Headlines News :
purbalingga

Paling Anyar

Kabar Paling Anyar

Selamat, 184 Kades Sudah Dilantik!

Written By Kabare Bralink on Wednesday, March 13, 2019 | 2:03 PM


PURBALINGGA - 184 Kades hasil Pilkades serentak Desember lalu dilantik oleh Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi). Sumpah jabatan dan pelantikan tersebut dilakukan pada Rabu (13/3) di Alun-Alun Purbalingga yang dihadiri pula Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Purbalingga.

Dalam sambutannya, Tiwi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan terlaksananya Pilkades serentak dengan lancar. Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada panitia pelaksana dan pihak keamanan yang telah mengawal Pilkades serentak. Sukses secara yuridis, partisipatif, teknis dan sosiologis tidak akan tercapai tanpa kerjasama semua pihak yang terlibat.

Terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan Pilkades serentak di Purbalingga ini. Terutama kepada Satpol PP dan Linmas serta panitia pelaksana,” kata Tiwi.

Tiwi berpesan kepada Kades terlantik untuk secepatnya melakukan langkah strategis guna memajukan Desa dan kesejahteraan masyarakatnya. Kades terlantik tersebut diminta cepat merumuskan pemecahan masalah yang ada di Desanya sehingga rencana kerja bisa segera diaplikasikan.

Saya minta kepada para Kades untuk segera menyusun langkah strategis guna memajukan Desa dan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuhnya.

Perencanaan langkah tersebut dituangkan dalam RPJMDes yang harus selaras dengan RPJMD Kabupaten sehingga program kerja akan selaras dengan pemerintahan yang lebih tinggi. Dokumen RPJMDes tersebut menjadi dasar penyususnan rencana kerja pemerintah desa yang pembiayaanya dituangkan dalam APBDes.

Segala bentuk perencanaan di tingkat Desa harus menyelaraskan dengan rencana program kerja Kabupaten agar kerja ke depannya lebih sejalan,” ujar Tiwi.

(Kabare Bralink/Hms)

TP PKK Harus Ikut Berperan untuk Mengajak Masyarakat Taat Bayar Pajak Kendaraan

Ganjar Pranomo, sosialisasikan pembayaran pajak kendaraan bersama Tim Penggerak PKK

PURBALINGGA – Tim Penggerak PKK berperan serta untuk mengajak masyarakat di sekitarnya membayar pajak tepat waktu. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan TP PKK bisa menceritakan kepada masyarakat di sekitarnya manfaat membayar pajak tepat waktu dan mensosialisasikan cara membayar pajak.

Kalau kerjasama antara PKK dengan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD), PKK ini bisa menarik pajak maka ada insentif yang nanti bisa diberikan dan cara ini jauh lebih baik agar masyarakat mau membayar pajak,” kata Ganjar saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Kepatuhan Membayar Pajak Kendaraan Bersama TP PKK di Gedung Sarwa Guna Purbalingga, Selasa (12/3).

Ganjar pun mengambil lima sample peserta terkait dengan kepatuhan peserta dalam membayar pajak. Tiga dari lima sample tersebut ternyata belum membayar pajak bahkan satu diantaranya menunggak sampai dua tahun.

Lima ibu-ibu tadi menjelaskan menurut saya bagus sekali contoh-contoh yang diberikan kenapa mereka tidak bayar pajak tapi sisi yang lain mereka sudah berani untuk jujur, saya juga sangat apresiasi bagi ibu-ibu yang bayar pajak,” ujarnya.

Lain hal, ia menjelaskan bagaimana anggaran pemerintah itu ditata dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, salah satu tujuan dari adanya sosialisai ini yakni bagaimana mencari anggaran dengan baik dan benar salah satunya dari pajak kendaraan bermotor.

Ganjar juga menjelaskan saat ini ada 82.238 unit kendaraan yang menunggak panjak atau senilai Rp 16 Miliar. Padahal uang senilai Rp 16 Miliar ini potensial apabila disalurkan untuk proses pembangunan daerah.

Ini persoalan yang ada dan kita punya tagihan kurang lebih Rp 16 Miliar kalau itu bisa dioptimalkan barangkali pemasukan negara khusus dari pajak kendaraan bermotor saja bisa lebih baik,” kata Ganjar.


Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Purbalingga, Dwi Raharjo Cahyo Buwono mengatakan berdasarkan hasil survey, masyarakat yang tidak membayar pajak karena masalah keuangan. Kemudian, faktor lupa, sibuk dan tempat yang jauh menjadi alasan untuk tidak membayar pajak.

Setelah kami survey yang satu karena masalah keuangan, terus lupa, sibuk dan tempatnya jauh jadi malas untuk bayar pajak,” ujar Dwi.

Bahkan dari beberapa sample yang ditanya oleh Gubernur Jawa Tengah memang faktor tersebut menjadi salah satu alasan untuk tidak membayar pajak. PKK ini organisasi yang sangat penting untuk bisa mengajak masyarakat di sekitarnya bayar pajak tepat waktu.

Jadi seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah kalau TP PKK di Purbalingga ini ikut menagih yang Rp 16 M tadi maka ada insentifnya jadi PKK Desa nantinya punya kegiatan yakni membantu mensosialisasikan dan menarik pajak secara tepat waktu,” pungkasnya.


(Kabare Bralink/Hms)

Per 18 Desember 2018, Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS Kesehatan

Written By Kabare Bralink on Thursday, December 27, 2018 | 4:39 PM

Ilustrasi from www.pixabay.com

PURBALINGGA - Sesuai Perpres No 82 Tahun 2018, Bayi baru lahir waib didaftarkan ke BPJS Kesehatan, yakni harus didaftarkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aturan tersebut mulai berlaku Selasa (18/12/2018) bagi setiap bayi lahir yang orang tuanya mempunyai JKN-KIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga Salohuddin saat berkunjung ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkonimfo) Purbaliangga, Kamis (27/12). Solahuddin mengatakan, bayi yang baru lahir wajib didaftarkan paling lama 28 hari sejak kelahirannya. Dan keberadaan JKN –KIS langsung aktif, tidak menunggu sampai 14 hari.

Apabila terjadi keterlambatan pendaftaran maka preminya akan tetap dihitung sejak bayi tersebut itu lahir. Kepesertaan JKN KIS Bayi menyesuiakan dengan kepesertaan orang tuanya, jika kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) maka kepesertaan bayi juga PBI,” tambahnya.

Jika orang tuanya tidak mempunyai JKN KIS, bayi yang didaftarkan disamakan dengan JKN KIS Mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU). Sehingga proses verifikasi sampai 14 hari kalender. Terkait dengan kepesertaan JKN KIS di Purbalingga, menurut Salohuddin sudah mencapai 83 persen dari jumlah penduduk Purbalingga, sekitar 10 persen merupakan JKN KIS Mandiri.

Solahuddin juga menjelaskan keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan yang dilakukan selama ini. Ada 4 loket untuk melayani masyarkat yakni loket pendaftaran, loket pembaruan data, loket koorporasi dan loket keluhan dan informasi. Bantuan satpam terkait dengan pelayanan kepada masyarakat agar sampai ke meja pendaftaran sudah lengkap sehingga tidak kembali lagi.

Kita kasihan kepada masyarakat sudah ngantri lama cuma dikarenakan kekurangan persyaratan mereka pulang lagi. Satpam bukan sebagai loket pelayanan informasi namun berfungsi membantu masyarakat,” ujarnya

Salohuddin juga mengatakan, masyarakat juga bisa menggunakan pendaftaran secara online yakni dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN di Play Store. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan akses dan pelayanan yang optimal bagi peserta.

Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses beragam informasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan secara cepat dan mudah, di manapun dan kapanpun,” ujarnya.

(Kabare Bralink/Hms)

Dulu Ditertawakan, Kini Banyak Sekolah yang Melakukan Study Banding ke Sekolah Ini

Written By Kabare Bralink on Tuesday, December 4, 2018 | 12:36 PM


PURBALINGGA - Melalui konsep Spendak Wispalingga (SMP Negeri 2 Karangreja Wisata Pendidikan Adiwiyata Purbalingga), SMP N 2 Karangreja menatap sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Hal tersebut disampaikan kepala SMP N 2 Karangreja, Riswanto saat ditemui di ruangannya, Senin (3/12) mengenai kesiapan sekolah tersebut untuk mengembangkan diri guna menuju sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Riswanto mengatakan, konsep sekolah adiwiyata harus dibungkus menjadi tempat wisata edukasi agar menjadi stimulus sekolah lain khususnya di Kabupaten Purbalingga. Menurutnya, sekolah yang dia pimpin ingin selangkah maju di depan dengan cara mengembangkan konsep tersebut di tengah trend sekolah adiwiyata yang juga terjadi di Purbalingga.

Kami punya mimpi sekolah ini menjadi tujuan wisata edukasi tentang pemanfaatan lahan atau pun pemanfaatan limbah. Kami ingin sekolah-sekolah di Purbalingga menengok kesini guna melihat apa yang telah kami lakukan sehingga kami menjadi sekolah adiwiyata,” kata Riswanto.


Apa yang telah dicapai SMP N 2 Karangreja hingga menjadi sekolah adiwiyata tingkat Provinsi merupakan kerja keras semua pihak secara marathon. Sekolah yang awalnya terlihat apa adanya dan terkesan kumuh berhasil disulap menjadi sekolah yang nyaman. Riswanto mengaku perlu waktu 18 bulan untuk mengubah sekolah itu menjadi seperti sekarang.

Perlu waktu 18 bulan. Ini berkat kerja keras semua pihak khususnya para guru dan siswa yang bahu membahu menjadikan sekolah ini menjadi seperti sekarang,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai pendanaan, dia mengaku hanya memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar sekolah sehingga biaya yang dikeluarkan tidak besar. Kini, banyak sekolah yang telah melakukan study banding ke SMP N 2 Karangreja. Tercatat sampai dengan bulan November ada 10 kelompok yang melakukan study banding di antaranya SMP N 1 Padamara, SMP N 2 Karangmoncol, SMP N 4 Karangmoncol, SMP N 2 Kemangkon, SMP N 1 Mrebet, SMP N 2 Mrebet, SMP N 2 Purbalingga, DKR Kwaran Karangreja, Kepala Sekolah dan Guru SD di lingkungan Kecamatan Karangreja, Siswa-siswi SD di lingkungan Desa Kutabawa dan Serang.

Dulu sekolah kami ditertawakan ketika baru akan merintis sekolah adiwiyata. Sekarang banyak sekolah yang melakukan study banding ke sekolah ini,” pungkasnya.

(Kabare Bralink/Hms)

Ini Dia Karya Gusmen Heriadi dalam Pameran Ciptadana Art Program

Written By Kabare Bralink on Thursday, November 22, 2018 | 11:53 AM


www.kabarebralink.com
Jakarta – Gelaran Pameran Karya Senin tahun ini kembali hadir yang diselenggarakan oleh Ciptadana Art Program dengan menampilkan karya-karya dari seniman asal Sumatera Barat yang kini menetap dan berkarya di Jogjakarta, Gusmen Heriadi. Gusmen Heriadi lahir pada tahun 1974 di Pariaman, Sumatra Barat dan lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) pada tahun 2005.

Karya-karya dari Gusmen ini sangat apik dan berkarakter. Hal itu terjadi karena sebagian besar objek yang diangkat oleh Gusmen di dalam karya-karyanya merupakan wujud metafora dari perasaan dan perdebatan mengenai isu budaya dan tradisi dalam kehidupan modern bermasyarakat. Sebagian besar karya yang diciptakan adalah bukti nyata dari beragam impian, tanggapan perihal kehidupan dan padangan filosofis sang seniman. Pemikiran filosofis dan kritis yang banyak ditampilkan dalam karya-karyanya merupakan hasil dari perkembangan kultur dan budaya disertai kebiasaan sehari-hari dan pengaruh dari luasnya pergaulan seni dan proses pembelajarannya.

Emmo Italiander, yang merupakan eks Warga Belanda yang kini sudah menjadi WNI, ialah selaku kurator seni pameran Ciptadana Art Program. Dia mengungpkapkan, “Sebagaimana kami kerap menampilkan dari tahun ke tahun, Ciptadana Art program kembali hadir dalam mempromosikan dialog yang menjembatani komunitas bisnis di Indonesia dan dunia seni yang dinamis. Gusmen kerap menampilkan karyanya dalam dua decade terakhir dan kami sangat antusias untuk dapat menampilkan karya-karya sang seniman di dalam program kami tahun ini,”

Dalam karyanya saat ini, Gusmen Heriadi mengeksplorasi kebanggaan akan ‘identitas’ manusia dan bagaimana kebanggaan tersebut berdampak pada lingkungan dan kehidupan makhluk lainnya melalui pendefisinian dari segi ‘esensi’ dan ‘status’.

Sang seniman mengilustrasikan ‘esensi’ sebagai sesuatu yang mendefinisikan manusia dan semua makhluk hidup di sekitarnya. Apa saja kah hal yang membentuk kita? Apa yang memisahkan kita? Apa yang kita bagikan? Dan tentu saja, apa yang kita abaikan? Sikap dan rasa hormat terhadap semua makhluk hidup harus sama, tapi sebagaimana dinyatakan oleh para babi penguasa dalam ‘Animal Farm’ karangan penulis ternama George Orwell, “Semua hewan memang setara, tapi beberapa lebih setara dari pada yang lainnya,” Di dunia kita, ‘esens imanusia’ adalah segalanya, saat semua makhluk lain dianggap sebagai barang komoditas atau konsumsi. Kurangnya rasa hormat dapat membahayakan masa depan semua makhluk di muka bumi.

Status’ sejatinya berhubungan dengan penempatan individu dalam hubungannya dengan individu lain di sekitarnya, terutama terkait dengan posisi sosial maupun profesional dan terkait dengan keadaan dan situasi. Bagi sebagian besar manusia, status menggambarkan posisi mereka di dalam komunitas dan kehidupan bermasyarakat, baik berupa keberhasilan, pencapaian, atau pun kepemilikan. Bagihewan, status sifatnya lebih kritis karena menentukan posisi mereka pada rantai evolusi dan kesintasan; terancam, dihargai atau bahkan rentan.

Dalam upaya meraih status yang sering kali dilakukan dengan segala cara, manusia bisa keliru menerapkan nilai menurut persepsi merupakan nilai sejati sehingga mengorbankan dan menguras sumber daya yang berharga atau bahkan seluruh spesies dalam upaya untuk membuat manusia lain terkesan dan memanjakan ego mereka sendiri. Sumber daya yang terbatas terancam habis akibat gengsi yang tak terbatas.
www.kabarebralink.com
Gusmen Heriadi, Seniman Asal Sumatera Barat yang kini menetap di Yogykarta

Sang seniman Gusmen Heriadi menjelaskan, “Pada akhirnya, perilaku seperti ini yang saya amati menyebabkan kelelahan dalam menghadapi kesia-siaan yang tak terbatas. Baik 'esensi' maupun 'status' menentukan berbagai hal yang terjadi di sekeliling kita. Melalui berbagai eksplorasi, saya mencoba menerjemahkan kondisi manusia yang saya amati ini ke berbagai lukisan dan karya seni yang akan dipamerkan di Ciptadana Art Program tahun ini,”

Dikuratori oleh Emmo Italiaander dan Sudjud Dartanto, “Deep Skin – Skin Deep” yang ditampilkan oleh Ciptadana Art Program tahun ini memberi kesempatan bagi para pecinta seni di Indonesia untuk berbagi pikiran, ide, dan impian dengan seniman Gusmen Heriadi. Pameran dibuka untuk umum mulai Kamis, 22 November 2018 sampai dengan Jumat, 14 Desember 2018 setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore bertempat di Ciptadana Art Space lantai 5 Gedung Ciptadana Center.

Tentang Ciptadana Art Program

Ciptadana Art Program hadir guna mempromosikan dialog mendalam antara komunitas bisnis dan dunia seni yang dinamis di Indonesia. Ciptadana percaya akan terciptanya hasil yang positif jika pelaku bisnis secara aktif terlibat dengan seniman dalam mengapresiasi budaya, dan seni. Hal tersebut tentunya dapat memberikan inspirasi, wawasan, dan sinergi antar kedua belah pihak. Melalui kerjasama dengan seniman ternama dalam memberikan apresiasi terhadap karya seni yang memukau, Ciptadana mencoba memberikan perspektif baru dalam melihat dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan, lingkungan bisnis dan juga semerta-merta untuk lebih meningkatkan citra perusahaan. Program ini pertama kali diinisiasikan oleh Emmo Italiaander, creative director yang juga merupakan kurator dan produser acara ini selama 7 tahun.

Tujuan utama dari Ciptadana Art Program adalah memperkenalkan karya seni yang indah dan menyegarkan namun menginspirasi dan mendidik.

Ciptadana Art Program merupakan acara tahunan, di mana seniman atau sekelompok seniman di bawah arahan kurator melaksanakan pameran tunggal maupun kelompok di CIptadana Art Space, lantai 5 Gedung Ciptadana.

Program ini meliputi pameran yang berlangsung selama dua minggu; ‘meet the artist’ talk bersama seniman, dan satu hari penuh media tour dengan seniman yang karyanya sedang ditampilkan.

Lalu, siapa saja para Seniman yang tampil dari tahun ke tahun? Berikut ini ialah mereka yang telah berpartisipasi dalam pameran di Ciptadana Art Space :

2011/2012 : Hanafi (pameran solo)
2012/2013 : Sunaryo (pameran solo)
2013/2014 : PandeKetut Taman (pameran solo)
2014/2015 : Filippo Sciascia (pameran solo)
2015/2016 : Ichwan Noor, Anusapati, HediHaryanto, A. Simatupang, T. Supriyono
2017/2018 : Made Wianta (pameran solo)
2018/2019 : GusmenHeriadi (pameran solo)

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi contact person di bawah ini :
Maya Sujatmiko
PR & Communication Ciptadana Art Program
Email : mayasujatmiko@gmail.com
No. HP : 0816 1156 000

Putri Kinasih Asal Purbalingga Akan Wakili Indonesia di ASEAN Scetro Tahun 2019

Written By Kabare Bralink on Friday, November 2, 2018 | 1:15 PM


PURBALINGGA - Putri Kinasih akan mewakili Indonesia di ajang Asean Scertro tahun 2019. Putri Kinasih merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Minhajut Tholabah Purbalingga. Sebelumnya, ia termasuk ke dalam kontingen Jawa Tengah di ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-5 di Jambi pada 26-30 Oktober 2018.

Selama kegiatan PPSN berlangsung, Putri Kinasih mengikuti seleksi yang ketat untuk dapat lolos ke ajang Asean Scetro. Seleksi yang harus diikutinya di antaranya seleksi tertulis, seleksi wawancara, dan seleksi fisik. Wawasan dan kemampuannya di bidang kepramukaan, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia benar-benar diuji. Dalam seleksi tersebut pula, Putri Kinasih harus menunjukan kemahirannya dalam hal tali temali, semapur, dan Tanda Kecapakan Khusus (TKK). Kemampuan di bidang kesenian pun turut dinilai dalam proses seleksi tersebut.

Setelah melewati proses seleksi yang panjang dan tidak mudah tersebut, Putri Kinasih berhasil memperoleh hasil yang baik. Ia kemudian dinyatakan lolos dan akan mewakili Indonesia di ajang Asean Scetro pada Maret 2019 nanti. Dengan demikian, Putri Kinasih menjadi satu-satunya wakil Jawa Tengah di ajang bergengsi tersebut.

Putri Kinasih tidak sendiri. Ia bersama 34 pramuka terbaik senusantara akan turut ambil bagian dalam kegiatan Asean Scetro. Nantinya, mereka akan berkeliling tujuh negara, yaitu Indonesia (Jakarta), Singapura, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Filipina selama 15 hari. Dalam perjalanannya nanti mereka tidak hanya akan mengadakan kunjungan tetapi juga kegiatan berbagi pengalaman kepada sesama pramuka di Asean.


(Kabare Bralink/Bangkit)

Batik Carnival Purbalingga, Ajang Tingkatkan Popularitas Batik Lokal

Written By Kabare Bralink on Tuesday, October 30, 2018 | 12:46 PM


PURBALINGGA - Pemkab Kabupaten Purbalingga berkerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Purbalingga menggelar Batik Carnival 2018, Sabtu sore (27/10). Batik Carnival Purbalingga merupakan peragaan batik lokal khas Purbalingga dengan desain kreasi busana atau kostum yang menarik pada Peringatan Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Purbalingga.

Meningkatkan popularitas batik lokal dan memberikan wadah bagi desainer dan pengrajin batik purbalingga berkarya,” kata Edi Suryono, selaku panitia Batik Karnival 2018.

Acara itu dihardiri sebanyak 65 peserta yang merupakan perwakilan dari OPD, Kecamatan, BUMD, dan Sekolah. Edi mengatakan selain menarik, kostum yang dikenakan peserta juga membawa pesan tersirat.

Ada yang mengenakan batik dikombinasikan dengan Gunung Slamet sebagai salah satu ikon Kabupaten Purbalingga, ada batik yang bercorak dengan hasil bumi di daerahnya, juga pesan informasi seperti Dinas Kesehatan yang membawakan kostum batik dikombinasikan dengan buah untuk mensosialisasikan program Germas,” tambahnya.

Edi menambahkan, kami juga menggelar kontes foto instagram terkait Batik Carnival 2018. Kontes foto tersebut dimaksud untuk untuk menyasar kaum milenial melalui sosial media instagram. “Jadi mereka lebih tahu, sekaligus bangga terhadap batik lokal, dan akhirnya tumbuh kepedulian dan ikut melestarikan budaya batik, khususnya batik khas Purbalingga. Pengumuman juaranya tanggal 10 November nanti,” katanya.

Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi kegiatan tesebut. Ia akan terus mendorong pembatik di Kabupaten Purbalingga untuk terus memunculkan ide kreatif dan selalu berinovasi. “Corak Batik Goa Lawa telah sukses menjadi tren, lomba desain batik motif Wayang Suket yang kita adakan beberapa waktu yang lalu juga diharapakan juga mampu menjadi masterpiece batik Purbalingga. Ini dimaksudkan untuk memperkaya motif batik khas purbalingga,” ungkapnya.

Sementara itu, Hasil dari Lomba Batik Carnival 2018 yaitu Juara 1 Perwakilan dari Bank Jateng, Juara 2 BPR BKK Purbalingga, kemudian juara 3 diraih SMK Negeri Bojongsari. Untuk juara harapan 1 sampai harapan 3 masing-masing diraih peserta dari PD Owabong, Inspektorat dan BKPPD. Panitia juga memilih juara favorit yang diraih peserta nomor tampil 1 yakni dari Kecamatan Bojongsari.

Desain Kostum Perwakilan Bank Jateng mampu mempresentasikan salah satu tokoh pewayangan, selain itu telah memenuhi kriteria pengunaan batik khas Purbalingga 70%. Performannya bagus, simple, rapi dan elegan,” kata Arif Sono Candra, salah satu juri lomba Batik Carnival 2018.

Karang Taruna Bukateja Kumpulkan Dana Rp 30 Juta Dalam Aksi Peduli Palu


PURBALINGGA - Untuk meringankan beban penderitaan korban gempa bumi dan tsunami, Karang Taruna Progresif Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Minggu malam (28/10/2018) menggelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan untuk Palu “#Ask4Palu”. Pada aksi peduli Palu-Donggala-Mamuju di halaman Pasar Desa Bukateja yang dikemas pagelaran musik itu, terkumpul uang Rp 30.002.200 rupiah, yang akan diberikan langsung kepada para korban.

Selain uang, kami juga menyumbang 10 karung baju layak pakai. Kegiatan ini kami gelar juga dalam rangka memperingati hari Sumpah pemuda,” ujar Ketua Karang Taruna Progresif Desa Bukateja Kecamatan Bukateja , Purbalingga Dhoni Krisdiana Raharja,S.Sos.

Pada aksi solidaritas malam itu, hadir Camat Bukateja Sutono,S.Pd, tokoh masyarakat, sejumlah pengusaha serta dari kalangan perbankan di Bukateja. Ikut menyaksikan pula pagelaran music on the street itu, ribuan warga Bukateja dan sekitarnya.

Dhoni Krisdiana Raharja mengatakan, meskipun tanggap darurat sudah dianggap selesai, namun saudara-saudara di Ppalu, Mamuju dan Donggala sana masih membutuhkan makanan obat-obatan serta barang-barang penunjang hidup lainnya.

Sebagai satu keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami merasa terketuk untuk membantu. Dan kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga Bukateja dan sekitarnya untukpedulipada saudara-saudara kita di sana,” ujar Dhoni Krisdiana Raharja.



(Kabare Bralink/Hms)

Dindukcapil Sosialisasikan Pemanfaatan Data Adminduk


PURBALINGGA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Data Administrasi Kependudukan (Adminduk) Lintas Sektor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Dindukcapil Kabupaten Purbalingga, Imam Sudjono mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA). Menurutnya sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang program sadar pemanfaatan data kependudukan.

Data yang didapatkan nantinya akan diterapkan untuk semua kepentingan penduduk,” kata Imam saat kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Data Administrasi Kependudukan (Adminduk) Lintas Sektor di Ruang Rapat Ardilawet Setda Purbalingga, Senin (29/10).

Tidak hanya itu, sosialisai ini merupakan tahap lanjutan atas upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk meningkatkan kualitas layanan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Sosialisasi ini sendiri diperuntukan bagi OPD yang melaksanakan pelayanan publik di wilayahnya.

Tentunya agar petugas pelayanan publik di daerah bisa dengan mudah mengakses data penduduk,” ujarnya.

Layanan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil ini bermuara pada penguatan perlindungan dan pengakuan terhadap status pribadi dan status hukum seseorang. Penguatan ini dilakukan pada setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk di Kabupaten Purbalingga.

Sehingga dengan adanya data adminduk yang dapat diakses oleh OPD terkait nantinya dalam melakukan pelayanan, masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik menanyakan tentang kevalidan data,” unkap Imam.

Data penduduk yang nantinya disinkronisasikan dengan OPD terkait berupa penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP Elektronik. Sehingga data yang yang digunakan benar-benar data akurat yang bersumber dari Dindukcapil Purbalingga.

Nah tentu untuk mencapai hal seperti ini dibutuhkan kerjasama yang baik antar OPD agar masyarakat nantinya dapat terlayani dengan baik,” tandasnya.

Ia menegaskan untuk mewujudkan penggunaan data adminduk yang valid, maka harus ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara OPD dengan Dindukcapil Purbalingga terkait pemanfaatan data kependudukan. Adapun OPD yang telah melakukan peranjian kerjasama terkait data adminduk masyarakat Purbalingga yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarsip) Kabupaten Purbalingga.

Dinarspus ini memang sudah melakukan kerjasama dengan Dindukcapil tentang aplikasi Sidomas atau Sistem Dokumentasi Masyarakat yang memanfaatkan NIK masyarakat Purbalingga untuk mendaftar pada aplikasi arsip dokumen masyarakat,” jelas Imam.

(Kabare Bralink/Hms)

Melestasikan Batik Purbalingga Lewat Workshop Bersama Galeri Purwita

Written By Kabare Bralink on Monday, October 15, 2018 | 2:42 PM


 
PURBALINGGA - Industri Batik di Purbalingga terus bergeliat. Ini ditandai dengan semakin banyaknya pembatik yang bermunculan di berbagai desa serta apresiasi positif dari masyarakat terhadap Batik Purbalingga.

Geliat positif dari pembatik dan juga masyarakat ini perlu digaungkan ke lebih banyak lagi elemen masyarakat, biar Batik Purbalingga khususnya semakin lestari dan bisa menjadi usaha yang menguntungkan,” kata Owner Galeri Purwita, Rizki Purwitasari.

Cara Galeri Purwita untuk lebih menggaungkan Batik Purbalingga adalah dengan menggelar Workshop Membatik Cap. Workshop membatik secara gratis ini digelar di workshop Galeri Purwita yang ada di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari.

Workshop membatik yang menyasar pembatik pemula ini jadi bagian dari Hari Batik Nasional yang dirayakan setiap 2 Oktober serta menyemarakan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga di Tahun 2018.

Ini adalah tahun kedua Galeri Purwita mengelar workshop batik. “Workshop ini juga menjadi upaya untuk menggugah para pembatik di desa yang meninggalkan batik karena dinilai tidak menguntungkan. Padahal masih prospektif kok,” kata Rizki.

Peserta Workshop Membatik Cap belajar dari mengenal teknik dan praktik mencap batik sampai dengan praktik mewarna dengan teknik mencolet. Motif yang dipakai dalam pelatihan ini adalah motif Batik Lawa khas Purbalingga.

Menggunakan cap Batik Lawa menjadi cara Galeri Purwita untuk mengenalkan batik motif khas Purbalingga. Harapannya, warga di desa juga ikut bangga dengan batik khas Purbalingga,” kata Rizki selepas acara.

Salah satu peserta Workshop Membatik Cap, Syarah mengaku senang mengikuti pelatihan membatik. Ini baru pertama ia mengikuti pelatihan seperti itu. “Ternyata membatik membutuhkan proses yang panjang,” kata dia.

Peserta lainnya, Uji juga antusias mengikuti workshop. Ia sudah penasaran dengan proses pembuatan batik sejak lama. “Nanti coba saya sampaikan ke ibu-ibu di Desa Majapura yang masih punya waktu luang untuk ikut belajar membatik,” kata Uji.

(Kabare Bralink/Bangkit)

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis