Headlines News :
purbalingga
Home » , » Surat Terakhir Usman Janatin Sebelum Dihukum di Singapura

Surat Terakhir Usman Janatin Sebelum Dihukum di Singapura

Written By Kabare Bralink on Saturday, February 8, 2014 | 10:01 PM



Usman Janatin adalah salah satu pahlawan kebanggaan Purbalingga. Baru-baru ini, namanya bersama Harun Said rekanya, diabadikan menjadi nama kapal perang TNI AL yang terbaru, KRI Usman-Harun. Usman adalah Pahlawan Dwikora pada saat konfrontasi Indonesia dan Malaysia.

Usman dan Harun merupakan prajurit marinir Indonesia yang menjalankan tugas rahasia utuk melakukan sabotase di Singapura. Mereka kemudian berhasil melakukan aksi pengeboman di MacDonald House Singapura. Namun, keduanya kemudian tertangkap tentara Singapura dan kemudian dijatuhi hukuman gantung. Upaya diplomasi Indonesia tak berhasil menyelamatkanya.

Berikut ini adalah surat yang ditulis Usman, Pahlawan Dwikora Asal Purbalingga, menjelang ajalnya di tiang gantungan dikutip dari www.toparmour.blogspot.com. Sedih juga membacanya.

Begini surat yang ditulis Usman

Dihaturkan :
Bunda ni Haji Mochamad Ali
Tawangsari.

Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo'akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.

Berhubung rayuan memohon ampun kepada Pemerintah Republik Singapura tidak dapat dikabulkan maka perlu ananda menghaturkan berita duka kepangkuan Bunda dan keluarga semua di sini bahwa pelaksanaan hukuman mati ke atas ananda telah diputuskan pada 17 Oktober 1968 Hari Kamis Radjab 1388.

Sebab itu sangat besar harapan anaknda dalam menghaturkan sudjud di hadapan bunda, Mas Choenem, Mas Madun, Mas Chalim, Jur Rochajah, Ju Khodijaht Turijah para sepuh lainnya dari Purbolingga Laren Bumiayu Tawangsari dan Jatisaba sudi kiranya mengickhlaskan mohon ampun dan maaf atas semua kesalahan yang anaknda sengaja maupun yang tidak anaknda sengaja.

Anaknda di sana tetap memohonkan keampunan dosa kesalahan Bunda saudara semua di sana dan mengihtiarkan sepenuh-penuhnya pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Anaknda harap dengan tersiarnya kabar yang menyedihkan ini tidak akan menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan bahkan sebaliknya ikhlas dan bersukurlah sebanyak-banyaknya rasa karunia Tuhan yang telah menentukan nasib anaknda sedemikian mustinya.

Sekali lagi anaknda mohon ampun dan maaf atas kesalahan dan dosa anaknda kepangkuan Bunda Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Pualidi , Rodijah, Turiah dan keluarga Tawangsari Lamongan Jatisaba Purbolingga Laren Bumiayu.

Anaknda,
Ttd.
(Osman bin Hadji Ali)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis