enam siswa SMP Rp 3,24 juta, beasiswa satu siswa SMA Rp 780 ribu, lima zakat produktif untuk pengusaha kecil Rp 2,25 juta, 20 mushaf Alquran dan seratus Juz Amma Rp 2 juta.

Totalnya Rp 53,77 juta,” jelasnya.

Kegiatan dilaksanakan oleh panitia yang terbentuk dari hasil kolaborasi antara Kelompok Kerja Penyuluh(Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Forum Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Karangjambu dan Muslimat – Fatayat NU Ranting Desa Purbasari, menghadirkan juru dakwah Pengasuh Ponpes Darul Ishlah Desa Sokawera, Padamara, Kiai Roghib Abdurrahman.

Disampaikan Kyai Roghib, ukuran jauh dekat manusia dengan Sang Pencipta adalah pada pengabdian yaitu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Mengikuti perintahnya dalam rukun Islam salah satunya dengan berzakat.

Dengan berzakat, berarti manusia tengah melakukan pendekatan diri kepada penciptanya. Zakat menjadi sarana tolok ukur seberapa inginkah manusia dekat degan Allah. Zakat juga menjadi ibadah yang bersifat horizontal yang meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia,” katanya.


(Kabare Bralink/Humas)

Purbalingga Mengalami Surplus Beras dari Petani Lokal

Written By Kabare Braling on Wednesday, September 28, 2016 | 7:44 AM

PURBALINGGA – Meningkatnya produksi atau suplus komoditas padi atau beras tak lepas dari kerja keras semua pemangku kepentingan, termasuk para petani, kelompok tani (klomtan) para penyuluh serta dinas terkait dan peran dari pemerintah daerah.

Di Kabupaten Purbalingga yang pada tahun 2014 sempat mengalami penurunan surplus beras yaitu kurang lebih 23 ribu ton, namun pada tahun 2015 meningkat menjadi 63 ribu ton.

Walaupun surplus beras di Purbalingga sempat turun pada tahun 2014 hanya 23 ribu ton, namun pada 2015 alhamdulillah Purbalingga kembali mengalami surplus padi pada 2015 yaitu meningkat mencapai 63 ribu ton beras,” jelas Bupati Purbalingga saat acara Temu Lapang Petani Dalam Rangka Percepatan Luas Tanam Padi Kabupaten Purbalingga di Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Selasa (27/9)

Hal tersebut, tentunya menjadi prestasi serta kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, dinas terkait, unsur TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0702 Purbalingga,Komando Rayon Militer (Koramil) yang terpenting adalah pihak Badan Penyuluh Pertanian (BPK) beserta penyuluhnya juga semua petani.

Tentunya ini menjadi prestasi serta kerjasama yang baik antara pemda, dinas dari Kodim, para Danramil serta yang terpenting adalah pihak BPK beserta penyuluhnnya juga semua petani yang sudah saeyeg saeko proyo bagaimana mewujudkan harapan agar Indonesia, agar Jawa Tengah, agar Purbalingga masalah pangannya tidak kekurangan. Alhamdulilah sampai hari ini kondisinya masih surplus,” tuturnya.


Pihaknya bersama Wabup menyampaikan terimaksih atas kerja keras kepada semua pihak yang telah mewujudkan sampai hari ini di Purbalingga ketahanan  pangannya masih kuat dan masih clear. Dan ketahanan pangan tersebut agar dipertahankan serta ditingkatkan diwaktu mendatang. Pihaknya juga berkoitmen bagaimana kedepean dan tahun yang akan datang agar upaya-upaya untuk membangun ketahanan pangan tetap berjalan dan meningkat.

Oleh karena itu dalam hal tersebut menjadi program prioritas Bupati dan Wabup, karena Purbalingga merupakan bagian dari Jawa sehingga hanya bisa melakukan intesifikasi dan tidak dapat melakukan ekstensifikasi karena keterbatasan lahan. Sedangkan untuk melakukan intensifikasi pihaknya akan melakukan bagaimana mengoptimalkan lahan yang sudah ada, dengan berupaay meningkatkan frekuensi tanam serta meningkatkan hasil panen agar semakin meningkat.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Purbalingga Lily Purwati menjelaskan, bahwa sampai dengan bulan Agustus 2016 realisasi luas tanam seluas 40.054 hektar atau 90, 52 persen. Realisasi panen seluas 27.665 hektar atau 67 persen dan realisasi produktivitas 54,54 kwintal per hektar atau 88, 2 persen serta realisasi produksi sebesar 150.887 ton gabah kering kering giling (GKG) atau 59,8 persen.

Sedangkan sasaran luas tanam sebanyak 44.246 hektar dengan sasaran luas panen 40.777 hektar serta produktivitas 61,85 kwintal per hektar serta produksi 252.192 ton GKG,” jelasnya.


(Kabare Bralink/Humas)

Rasa Galaumu Terbunuh Ketika Camping di Puncak Batur

Written By Kabare Braling on Monday, September 26, 2016 | 10:29 AM

PURBALINGGA - Desa Wisata Panusupan memang menyimpan berjuta keindahan untuk dinikmati. Potensi wilayah yang memang anugerah dari Sang Pencipta Alam memberikan pesona tersendiri dengan berbagai keunikan. Hingga saat ini, bisa dijumpai spot-spot yang menarik di Desa Wisata Panusupan. Salah satunya dari Dusun Batur yang unik dan menggoda.

Dengan destinasi Puncak Batur yang ramah terhadap pendaki pemula, di sini menyediakan wisata khusus dengan Susur Sungai Watu Mujur. Yang merupakan Surga tersembunyi dari Purbalingga dengan Black Canyon-nya. Petualangan di sini pun sangat seru dan memacu adrenalin.

Baca juga :

Selain itu, Puncak Batur pun memberikan tempat tersendiri bagi pecinta camping. Menghabiskan malam di alam ditemani dengan kerlip bintang, tentu menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi camping di Puncak Batur bisa memandang keindahan tempat-tempat jauh di bawahnya. Kemilau cahaya menyorot.


Rasanya sangat cocok bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari kedamaian. Menikmati malam di Puncak Batur bisa menghapus rasa kegalauan. Bagaimana tidak? Karena dengan kultur alam yang megah nan sunyi dengan mudah untuk menyusup ke sanubari, kita mudah untuk mendapatkan ketenangan dan menghilangkan semua rasa kerisauan di dalam hati. Rasa syukur pada Yang Maha Kuasa tumbuh alamiah, membuat kita tersadar, betapa kecilnya kita di dunia yang singkat ini. Lalu, untuk apa menghabiskan hidup dengan kegalauan?

Baca juga :

Namun, melakukan camping di Puncak Batur juga memiliki peraturan, seperti halnya yang diungkapkan oleh Rahmat Ramadhan, selaku pengurus Batur Adventure.

Siapa saja boleh camping di sini (Puncak Batur-red), tetapi dilarang melakukan perbuatan asusila, merusak alam, dan buang sampah sembarangan. Puncak ini kan untuk dinikmati bukan untuk dinodai dengan hal-hal buruk,” ungkapnya menjelaskan.

Jadi, buat kamu, kamu, dan siapa saja yang doyan camping plus lagi galau, coba deh, nge-camp di Puncak Batur. Dijamin semua rasa galaumu akan terbunuh.


(Kabare Bralink/Ery)

Berburu Siluet Jingga di Puncak Sendaren

Written By Kabare Braling on Sunday, September 25, 2016 | 1:18 PM

PURBALINGGA - Tempat untuk memanjakan mata dengan sederet keindahan alam itu memang luar biasa. Pesona alam itu sangat mendukung bisa didapatkan dengan mengunjungi destinasi wisata. Tempat yang ngehitz di Purbalingga saat ini kian banyak. Kerennya semua memberikan ciri khas tersendiri. Sehingga ada kesan berbeda dari tempat yang satu dan yang lainnya.

Seperti halnya Desa Panusupan yang memiliki beberapa destinasi. Di mana saja selalu memberikan warna dan ceritanya tersendiri. Bagi pecinta keindahan Sunrise atau matahari terbit, bisa menunggunya di Puncak Sendaren.


Jalan ke puncak yang ada Jembatan Selfie-nya memang butuh tenaga ekstra, terlebih yang tidak biasa tracking. Namun, semua itu terbayar lunas, apalagi kalau mendirikan tenda dan bermalam di puncaknya. Udara dingin itu menjadi teman setia saat malam, jadi perlu persiapan baju hangat dan tebal kalau ke sana.

 Siluet Jingga mulai menampakkan diri


Untuk perlatan tenda, sleeping bed, dan lainnya bisa menyewa di tempat loket.

“Kalau mau nginap di sana, ya mesti persiapan bawa tenda atau doom, sleeping bed, kompor lapangan dan lainnya. Yang gak punya bisa sewa ke pengelola Wisata Puncak Sendaren,” ujar Mas Hiri selaku pengelola Puncak Sendaren.

Mas Hiri juga menjelaskan, akan lebih baiknya kalau melakukan camping di Sendaren melihat keadaan cuaca. Jika cuaca buruk pun takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan tidak bisa melihat keindahan pada saat matahari mulai berani menampakkan diri.




Dan semua itu memang benar. Ketika cuaca cerah, saat pagi kita mampu menyaksikan Siluet Jingga dari Sang Surya. Perlahan tapi pasti. Ditemani udara puncak yang sejuk dengan memandang matahari terbit itu sungguh luar biasa.

Alam ini memang selalu memanjakan kita. Dan mereka akan selalu begitu ketika kita mampu menjaga keseimbangannya, salah satunya, Jangan Buang Sampah Sembarangan. Travelling ke mana pun, sampah wajib dibawa kembali atau buang pada tempat yang telah tersedia. Selain itu, juga dilarang melakukan hal-hal yang melanggar aturan agama, adat istiadat setempat dan lainnya.

So, mau camping? Jaga kesopanan, alam dan lingkungan. Agar kita tetap merasakan keindahannya.

(Kabare Bralink/Ery)

Ini Dia Pemenang Kakang Mbekayu Purbalingga 2016, Selamat kepada Kefas - Silviana

PURBALINGGA – Kefas Caesar Pradata (Bank Jateng Cabang Purbalingga) dan Silviana Dewi Angelika (SMAN 1 Purbalingga)  terpilih juara I  Kakang dan Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2016.  Selain meraih predikat juara I Mbekayu, Silviana juga meraih juara untuk kategori peserta berbakat. Meski diiringi hujan gerimis, malam Grand Final pemilihan Duta Wisata Purbalingga yang berlangsung di alun-alun setempat, Sabtu (24/9) malam berlangsung meriah. Letupan kembang api bak layaknya pesta tahun baru mewarnai penganugerahan para juara.

Sementara untuk juara II dan III Kakang masing-masing diraih Dava Wardana (SMAN 1 Purbalingga) dan Yusripun (SMKN 3 Purbalingga). Sedang juara II dan III Mbekayu masing-masing diraih Ria Ermawati  (Bobotsari) dan Nida Aulia Pradita (Polres Purbalingga).

Panitia yang dimotori Dinas Kebudayaan Pariwisata pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga juga menetapkan sejumlah kejuaraan. Untuk juara Favorit diraih Arman Maulana (SMAN 1 Purbalingga), juara berbakat  Silviana Dewi Angelika, juara Persahabatan Ryan Koesmulyadi (Kecamatan kota), Fotogenik Lucia Maretha Hadsa Dini (perseorangan dari Kecamatan Kalimanah), Inspiratif  Muhamad Aji Nugroho (SLB Purbalingga). Panitia juga memberikan predikat ambasador mancanegara Lorenzo Di Francesc Antonio (Italia), dan  Ericka Carcache (Columbia).
 
Bersama Ericka Carcache (Columbia)
Khusus untuk dua ambasador itu sengaja diikutkan untuk meramaikan pemilihan duta wisata dan sekaligus sebagai upaya promosi wisata Purbalingga di negara asalnya.

“Selama saya mengikuti kegiatan outdoor activity dan mengunjungi sejumlah tempat wisata serta desa wisata, saya sangat bangga dengan Purbalingga. Keindahan alamnya sungguh luar biasa. Saya akan mempromosikan wisata Purbalingga untuk teman-teman dan kerabat saya di Columbia, Amerika,” tutur Erica.
Silviana, Mbekayu Purbalingga 2016

Bupati Purbalingga Tasdi yang membuka acara tersebut menjanjikan bonus uang tunai kepada juara I Kakang Mbekayu jika nantinya mampu meraih juara I di tingkat Provinsi Jateng dan juara I di tingkat nasional.

“Jika mampu meraih juara 1 tingkat Jateng, saya janjikan bonus Rp 10 juta, jika menjadi juara I nasional, saya berikan bonus Rp 20 juta,” janji  Tasdi.

Di bagian lain, Bupati Tasdi mengatakan, Pemkab Purbalingga terus mendorong pembangunan sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan salah satu misinya, khususnya misi kelima yang telah ditetapkan dalam kurun waktu pembangunan tahun 2016 – 2021.


“Kami ingin Purbalingga menjadi destinasi wisata utama di Jateng. Hal ini sangat mungkin jika kita terus bekerja keras mengembangkan sektor pariwisata. Disisi lain, sektor pariwisata juga terbukti mampu menggerakan perekonomian masyarakat, dan pendapatan kepada daerah,” kata Tasdi.

Sementara itu, Kepala Dinbudparpora Purbalingga Drs Subeno, SE, M.Si mengatakan, ajang pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata tahun 2016 ini dikemas dengan nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lokasi malam grand final sengaja dipilih di alun-alun agar masyarakat luas bisa menyaksikan.

“Peserta pemilihan pada tahun ini lumayan banyak, ada 123 orang dan akhirnya terseleksi menjadi 20 orang yang masuk finalis,” kata Subeno.

Para finalis mengikuti serangkaian kegiatan seperti outdoor activity dengan mengunjungi desa wisata dan destinasi wisata lainnya, ajang bakat, dan karantina. Kegiatan selama karantina antara lain pembekalan tentang kebudayaan, kewirausahaan, jurnalistik, penyusunan makalah wisata, fotografi, pembekalan kepariwisataan, cerita tentang Purbalingga,tata rias, materi tata krama dantata busana, psikologi, table manner, publick speaking, dan Ngopi dan dopokan bareng ngermbug wisata balai pertemuan desa wisata Karangbanjar.

“Dalam setiap rangkaian kegiatan ini, juri sudah mulai bisa mengukur kemampuan peserta, baik dari kemampuan bahasa ingrris, penguasaan materi kepariwisataan, dan penampilan diri,” kata Subeno.

Sementara dalam malam Grand Final dimeriahkan penampilan band Fourty Five, pantomin dari siswa SLB, fashion show dari siswa SMKN 1 Bojongsari.

(Kabare Bralink/Wisata)
 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis