Headlines News :
purbalingga
Home » , » Petani Purbalingga Bareng-bareng Berantas Wereng

Petani Purbalingga Bareng-bareng Berantas Wereng

Written By Kabare Bralink on Friday, January 24, 2014 | 5:16 PM

Bareng-Bareng Brantas Wereng
KabareBralink - Menyusul serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) wereng coklat yang melanda sejumlah lahan pertanian di Purbalingga, para petani di kota perwira ini serentak melakukan gerakan pemberantasan hama wereng coklat. Gerakan ini ditandai dengan penyemprotan pestisida pertama oleh Bupati Sukento Rido Marhaendrianto, Kepala Dinas Pertanian tanaman pangan dan holtikultura (Dinpertan TPH) Provinsi Jateng Suryo Banendro dan Kepala Dintanbunhut Purbalingga Lily Purwati.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Lily Purwati menuturkan,akhir Desember lalu serangan hama wereng coklat masih 39 hektar. Kemudian pertengahan Januari turun menjadi hanya 19 hektar. Namun saat ini total serangan  di Purbalingga kembali meningkat mencapai 148,5 hektar. Dimana 4 hektar diantaranya mengalami puso meski merupakan gabungan luas serangan spot spot tertentu.

Padahal menurut lily Purwati, target sasaran produksi tahun 2014 sebanyak 224.678 ton dari luas panen 38.774 dengan produktifitas 58,35 kwintal/hektar. "Target tersebut terancam dengan maraknya serangan OPT yang terjadi akhir-akhir ini," tandasnya.

"Meski baru sedikit, ini harus segera ditangani dengan serius. Hari ini kami bersama-sama provinsi, Bupati  dan petani  bersatu melawan wereng. Sesuai komitmen kita, akhir Januari wereng bisa kita kendalikan," ungkap Lily Purwati di areal persawahan Karangsentul, Jumat (24/1).

Gerakan pembasmian hama wereng coklat ini diawali oleh para petani di wilayah kelurahan Karangsentul dan akan dilaksanakan di berbagai wilayah di Purbalingga utamanya yang telah terkena serangan wereng coklat. Serangan terberat terjadi di wilayah kecamatan Bobotsari, Padamara, Mrebet, Kaligondang, Karanganyar dan Rembang.

Lily meminta para petani dan petugas lapangan segera melakukan pengamatan dan pencegahan sekaligus melakukan pemetaan secara rutin. "Jangan sampai terlambat mengantisipasi sehingga tidak mengganggu target swasembada dan ketahanan pangan di Purbalingga," katanya.

Untuk membantu petani mengendalikan OPT wereng coklat, Dinpertan TPH Provinsi Jateng telah membentuk posko pengendalian wereng coklat di kabupaten Banyumas sebagai lokasi terparah serangan wereng coklat. Bahkan khusus di Banyumas telah muncul virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Cakupannya meliputi wilayah Barlingmascakeb.

"Kami telah menyiapkan bantuan pestisida untuk mebantu petani memberantas wereng coklat. Untuk Purbalingga berapapun dibutuhkan kami siap membantu. Sehingga kontribusi wilayah banyumas bias dipertahankan bahkan semakin meningka," kata Kepala Dinpenrtan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro usai melakukan penyemprotan.

Sementara, Bupati Sukento beterimakasih kepada jajaran penyuluh lapangan dan petani di Purbalingga karena sudah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengamankan pencapaian swasembada beras di Purbalingga.

"Bu Lily mentargetkan tahun ini surplus beras 62 ton. Jangan segitu lah, yang bulat saja 65 ton. Tapi kalau saya tahun ini bisa surplus beras 75 ton. Petani sanggup?," kata Sukento diiyakan para petani yang hadir.

Bupati yakin target itu bisa terwujud apabila ada keterpaduan antara petani dan penyuluh lapangan. Bupati juga meminta petani untuk tidak enggan menggunakan teknologi pertanian terbaru dalam rangka meningkatkan hasil pertanian di Purbalingga. (Humas/Hr)

Semoga werenge ilang, petani purbalingga tambah sejahtera. Amin
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis