Headlines News :
purbalingga
Home » , , » Legenda Putri Ayu Limbasari

Legenda Putri Ayu Limbasari

Written By Kabare Bralink on Monday, March 31, 2014 | 4:12 PM

Gambar adalah Ilustasi (Sumber : www.menjourneyid.com
Suatu hari seorang penyebar agama Islam bernama Syech Gandiwasi asal Turki menghadap  Kangjeng Panembahan Senopati Ing Ngalogo Mataram  dan mohon untuk menyebarkan agama Islam di pulau  Jawa. Pada waktu itu (tahun 1586-1601) kekuasaan Kanjeng  Panembahan Senopati memang meliputi seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian  Jawa Barat, sehingga mendapat sebutan “Kaisar Seluruh Jawa”. Ia adalah  Raja Mataram baru,   yang  tersohor sakti mandraguna,  berwibawa dan  pandai bergaul  dengan rakyatnya. Mendapat permohonan dari penyebar agama Islam asal Turki itu, ia merasa senang, karena  berarti akan menambah  pengetahuan agama bagi  rakyat Kerajaan Mataram yang sudah memeluk agama Islam sejak jaman Kerajaan Demak dulu.

Permohonan Syech Gandiwasi akhirnya dikabulkan dan ia diizinkan menyebarkan agama Islam di kawasan kaki Gunung Slamet. Setelah mendapat izin, ia lalu merencanakan membangun padepokan  di tempat tujuan, guna mendidik para santrinya.  Dalam perjalanan ketempat tujuan, ia singgah dan sementara bermukim dulu di sebuah tempat yang bernama Kedung Belis. Di tempat persinggahan ini ia merasa tidak tenang, oleh gangguan  jin setan yang tak ada hentinya. Guna mencegah ganguan itu, Syech Gandiwasi kemudian memohon kepada Allah SWT, dengan cara bersemedi yang kemudian tempat persemedian ini diberi nama Dukuh Pamujan.   

Permohonan Syech Gandiwasi  kepada Allah SWT ternyata tidak sia-sia. Para jin itu berhasil disingkirkan, setelah terlebih dahulu melakukan  kejar-kejaran. Jin-jin itu kemudian menyingkir (semisih) ke suatu tempat yang sekarang bernama Penisihan. Sedangkan  tempat di mana  Syech Gandiwasi dengan para jin berkejaran, dikenal dengan nama Desa Dagan. Merasa tidak betah tinggal di Kedung Belis, ia bermaksud pindah tempat  yang lebih nyaman. Maka diumpuklah dua buah batu sebesar rumah di sebuah tanjakan tinggi. Kemudian ia berdiri di atas tumpukan batu itu untuk melihat kondisi  lokasi  tinggal yang  tepat. Tanjakan ini dikelak kemudian dikenal dengan sebutan Watu Tumpang. Dari tempat inilah, perjalanan lalu dilanjutkan ke arah sebuah hutan yang sekarang disebut Limbasari.

Menurut Sekdes Limbasari R.Edi Prasojo,  Syech Gandiwasi mempunyai  putra bernama Ketut Wlingi. Namun sementara orang mengatakan, bahwa Ketut Wlingi adalah murid padepokan Gandiwasi yang datang dari Bali bersama  Patrawisa. Kemudian Ketut Wlingi dinikahkan dengan  Siti Rumbiah, putri dari gurunya. Sementara Patrwisa adalah cantrik  Syech Gandiwasi  yang meninggal  saat sedang membangun saluran air. Itulah sebabnya saluran air di desa Limbasari  kemudian disebut Patrawisa. Dari pernikahannya dengan Ketut Wlingi, Siti Rumbiah menurunkan putra putri masing-masing bernama  Wlingi Kusuma dan  Sri Wasiati  yang sangat cantik sehingga orang menyebutnya Putri Ayu Limbasari.

Setelah menginjak usia dewasa kecantikan Sri Wasiati semakin bertambah. Akibatnya banyak orang yang ingin meminangnya, termasuk beberapa orang Adipati yang datang untuk melamarnya. Para Adipati yang pernah melamarnya itu antara lain Adipati Wirayuda, Adipati Wiratenaya, Adipati  Wirataruna dan Adipati Wirapraja. Namun semuanya belum mendapat jawaban pasti dari orang tua  Sri Wasiati.  Sebab lamaran yang datang bersamaan  itu malah membuat  bingung  pihak keluarga  perempuan. Melihat kegundahan hati  adiknya (Sri Wasiati) Wlingi Kusuma  akan mengadakan sayembara sebagai jalan keluar. Sayembara itu adalah barang siaapa dapat mengalahkan  dirinya (Wlingi Kusuma), maka dialah yang berhak menjadi pendamping Sri Wasiati. Namun dalam  pertandingan satu lawan satu itu, tak seorangpun  dari semua Adipati  yang pernah melamar Sri Wasiati berhasil mengalahkan Wlingi Kusuma yang terkenal kesaktiannya sehingga para Adipati itu bersepakat untuk melawan dengan  cara  kroyokan. 

Pengeroyokan itu  ternyata dilaksanakan dan  setelah dibunuh, mayat Wlingi Kusuma dipotong-potong  menjadi beberapa bagian.  Kemudian bagian kepala dikubur di makam Siregol, Desa Tlahab Kidul, gembungnya dikubur di  Pelumbungan, kemaluannya dikubur di Sikonthol Desa Beji Karanganyar. Sedangkan  kakinya dikubur di wilayah hutan  perbatasan Banjarsari-Karangjambu, yang sekarang dikenal dengan nama Lemah Jejekan.

Kematian Wlingi Kusuma yang tidak semestinya, membuat  Sri Wasiati  semakin bingung.  Dalam batin ia berpendapat, bahwa kecantikan memang bisa membahagiakan, namun juga bisa membuat malapetaka. Oleh karena itu ia berpesan kepada gadis-gadis  Desa Limbasari,  agar kecantikannya jangan meniru dirinya, apalagi melebihi tetapi yang sederhana saja.

Saking gelap pikirannya, Sri  Wasiati  memohon kepada Allah SWT dengan cara tapa pendem. Dalam laku ini ia menguburkan diri dalam tanah yang diberi seutas benang panjang  menjulur ke permukaan tanah.   Pesannya sebelum dimasukan ke liang lahat. Bila benang  ditarik masih bergerak, artinya  ia  masih hidup. Sebaliknya bila tidak bergerak, menunjukan ia  meninggai  dunia. Begitulah setelah kurang lebih satu minggu melakukan tapa pendem,  benang itu lalu ditarik, tetapi tidak bergerak  sama sekali yang berarti ia sudah meninggal dunia. Segera tempat  pertapaan  itu digali, dan betapa terkejut semua keluarganya waktu  melihat  Sri Wasiati sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi apa yang dapat diperbuat, meski para Adipati juga ikut menyesal, karena nyawa seorang putri ayu tidak dapat diselamatkan lagi. 

Sri Wasiati mengambil langkah itu bukan tidak beralasan. Sebab bila salah satu Adipati yang melamar diterima, tentu kondisi Desa Limbasari  akan menjadi kacau.  Karena Adipati lain yang  lamarannya ditolak, tentu akan membalas dendam. Hal itulah yang tidak diinginkan oleh Sri Wasiati, sehingga demi masyarakat di desanya, dirinya rela berkorban jiwa. Setelah ditinggal mati oleh putrinya, ayah ibunya lalu  meninggalkan padepokannya dan  bermukim  di  Srandil sampai akhir hayatnya. 

Sri Wasiati setelah meninggal dunia lalu mendapatkan julukan  “Putri Ayu Limbasari’ yang benar-benar  cantik lahir batin. Hingga sekarang makam Putri Ayu Limbasari masih terjaga dengan baik. Lokasinya di seberang  Galeri Batik Muning Sari, dan masih dianggap keramat. Makam itu diperkirakan berada di bekas  Padepokan Limba Sari. Namun  sisa-sisa bekas padepokan  sekarang sudah tidak ada.

Nah itulah Desa Limbasari  Kecamatan Bobotsari, yang terletak 15 kilometer utara pusat kota Purbalingga. Di desa ini terdapat banyak potensi wisata yang belum dikelola seperti  obyek wisata alam Patrawisa , terletak di lembah gunung Tukung dan gunung Pelana, yang kecantikan alamnya mampu memikat  hati seseorang  untuk berkali-kali datang mengunjunginya. Untuk menuju bendungan Patrawisa  dibutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki dari  Limbasari, karena jaraknya  hanya 1,7  kilometer. Patrawisa adalah sebuah bendungan yang  berada di muara sungai  Tungtung Gunung dan Sungai Wlingi. Selain itu juga terdapat  air terjun mini, serta  sendang-sendang  jernih yang bisa membuat hati pengunjung  terpesona.

(Oleh : Triatmo, Budayawan dan Ahli Sejarah Purbalingga)
Share this article :

2 comments:

  1. Ingat..,!! Kesempatan tidak akan datang untuk ke-2 kali……!!!
    Kami Hadir Utk Menjawab Kebutuhan Anda.Terhadap Produk Elektronik.Transaksi Aman DanTerpercaya.Kami Menawarkan Berbagai Jenis Type HP,LAPTOP dan CAMERA.DLL, Dgn Harga TERJANGKAU/ SUPER PROMO DI GUNUNG MAS PONSEL TEMPAT BELANJA ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA. 100% BEBAS PENIPUAN
    MINAT PIN BB: 582F8501 HUB/SMS:0851-4515-5828 klik web resmi kami di http://gunungmas-phone.blogspot.com/
    Ready Stock! Samsung Galaxy A8 Rp.2.900.000
    Ready Stock! oppo R5 Rp.3.000.000
    Ready Stock! Apple iPhone 5 32GB Rp.2.500.000
    Ready Stock! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A3 A300H Rp.1.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A5 A500F Rp.2.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy E5 E500H Rp.1.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000.
    Ready Stock! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB Rp.2.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy S3 I9300 .Rp.1.500.000.
    Ready Stock! Samsung Galaxy S6 32GB Rp.3.300.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note N7100.Rp.2.000.000.
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 4 SM-N910H Rp.3.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 3 Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000,
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S4 l9500 Rp.1.500.000

    ReplyDelete

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis