Headlines News :
purbalingga
Home » » Bupati Minta Proyek Dipacu Penyelesaianya.

Bupati Minta Proyek Dipacu Penyelesaianya.

Written By Kabare Bralink on Thursday, December 4, 2014 | 9:05 AM

Bupati Kento Menginspeksi Proyek Jembatan Sungai Ranu (Humas)
PURBALINGGA  - Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto meminta para pelaksana proyek pembangunan yang progres pekerjaanya  belum sesuai target agar dikebut penyelesaianya. Dia tidak ingin ada pelaksanaan pekerjaan yang mengalami putus kontrak.

“Saya meminta DPU agar pekerjaan yang kritis terus  dipacu. Rekanan juga saya diminta kerja maksimal agar sama-sama meminimalkan putus kontra,” ujar Bupati saat melakukan pantauan ke sejumlah proyek insfrastruktur di Purbalingga, Selasa (2/12).

Pemantauan dilakukan bersama Sekda Imam Subijakto, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Susilo Utomo, Kepala DPU Sigit Subroto, Kepala Bappeda Setiyadi, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Pantauan diawali dari pelaksanaan pembangunan kios dan los pasar Sinduraja, kemudian meuju jembatan Kali Ranu, Peningkatan Jalan Lingkar Pasar Sinduraja dan terakhir di Jembatan Linggamas Kedungbenda Kecamatan Kemangkon.

Dikatakan Bupati, pemkab Purbalingga terus berupaya agar pelaksanaan pekerjaan tahun 2014 tidak ada yang mengalami putus kontrak. Meski demikian kalau ada kegiatan yang  sampai batas clossing date tidak selesai maka putus kontrak tidak bisa lagi dihindari.

“Meski putus kontrak harus dilaksanakan, kami akan mengusulkan agar  kelanjutan pekerjaan dapat diluncurkan dalam APBD awal sehingga masa penantianya tidak terlalu lama,” kata Kepala DPU Sigit Subroto.
Menurutnya, proyek pekerjaan yang paling kritis dan terancam putus kontrak diantaranya adalah  pekerjaan jalan Danasari – Sirau  yang hingga kini baru selesai  60 persen. Padahal batas waktu penyelesaian pekerjaan hingga 10 Desember mendatang. Lainnya adalah pekerjaan saluran irigai Pining di wilayah Kecamatan Rembang yang baru selesai 50 persen.

“Dari hasil pemantauan tadi , pekerjaan jembatan Sungai Ranu pada ruas jalan Sinduraja (Gambiran) juga rawan  putus kontrak. Pekerjaanya baru selesai 60 persen. Termasuk pekerjaan jalan tembus pasar Sinduraja baru dikerjakan kurang dari 50 persen. Ini juga kritis, perlu percepatan,” jelasnya.

Sigit Berharap, dari tahun ke tahun ada pengurangan pekerjaan yang putus kontrak. Kalau tahun ada enam rekanan putus kontrak, tahun ini akan diusahakan kurang dari enam. “Syukur hanya dua yang memang tidak dapat diharapkan bisa dikebut. Karena sisa pekerjaanya memang masih terlalu banyak,” katanya.

Saat di lokasi pembangunan lanjutan Jembatan Linggamas, pelaksana proyek dari PT Daya Samudra Cipta Mandiri, Tri Haryono mengaku siap menyelesaikan pekerjaan dengan tambahan waktu 6 hari. Seharusnya proyek lanjutan bantuan gubernur (Ban-Gub) itu harus sudah selesai 6 Desember lusa.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPU dan meminta tambahan waktu 6 hari dari batas waktu penyelesaian. Kami yakin seluruh pekerjaan bisa diselesaikan,” katanya.

Saat ini, pekerjaan pengecoran jembatan sudah selesai. Tinggal melanjutkan pekerjaan pengecoran badan jalan yang menghubungkan jalan utama desa Kedungbenda dengan Jembatan. Selain itu pekerja lainnya juga terlihat tengah melakukan pekerjaan finising pada beberapa bagian jembatan dan badan jalan yang sudah dicor. (Kabare Bralink - Humas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis