Headlines News :
purbalingga

Kabar Paling Anyar

Yuk, Nonton Pawai Karnawal Purbalingga yang Meriah, Ini Jadwalnya!

Written By Kabare Braling on Thursday, August 25, 2016 | 3:21 PM

PURBALINGGA - Sejumlah kegiatan pawai atau karnaval bakal digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga sebagai penutup agenda Bulan Kemerdekaan dalam rangka peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Bulan Kemerdekaan tahun ini Pemkab sengaja memecah sejumlah kegiatan pawai/karnaval menjadi lima jenis kegiatan.

Yakni Pawai Sepeda Hias yang telah dilaksanakan pada Minggu (21/8), kemudian Rally Merah Putih pada Sabtu (27/8) mulai pukul 13.00 dilanjutkan Pawai Mobil Hias pada pukul 18.00. Lainnya Pawai Komunitas Motor pada Minggu (28/8) dan terakhir Pawai/Karnaval Kemerdekaan dilaksanakan Selasa (30/8) mulai pukul 07.30 WIB.

Tujuannya untuk memfasilitasi berbagai komponen yang ada di kabupaten Purbalingga. Sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat,” kata Kepala Bagian Humas Setda Purbalingga, Rusmo Purnomo, Rabu (24/8).


Panitia Rally Merah Putih Edy Suryono mengungkapkan, kegiatan Rally Merah Putih diikuti oleh komuninitas mobil baik di Purbalingga maupun di luar kabupaten Purbalingga khususnya eks Karesidenan Banyumas. Hingga saat ini peserta Rally Merah Putih yang sudah terdaftar mencapai 200 peserta belum termasuk peserta lokal kabupaten Purbalingga.

Mereka akan berkeliling kabupaten Purbalingga dengan rute rally mulai dari Alun Alun Purbalingga menuju Jalan Raya Kaligondang, Pengadegan, istirahat di MTL Jenderal Soedirman Rembang. Rally dilanjutkan menyusuri jalan Wanogara Wetan, Wanogara Kulon, Karangmoncol, Kertanegara, Karanganyar, Bobotsari, Mrebet, kemudian Istirahat di Owabong dan finish di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga.

Di Stadion peserta Rally Merah Putih bergabung dengan peserta Pawai Mobil Hias. Namun demikian untuk peserta Rally dari luar kota kami tidak mewajibkan mengikuti Pawai Mobil Hias. Mereka bisa langsung pulang,” jelas Edy Suryono.

Pawai Mobil Hias yang akan diikuti oleh jajaran SKPD, BUMD dan Perusahaan se Kabupaten Purbalingga mengambil rute dari Alun Alun Purbalingga menuju Bunderan Kodim, Kedungmenjangan, Mewek, Penambongan, menyusuri Jalan Soekarno Hatta (Lingkar Selatan), Terminal Bus, Taman Makam Pahlawan, Jl. A Yani, Pertigaan Kompo, Jl Letjend Suprapto, Patung Knalpot, Simpang Sirongge, RSUD Goeteng Tarunadibrata, Pasar Mandiri, Jl. Pujowiyoto, Jl. Kapten Sarengat, Perempatan Banteng, Jl Letkol Isdiman dan finish di Alun Alun Purbalingga.

Kegiatan pawai kembali digelar pada Minggu (28/8) yang diikuti seluruh komunitas sepeda motor di kabupaten Purbalingga.

Pawai Komunitas Motor mengambil start dan finish di Stadion Goentoer Darjono. Start mulai pukul 13.00 WIB,” tambah Rusmo.

Salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat saat memperingati HUT Kemerdekaan adalah diadakannya Pawai dan Karnaval Jalan Kaki. Tahun ini pemkab Purbalingga kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut yang akan berlangsung pada Selasa (30/8).

Pelaksana kegiatan Karnaval, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Subeno menuturkan kegiatan pawai sekaligus untuk memberikan ruang bagi masyarakat mengekpresikan program dan potensi yang dimiliki untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Dan bagi pemkab untuk mengenalkan program-program yang dilakukan jajaran SKPD.

Peserta terbagi menjadi dua kelompok yakni kelompok kecamatan dan kelompok SKPD lainnya. Tema yang kita usung, Jateng Gayeng Purbalingga Grengseng,” katanya.

Baca juga : 

Subeno menuturkan, belajar dari kegiatan sebelumnya, panitia akan membagi pemberangkatan peserta dalam empat kelompok pemberangkatan. Kelompok Rayon 1 daerah persiapan Gang Mayong ke Utara start pukul 08.00 terdiri dari Kecamatan Karangjambu, Karangreja, Rembang, Karangmoncol dan Kecamatan Kertanegara.

Kemudian kelompok rayon 2 daerah persiapan Mayong ke Barat start mulai pukul 10.00 terdiri dari Kecamatan Karanganyar, Bobotsari, Pengadegan, Bukateja, Mrebet dan Kecamatan Kutasari.

Kelompok rayon 3 terdiri dari Kecamatan Kemangkon, Kaligondang, Kalimanah, Padamara, Bojongsari dan kecamatan Purbalingga. Peserta kelompok ini melakukan start pukul 12.00 dengan daerah persiapan Mayong ke Utara. Sedangkan untuk peserta SKPD dan kelompok lainnya masuk dalam Kelompok Rayon 4 yang diberangkatkan mulai pukul 14.00 WIB. Kelompok ini diminta mengambil daerah persiapan Mayong ke Barat.

Kita mengambil start di Pertigaan Mayong dan finish di Stadion Goentoer Darjono,” jelasnya.

Subeno merinci, rute yang akan dilalui dari pertigaan Mayong menuju Alun Alun, Jalan Jend Soedirman Timur arah Kodim, Bancar, Jl Letkol Isdiman dan finish di Stadion Goentoer Darjono.


(Kabare Bralink/Humas)

Ini Dia Pak Khasbi, Dari Pelosok yang Menjadi Guru Berprestasi Se-Jateng

PURBALINGGA - ‘Tidak tahu belajarlah, tidak bisa bersungguh-sungguhlah, mustahil, cobalah’, begitu prinsip hidup dari Khasbi Istanto, guru MI NU 2 Tangkisan, Mrebet, Purbalingga. Lewat karyanya dalam pengembangan pendidikan inovatif, Kasbi Istanto memenangi kompetisi guru berprestasi Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Jawa Tengah di Grand Wahid Salatiga, Kamis (18-21/8).

Khasbi mengaku unsur yang paling unggul dalam kompetisi tersebut adalah penilaian terhadap karya inovasinya yang berbasis pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Dari tahun 2013, setelah dilatih oleh USAID PRIORITAS, saya menjadi tersadar bahwa menggunakan media berbasis lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Sejak saat itu sampai sekarang saya telah membuat 25 media pembelajaran inovatif yang menggunakan barang-barang dari lingkungan sekitar,” kata guru yang telah 10 tahun mengabdi di madrasah itu.

Sejumlah 25 alat peraga inovatif berbasis lingkungan yang telah dibuat dipresentasikan kepada Dewan Juri yang telah ditunjuk Kemenag Jateng. Mulai dari media Garis Bilangan Batang Singkong (Gabil Basing) untuk pengurangan dan penjumlahan.

Kemuudian, Pohon Minta Tolong (Pamitong) untuk pembelajran IPS dan bahasa Indonesia, Bakul Telur Kerajaan (IPS). Pohon Nusantara (IPS dan PPKN), Tampok Sakti untuk belajar perkalian, Batok Perkalian Berulang dan berbagai media inovatif lain.


Dalam presentasi berbahasa Inggris, Khasbi menyampaikan bahwa penggunaan alat berbasis lingkungan ini mampu mengatasi keterbatasan alat peraga, biaya, dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Hal tersebut sesuai dengan basis pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) yang di implementasikan di madrasah dimana beliau mengajar.

Anak-anak menjadi sangat bersemangat ketika belajar. Mereka juga lebih mudah memahami pembelajaran, karena saya mencoba membuat kontekstual dengan benda-benda yang mereka temui di rumah, di desa, di kebun, dan di lingkungan mereka tinggal,” ungkap putra ke empat dari pasangan Sutarno dan Mistiyah ini.
Lulusan PGMI STAIN Purwokerto ini menyampaikan bahwa setiap tahun media yang pernah dibuat selalu berkembang. Misalkan saja Gabil Basing yang telah dibuat tahun 2014/2015 telah memilki tambahan ragam permainan.

Tetuca angkrun gabil basing atau singkatan dari tebak, tulis, cari angka beruntun garis bilangan batang singkong. Siswa diajak untuk menebak angk, menulis angka dan lambang, mencari angka, dan membuat angka beruntun. Uniknya, permainan tersebut berkembang dari siswa-siswa yang difasilitasinya.

Guru madrasah di pelosok gunung ini menambahkan, metode dan model pembelajaran yang dilakukannya juga ternyata memudahkan interaksi siswa. Dengan bahan pelajaran berbasis lingkungan yang telah disusun dan disesuaikan dengan model pembelajaran.

Bahan pembelajaran yang disajikan kepada siswa, dia susun dengan melibatkan banyak unsur. Mulai dari tanaman, bebatuan, kerajinan tangan. toples bekas, kardus bekas, botol bekas dan semua hal tersebut dikombinasikan dengan nyayian dan permainan yang sudah akrab ditelinga siswa.

Saya berterimakasih kepada USAID PRIORITAS yang telah mengajarkan hal tersebut,” ungkap Khasbi.

Model pembelajaran berbasis lingkungan ini juga mengaktifkan siswa dalam permainan dan belajar di luar kelas. Selain itu juga berdasarkan realita di lingkungan tempat tinggal serja menjawab realitas kehidupan.

Khasbi mencontohkan, yaitu ketika membelajarkan IPS dan bahasa Indonesia dengan Media Pamitong, dia mencoba mengangkat realitas pencemaran air oleh sebuah pabrik. Siswa di posisikan sebagai pohon dan lingkungan yang meminta tolong akibat pencemaran.

Kemudian siswa disimulasikan juga berdiskusi dengan menjadi pemuda yang mensolusikan realitas pencemaran tersebut dalam bentuk tulisan yang berbasis literasi informasi. Hal tersebut akan membuat siswa lebih sensitif terhadap lingkungannya.

Kemenangan Khasbi dalam kompetisi guru berprestasi lingkup Kemenag Jateng dengan menyisihkan 71 peserta lain ini juga mengantarkan Khasbi dalam pemilihan kompetisi guru berprestasi nasional yang rencananya diselenggarakan bulan November 2016.


(Kabare Bralink/Humas)

Kelompok Tani Marga Utama Targetkan Prestasi Nasional

PURBALINGGA – Kelompok Tani Marga Utama Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dikunjungi Team Verifikasi Kelompok Tani Berprestasi tingkat Nasional dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) yang diketuai oleh Ir. Dani Permadi didampingi Team Pembina Kelompok Tani dari Provinsi Jawa Tengah yang diketuai oleh Eko Pranoto, SP, pada Rabu siang (24/08). Verifikasi yang dilakukan team dari Kementan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan karena kelompok tani Marga Utama berhasil menjadi juara 1 tingkat Provinsi dan berhak mewakili Jawa Tengah pada lomba kelompok tani berprestasi tingkat Nasional.

Bupati Purbalingga Tasdi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Purbalingga adalah daerah agraris yang sebagian penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian dengan luas lahan mencapai 65.660 hektar. Sedangkan kondisi tanah Purbalingga yang terdiri dari dataran rendah maupun dataran tinggi dengan kondisi tanah yang subur memungkinkan seluruh komoditas pertanian dapat ditanam di Purbalingga.

Khusus untuk jagung sebagai komoditas unggulan, lanjut Bupati Tasdi, pada tahun 2016 ini target produksi jagung Purbalingga sebesar 47.164 ton jagung pipilan kering dengan luas panen 7.867 hektar. Sedangkan realisasi sampai dengan bulan Juli 2016 mencapai 36.220 ton jagung pipilan kering atau telah mencapai angka 70% dari target dengan luas panen 6.908 hektar atau 88,19 % dari target.

Insya Allah sampai dengan akhir tahun 2016 ini, target akan terwujud,” kata Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi juga menyampaikan terimakasih kepada Team dari Kementan beserta seluruh rombongan dan berharap kunjungan dari Kementan ini akan menambah semangat petani di Purbalingga khususnya petani jagung Kutasari sehingga bisa disertifikasi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan untuk komitmen tahun 2017 yaitu pada kesiapan kelompok tani Marga Utama untuk pakan ternak Pemkab Purbalingga akan sepenuhnya memberikan dukungan.

Sementara itu Team Kementan Dani Permadi menyampaikan bahwa setelah melakukan verifikasi, pihaknya berharap ada nilai tambah yang diperoleh dan juga meminta kesiapan dari kelompok tani Marga Utama yang telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk mencapai prestasi tingkat Nasional.


Maka sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah harus terjalin baik sehingga mudah mewujudkan prestasi untuk daerahnya,” demikian kata Dani Permadi.

(Kabare Bralink/Humas)

Ayo Pada Mbatik, Ada Hadiah Besar yang Menanti!

Written By Kabare Braling on Wednesday, August 24, 2016 | 10:01 AM

PURBALINGGA – Saat ini Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali akan mengadakan lomba desain batik. Lomba kedua kalinya ini nantinya diperuntukan bagi siswa setingkat SMP ke atas dan masyarakat Purbalingga, dengan persyaratan berdomisili di Purbalingga. Hal itu bertujuan untuk mencari motif batik Purbalingga dan dikaryakan oleh orang Purbalingga juga.

Kepala Bagian Perekonomian, Budi Susetyono yang juga sebagai sekretaris Dekranasda Purbalingga mengatakan, pesona goa lawa menjadi tema desain batik. Tema tersebut diambil agar potensi pariwisata Goa Lawa bisa terangkat kembali, sehingga kunjungan wisata bisa lebih meningkat.


Lomba rencananya akan diadakan 1 -25 September, dan pengumuman lomba akan di siarkan saat upacara memperingati hari batik tanggal 2 Oktober 2016,” kata Budi saat rapat pembahasan lomba desain batik tingkat Kabupaten di Ruang Rapat Bupati, Selasa (23/8).

Baca juga :

Untuk ketentuan lomba menurut Budi, desain merupakan karya sendiri, bukan plagiat atau menjiplak punya orang lain yang telah ada. Desain di lukis di kertas gambar dengan ukuran A3, dan maksimal mengirimkan 2 desain. Sedangkan ketentuan teknisnya akan di umumkan lebih lanjut.

Desain pemenang nantinya akan menjadi hak milik panitia dan lomba ini tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya.

Budi juga mengatakan juara desain batik nantinya akan diusulkan sebagai motif batik seragam batik PNS, seragam sekolah juga bagi karyawan PT di Purbalingga. Penilaian desain dilihat dari komposisi warna. kerapihan serta aplikatif pas saat di terapkan di kain. Untuk menjaga netralitas, juri akan diambil dari pegiat batik dan akademisi.

Motif batik pemenang juga rencananya akan diperagakan pada saat peringatan Hari Jadi Purbalingga yang ke 186 pada bulan Desember,” pungkas Budi.


Pemenang akan mendapatkan piala, bingkisan serta uang pembinaan. Juara 1 mendapatkan Rp 3 juta, juara 2 mendapatkan Rp 2 juta, Juara 3 mendapatkan 1,5 juta. Untuk Juara Harapan 1 mendapatkan 1 juta, harapan 2 mendapatkan Rp 750 ribu dan juara harapan 3 mendapatkan Rp 500 ribu.

(Kabare Bralink/Humas)

Pendaki Asing Mulai Minati Gunung Slamet

Written By Kabare Braling on Tuesday, August 23, 2016 | 4:54 PM

PURBALINGGA – Wisatawan mancanegara (wisman) mulai menyukai wisata minat khusus pendakian Gunung Slamet. Para wisman cenderung menggunakan jalur yang aman dari pos pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Sabtu (20/8) kemarin, setidaknya ada 12 wisman asal Inggris dan dua dari Malaysia mendaki ke puncak gunung setinggi 3.428 meter diatas permukaan air laut itu.

Slamet Ardiansyah, petugas Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga di pos Bambangan mencatat, ke-12 pendaki asal Inggris terdiri dari tiga orang wanita dan sembilan pria. Ketiga pendaki wanita itu masing-masing Katia Sellini, Henny Malyassendy dan Hazel Huang. Sementara sembilan pendaki pria masing-masing Walter Schindler, Ian Griffith, Trevor Sharot, Simon Hopkins, Michael Burger, Gordon Anderson, Ross Jahx, Martin jenkins, dan Christian Vanschoote.

Sedang dua pendaki asal Malaysia yang juga mendaki hari Sabtu (20/8) yakni Noor Isvwan bin Azmi yang beralamat di Taman Rajanau, dan Ahmad Faizal bin Che Johari dengan alamat Kalumpang, Selangor Malaysia.
Rombongan dari Inggris mulai melakukan pendakian Sabtu (20/8) pagi, sedang dari Malaysia, Sabtu sorenya,” kata Slamet Ardiansah.


Salah seorang pendaki dari Inggris, Walter Schindler mengungkapkan, dirinya bersama teman-teman sangat tertarik dengan keindahan alam dan pariwisata di Indonesia. Ia sengaja menjelajah di beberapa pegunungan di Indonesia termasuk ke Gunung Slamet.

Kami sudah merencanakan lama ingin mendaki ke puncak Gunung Slamet, dan baru kali ini bisa mewujudkannya. Sungguh indah alam di Indonesia,” ujarnya.
Sementara pendaki dari Malaysia, Noor Isvwan saat berbincang dengan staf Dinbudparpora Purbalingga, Yuli Astuti di pos Bambangan, Sabtu (20/8) siang, juga mengungkapkan hal yang senada. Noor mengaku ingin mendaki sejumlah gunung di Indonesia. Keindahan alam pegunungan di Indonesia menjadi daya pikatnya untuk dijelajahi.

Selain mendaki Gunung Slamet, kami juga akan mendaki beberapa gunung lain di Jawa,” ujarnya.


Selain pendaki dari Inggris dan Malaysia yang menuju puncak Gunung Slamet, di pondok pemuda pos Bambangan, Sabtu (20/8) juga terlihat seorang balita yang tertidur pulas digendongan ibunya. Bocah berusia 1 tahun 11 bulan itu bernama Alkafi. Kedua orang tuanya, Zulkarnaen (25), dan Sopiah (24) asal Bogor sengaja mengajak anaknya untuk mendaki. Mereka mendaki mulai Kamis (18/8) pagi dan sampai ke pos III pada sore hari.

Kami membuat tenda untuk beristirahat di pos III. Saya dan anak saya hanya sampai pos III, sementara suami saya menuju puncak Slamet pada Jumat (19/8) pagi. Kami bertemu kembali di pos III dan kembali turun bersama,” ujar Sopiah.

Sopiah menceritakan, dirinya bersama suami memang hobi mendaki gunung. Semula tidak akan mengajak anak, namun, sepertinya Alkafi memaksa ingin tetap bersamanya terus. Akhirnya, Alkafi kami putuskan diajak ke gunung.

Selama dalam perjalanan, Alkafi sangat senang, bahkan saat mau digendong, Alkafi bilang nanti kasian ayah. Begitu pula saat di pos III, Alkafi sangat ceria bermain di tempat tidur hamock yang dipasang di dekat tenda,” ujar Sopiah sembari menunjukkan video anaknya saat bermain-masin di pos III menuju puncak Slamet.

(Kabare Bralink/Wisata)

Kesra Setda Semarakan HUT RI dengan Lomba Azan

PURBALINGGA - Untuk menyemarakan rangkain peringatan HUT RI yang ke 71, Bagian Kesra setda Purbalingga adakan lomba Adzan. Lomba Adzan ini bertujuan menggali potensi yang dimiliki oleh aparat pemerintahan dalam menampilkan kemampuan adzan.

Kepala Bagian Kesra Nurhadi mengatakan lomba diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi di Kabupaten Purbalingga. Selain ikut memeriahkan HUT RI yang ke 71 Lomba adzan juga bertujuan untuk menangani bidang pembinaan mental.

Dengan adanya perlombaan dilaksanakan agar para peserta kelak akan dapat memakmurkan masjid di wilayah sekitar dan dapat meningkatkan keimanan serta ketaqwaan,” kata Nurhadi saat pembukaan Lomba di Mushola Setda, Senin (22/8).

Baca juga :

Nurhadi menambahkan aparatur pemerintah kelak menjadi teladan untuk dapat membangun visi Purbalingga yang akhlakul karimah. Menjadi seorang muadzin adalah suatu kemuliaan karena dengan suaranya, muadzin harus bisa membangkitkan semangat orang-orang untuk menjalankan ibadah.

Juri lomba berasal dari staff dari Kementerian Agama untuk menjadi juri perlombaan ustadz Nurkharis dan Ustadz Rohani Al Hafidz,” kata Nurhadi

Selain pemenang akan mendapatkan hadiah, lanjut Nurhadi peserta juga akan mendapatkan pahala yang besar. SAehingga diharapkan perlombaan bisa menjadi semangat bagi para peserta lomba untuk bersaing secara sportif.


Para juara lomba adzan nantinya akan diumumkan melalui surat dari panitia pelaksana kegiatan,” pungkas Nurhadi.

Bimbingan Teknisi dan Sertifikasi Tentunya Sangat Penting Bagi ASN

PURBALINGGA – Dalam rangka melaksanakan dan menyelesaikan pembangunan secara tepat dan benar, Pemkab Purbalingga mengadakan Bimbingan Teknis/Pendidikan dan Pelatihan (Bimtek/Diklat). Selain itu, untuk mendukung, juga diadakan Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa bagi Aparatur Sipil Negara di Pemkab Purbalingga. Kegiatan bimtek akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Agustus 2016 sampai dengan 25 Agustus 2016 bertempat di aula Andrawina Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) Kec. Bojongsari, Kab. Purbalingga.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga, Yani Sutrisno Adi Nugroho selaku Penyelenggara kegiatan menyampaikan, bahwa kegiatan ini atas kerjasama Pemkab Purbalingga, LPPM Unsoed Purwokerto dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang ( 31 laki-laki / 19 perempuan ) terinci dari Dinperindagkop 1 orang, Dinnakan 1 orang, Dinhubkominfo 1 orang, Kantor Kesbangpol 1 orang, KPAD 1 orang, RS. Panti Nugroho 1 orang, UPT Dinas Pendidikan 10 orang, UPT Dinkes/Puskesmas 17 orang, dan dari unsur Kecamatan 17 orang.

Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Suwarto M.S. Menjelaskan, bahwa kegiatan bimtek ini adalah amanah dari Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 yang diundangkan pada tanggal 16 Januari 2015. Prespres ini mengatur tentang pengadaan barang dan jasa dan telah melalui beberapa kali perubahan diantara tentang pengumuman rencana umum pengadaan, pelaksanaan pengadaan, perubahan pengaturan mutasi dan lain sebagainya.


Tentunya perubahan ini memberikan harapan baik karena akan mendorong peningkatan belanja pemerintah pada pengadaan barang dan jasa, sehingga akan berefek positif pada pembangunan Negara dan pembangunan di daerah,” jelas Suwarto.

Kerjasama LPPM Unsoed dan Pemkab Purbalingga pada pelaksanaan kegiatan bimtek keahlian pengadaan barang dan jasa, lanjut Suwarto, telah dilaksanakan 5 kali, pertama pada bulan April 2013 dengan 78 orang peserta, bulan Nopember 2013 dengan 90 peserta, pada tahun 2014 diikuti 64 orang, dan pada tahun 2015 diikuti 41 orang peserta.

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap bahwa hasil bimtek ini akan lebih meningkatkan pemahaman dan pencerahan serta kompetensi para ASN Pemkab Purbalingga sehingga proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Purbalingga sesuai dengan aturan yang ada dan dilaksanakan dengan baik dan benar.

Semoga pelaksanaan bimtek yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan ini dilaksanakan dengan penuh semangat pengabdian dan semangat patriotisme untuk membangun Purbalingga,” pungkas Wabup Tiwi.


(Kabare Bralink/Humas)

Seni Budaya di Purbalingga Harus Diuri-uri

PURBALINGGA – Seni budaya lokal di wilayah Purbalingga ternyata masih ada dan perlu diuri-uri (dilestarikan). Salah satu budaya lokal Purbalingga yang perlu dilestarikan diantaranya adalah kesenian Dames, Kuda Kepang, Lengger dan seni budaya lainnya

Seni budaya di Purbalingga banyak sekali, ada seni Dames, seni Kuda Kepang serta seni Lengger dan dan lainnya, bahkan untuk seni yang jarang ditemui di daerah lain adalah Kesenian Dames,” tutur Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat menghadiri Apresiasi Seni Budaya Kecamatan Kejobong ,Senin sore (22/8).

Menurut Wabup, kesenian tersebut sudah jarang ditemui di daerah lain, sehingga melalui kegiatan apresiasi terhadap nilai-nilai seni budaya patut diapresiasi.

Saya mengapresiasi kegiatan para seniman dan seniwati di wilayah Kecamatan Kejobong yang sudah ikut berkontribusi dan melestarikan budaya khususnya budaya lokal seni yang ada di Purbalingga. Kegiatan tersebut, selain sebagai wujud nyata serta kecintaan oleh para pegiat budaya lokal yang ada Purbalingga, juga mempunyai makna sebagai sebagai wujud menggalang kebersamaan, silaturahmi antar penggiat seni dengan warga masyarakat dan pemerintahan. Baik yang ada di kecamatan maupun kabapaten untuk bersama-sama membangun Purbalingga khususnya dalam dalam rangka meningkatkan seni budaya di Purbalingga,”ujarnya.


Wabup menambahkan kegiatan tersebut juga sebagi ujuk kebolehn, kreatifitas serta unjuk inovasi sekaligus sebagai sarana pembinaan seni budaya. Oleh karena itu pihaknya berterimakasih kepada Dinas Budaya Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga (Dinbudparpora) Kabupaten Purbalingga yang sudah ikut membantu dalam rangka pelestarian seni budaya di Purbalingga. Kegiatan tersebut juga bentuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat khususnya generasi muda atau anak-anak, sehingga mereka lebih mencintai budaya daerah sendiri ketimbang budaya asing.

Baca juga :

Harapnya kedepan generasi muda agar ikut meletasikan budaya lokal sehingga tidak punah, karena sebagi warga Purbalingga siapa lagi yang yang akan meletasikan.Jangan sampai budaya lokal Purbalingga tenggelam oleh budaya-budaya barat. Karena untuk menjadi bangsa yang besar diperlukan kreatifitas, salah satunya adalah keratifitas dalam meningkatkan bidang seni budaya. Untuk itu, jangan hanya sebagai kegiatan seremonial saja. Teruslah berkarya dan berinovasi agar budaya lokal terus berkembang dan hidup,” pintanya.

Kepala Dinbudparpora Kabupaten Purbalingga, Subeno menjelaskan, bahwa pembinaan dan pelestarian budaya di Purbalingga menjadi tanggungjawab Dinbudparpora. Hal tersebut agar seni budaya di Purbalingga tidak punah. Di Kabupaten Purbalingga saat ini terdapat 307 kelompok seni, baik seni kontemporer maupun seni tradisional bahkan seni tradisiional yang hampir punah.

Dalam rangka untuk menghindari kepunahan tersebut, pihaknya telah melakukan kegiatan kegiatan untuk melestarikan seni budaya di Purbalingga, salah satunya apresiasi seni di semua kecamatan Se-Purbalingga. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Anggaran Penerimaan Dan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan anggaran setiap tahun, bahkan untuk tahun ini jumlahnya semakin meningkat.

Untuk tahun lalu dari APBD hanya mengalokasikan anggaran sebesar RP 5 juta dan tahun ini meningkat menjadi Rp 12 juta,” jelasnya.


Subeno menenambahkan, anggaran dan kegiatan pelestarian seni budaya diserahkanseluruhnya ke setiap kecamatan yang terpenting intinya agar seni budaya di kecamatan bisa tumbuh dan berkembang dan jangan sampai punah. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan revitalisasi seni budaya yang hampir punah dan akan di daur ulang kembali. Dukungan lainnya dari pemkab untuk kegiatan seni budaya dengan mewujudkan pengadaan gamelan untuk lima kecamatan.

Ini Dia Kemeriahan Pawai Sepeda di Purbalingga

Written By Kabare Braling on Monday, August 22, 2016 | 12:58 PM

PURBALINGGA – Ribuan sepeda dari berbagai jenis turut serta meramaikan pawai sepeda yang dilaksanakan dengan mengambil start dari GOR Goentoer Darjono Purbalingga pada Minggu pagi (21/08). Perjalanan pawai sepeda ini dimulai dengan pengibaran bendera start oleh Bupati Purbalingga Tasdi yang didampingi istri.

Dari keterangan Kepala BAPERMASDES Kabupaten Purbalingga, Imam Wahyudi selaku Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti pawai sepeda terdiri dari berbagai elemen masyarakat diantaranya dari SMPN 1 Purbalingga, SMPN 3 Purbalingga, SMPN 1 Kaligondang, MTs Usriyah Purbalingga dan SMAN 1 Purbalingga.

Tidak ketinggalan dari sejumlah SKPD dan Instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, dan juga dari berbagai komunitas sepeda yang ada di Purbalingga, bahkan dari unsur Forkompimda juga terlihat turut serta berbaur dengan peserta lainnya mengikuti jalannya pawai. Rute perjalalan pawai sepeda ini dimulai dari GOR Goentoer Darjono, Taman Usman Janatin, Jalan Jenderal Soedirman, kemudian berhenti sebentar di panggung kehormatan yang berada di alun-alun Purbalingga.


Perjalanan dilanjutkan melewati Kodim 0702 Purbalingga, dilanjutkan ke Desa Jatisaba, Desa Lamongan, Desa Toyareja, Kelurahan Kedungmenjangan, Kelurahan Mewek, Kelurahan Penambongan dan berakhir kembali di GOR Goentoer Darjono. Jarak yang ditempuh para peserta pawai kali ini sekitar 13 km.
Sebelum mengibarkan bendera start tanda dimulainya kegiatan, Bupati Purbalingga Tasdi menyampaikan apresiasinya pada kegiatan pawai dan berharap kegiatan ini dapat menambah erat jalinan silaturahmi dan kerjasama yang baik antar SKPD dan Instansi juga menumbuhkan semangat pada seluruh masyarakat Purbalingga.


Pawai ini sebagai hiburan bagi rakyat, dan juga bentuk nyata dari semangat nasionalisme dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, sehingga nantinya akan menggugah rasa kebersamaan seluruh masyarakat untuk membangun Purbalingga,” pungkas Bupati Tasdi.


(Kabare Bralink/Humas)

Puncak Pemilihan Kayulingga Akan Dimeriahkan Wisman dan Ekspatriat

Written By Kabare Braling on Friday, August 19, 2016 | 9:30 AM

PURBALINGGA – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga akan menggelar pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata 2016. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran calon peserta yang telah dimulai pertengahan Agustus ini hingga 1 September 2016 mendatang. Dalam ajang pemilihan duta wisata kali ini, akan dimeriahkan dengan peserta penggembira dari wisatawan mancanegara dan ekspatriat.

Kepala Dinbudparpora Purbalingga, Drs Subeno, SE, M.Si mengungkapkan, pemilihan duta wisata kali ini menggunakan sistem gugur dengan berbagai tahapan seleksi yang meliputi seleksi administrasi, tertulis, wawancara dan presentasi. 

“Dengan seleksi yang ketat, kami berharap akan menghasilkan duta wisata terbaik dan mampu benar-benar bertugas sebagai dutanya pariwisata Purbalingga,” kata Subeno, Kamis (18/8).


Subeno menjelaskan, persyaratan peserta yang bisa mendaftar yakni pelajar SMA/SMK/MA atau mahasiswa atau masyarakat umum yang berusia 17 – 24 tahun. Peserta berdomisili di Purbalinggga atau memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Purbalingga. Peserta sehat jasmani dan rohani, untuk pria tinggi minimal 170 cm, wanita 165 cm, belum menikah dan tidak mempunyai anak. Bagi peserta dari sekolah mendapat pesetujuan atau rekomendasi dari sekolah, sedang peserta dari BUMD, perbankan, karyawan perusahaan mendapat rekomendasi dari tempatnya bekerja.

Hingga saat ini, sudah ada 31 peserta yang mendaftar, dan kami tidak mentarget jumlah peserta yang mendaftar. Peserta yang lolos seleksi administrasi, wawancara sebanyak 20 pasang (40 orang), dan selanjutnya akan diseleksi lagi untuk masuk grand final pada 24 September 2016 sebanyak 20 orang atau 10 pasang,” kata Subeno.

Para peserta untuk pemilihan duta wisata kali ini, selain rangkaian seleksi yang telah ditetapkan, juga ditambah presentasi dari peserta. Peserta harus yang mampu mempresentasikan singkat tentang pariwisata dan peran apa yang dijalankan jika terpilih sebagai duta wisata. Untuk pendaftaran bisa dilakukan secara offline di kanto Dinbudparpora, Jalan Piere Tendean 10 Purbalingga, atau online melalui website www.dutapurbalingga.com. Jika membutuhkan informasi terkait pendaftaran bisa melalui facebook Duta Purbalingga dan Paguyuban Kayulingga atau melalui twitter @dutapbg, instagram dutapurbalingga, kayulingga. Jika melalui Whatsapp bisa ke nomor 085728629884 (Sutejo), atau ke 085726393112 (Indra Ristianto).

Subeno menambahkan, rangkaian kegiatan nantinya ada seleksi tertulis, wawancara, juga kegiatan outdoor activity day, sesi foto peserta, karantina, pembekalan yang meliputi kepariwisataan, kepribadian, psikologi, beauty class, dan public speaking.


Untuk rangkaian outdoor activity kami rencanakan pula mengundang wisatawan atau warga negara asing komunitas mahasiswa luar negeri di Yogyakarta untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Purbalingga. Harapannya, peserta penggembira dari luar negeri ini akan ikut mempromosikan wisata Purbalingga melalui komunitasnya atau media sosial yang dimilikinya,” tambah Subeno.

(Kabare Bralink/Wisata)
 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis