Headlines News :
purbalingga
Home » , » Antisipasi Menjamurnya PKL, Pemda Tangani Secara Terpadu

Antisipasi Menjamurnya PKL, Pemda Tangani Secara Terpadu

Written By Kabare Bralink on Monday, June 16, 2014 | 10:29 AM


Purbalingga. Keberadaan pedagang kali lima (PKL) di Kabupaten Purbalingga semakin hari cenderung bertambah jumlahnya, baik pedagang asli purbalingga maupun pendatang dari luar kota. Berdasarkan pengamatan di lapangan, para PKL sebagian besar terkonsentrasi di wilayah kota dan sekitarnya.

“Dengan adanya kecenderungan makin menjamurnya PKL, maka perlu dilakukan penanganan secara terpadu, sinergis dan intesif, agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari bagi Pemkab. Hal tersebut diakukan dengan melakukan pengaturan, pembinaan, penertiban, serta penataan yang melibatkan berbagai unsur dan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait” papar Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi  pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga Teguh Sungkono, di hadapan rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang yang melakukan studi banding tentang penegakan perda. Acara berlangsung  di Ruang Operation Room Komplek Pendapa Dipokusumo, Jumat (13/6).

Upaya penataan dan pengaturan, jelas Teguh, diantaranya ditempuh dengan penetapan zonasi/lokasi berjualan bagi PKL oleh Pemkab Purbalingga, sesuai Keputusan Bupati Purbalingga Nomor 25 Tahun 2002. Di samping itu, PKL juga diorganisir dalam suatu paguyuban/perkumpulan, sesuai lokasi dimana mereka berjualan. “Namun demikian, masih banyak PKL yang belum masuk dalam paguyuban, baik PKL yang berjualan pada siang, pagi maupun malam hari termasuk mereka yang berjualan di beberapa jalan protokol (utama) dalam kota,”tuturnya.

Teguh menuturkan, bahwa keberadaan PKL dan permasalahannya merupakan fenomena  yang hampir tejadi di seluruh daerah, khususnya di perkotaan, hingga tidak sedikit pemda yang mengalami kesulitan dalam mengatasi permasalahan PKL tersebut. “Purbalingga sebagai daerah yang sedang tumbuh pesat, khususnya di wilayah kota dan sekitarnya, di mana telah banyak di bangun banyak perusahaan besar, berdampak pada semakin menjamurnya PKL ,” jelasnya lebih lanjut. Di satu sisi ini merupakan hal positip yang akan menggerakkan roda perekonomian dan memberikan ruang ekonomi dan berusaha bagi masyarakat. Selain itu keberadaan PKL juga merupakan mitra Pemkab, karena mereka juga mempunyai peran dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
 
Berdasarkan data tahun 2013, terdapat sebanyak 1.163 PKL di Kabupaten Purbalingga . Dari jumlah tersebut 903  PKL berjualan di dalam kota Purbalingga,  dan 575 diantaranya telah masuk paguyuban, sedangkan 336 lainnya belum masuk wadah paguyuban. Tercatat hanya ada tujuh paguyuban yang tergabung dalam paguyuban pedagang kaki lima (PKL).

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab dalam menata dan mengatur PKL diantaranya berupa penataan PKL di plaza selatan alun-alun dan jalan Wirasaba (Kya Kya Mayong) juga penataan PKL jalan MT Haryono, jalan R Suprapto, jalan AW Sumarmo, serta penempatan PKL di trortoar sebelah selatan RSUD Goeteng Taroenadibrata . Demikian juga pengalihan PKL malam Minggu di jalan Piere Tendean (depan Dinbudparpora) ke halaman Stadion Goentoer Darjono dan PKL di sekitar pasar lama (Jalan Akhmad Yani dan Jenderal Soedirman) ke Pasar Segamas . Penataan dan pengaturan tersebut dimaksudkan untuk menjaga situasi kondisi Purbalingga agar selalu tampak bersih, rapi, serta memberi kenyamanan juga keamanan bagi para PKL maupun masyarakat pengguna trotoar. (KabareBralink-Hms)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis