Headlines News :
purbalingga
Home » , » SLAMETAN

SLAMETAN

Written By Kabare Bralink on Monday, January 6, 2014 | 10:31 PM


Slametan (en.wikipedia.org)

Judul tersebut di atas tentu tidak asing lagi bagi pendengaran telinga kita. Sebab di kalangan masyarakat Jawa baik golongan atas maupun bawah, dari agama apapun kadang mengadakannya. Sehingga sadar atau tidak sadar, mereka telah melestarikan tradisi leluhur yang adi luhung.

 Slametan adalah merupakan manifestasi budaya Jawa asli untuk mendapatkan jalan lurus menuju sasaran, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Slametan memiliki dua versi. Masing - masing bersifat permohonan simbolik, dan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam seisinya. Oleh karna itu Slametan juga di sebut syukuran
.
Hakekat slametan dalam pandangan Jawa danyatakan, bahwa manusia hidup di dunia tidak hanya mencari sandang, pangan ,dan papan saja, melainkan yanglebih penting adalah kesuwargan (sorga). Maka setiap kehidupan orang Jawa yang belum hilang"Jawa"-nya,saat hendak memulai sesuatu usaha, biasanya di dahului dengan mengadakan slametan. Juga sejak ia masih dalam kandungan ibu, lahir di dunia, menjalani kehidupannya, dan sampai kembali ke liang kubur, senan tiasa menjumpai slametan yang di tandai dengan kenduri atau dalam bahasa Jawa disebut kepungan.

Tradisi slametan ini merupakan ujud tindakan ritual dari teks - teks Hindu, Budha, dan Islam yang sampai jaman modern sekarang inin masih lekat dihati orang - orang Jawa. Bahkan ketika orang - orang Jawa jaman dulu masih banyak yang menganut animisme dan dinamisme, slametan menjadi pusat mistik kejawan. Sementara kenduri sebagai tanda slametan. Dalam bentuk ragawi,  kenduri dapat jelas terbaca juga merupakan budaya campuran. Sebab bila disimak secara seksama, unsur - unsur yang memberi warna dalam kenduri tersebut, mencerminkan tahap berlangsungnya pengaruh animisme (kejawen),Hindu, Budha dan Islam.

Perangkat yang mutlak harus ada dalam kenduri itu, adalah nasi tumpeng beserta lauk - pauknya, yang masing - masing memiliki makna. Menurut pengertian, tradisi kenduri adalah makan bersamadengan jenis makanan tradisional. Sebelum makan di mulai, makanan yang telah tersaji dihapan undangan, terlebih dahulu dilengkapi dengan doa - doa menurut agama Islam. Padahal sebagai tanda slametan, kenduri sebenarnya merupakan tradisi budaya sinkretisme menurut kepercayaan  animisme dan dinamisme. Inilah kehebatan orang Jawa yang bisa beradaptasi dengan budaya  apapun tanpa adanya benturan. Semua saling mendukung dan jalin - menjalin.

Titik sentral dari agama Jawa menurut Suwardi Endraswara dalam bukunya "Mistik Kejawen", tidak lain berujud pada ritual - ritual slametan yang di oplos dengan adat istiadat Jawa. Tradisiyang masih primitif dan puritan (murni), justeru serin mewarnai ke aslian hubungan mistik.Siametan di pandang sebagai representasi harapan yang penuh pengorbanan secara ikhlas lahir batin.

Itulah sebabnya, melalui sinkretisme yang semakin kental,membuat sulit untuk membedakan, mana budaya slametan yang sudah terpengaruh dan mana yang masih asli. Akhirnya masyarakat Jawa tidak peduli mempersoalkan antara asli dan yang tidak asli. Mereka dengan ikhlas dan sadar,menerima kontrak budaya spiritual dan selanjutnya meng-klim sebagai budaya miliknya.(Tri/KabareBralink)
Share this article :

1 comments:

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis