Headlines News :
purbalingga
Home » » Libur Nasional, Buruh Pabrik Masih Tetap Masuk Kerja

Libur Nasional, Buruh Pabrik Masih Tetap Masuk Kerja

Written By Kabare Bralink on Saturday, December 26, 2015 | 2:20 PM

PURBALINGGA- Libur nasional dalam rangka memperingati dua hari besar keagamaan yakni Maulid Nabi dan Natal tahun ini tak serta merta bisa dinikmati para buruh atau karyawan pabrik rambut di Purbalingga. Masih banyak pabrik yang tetap mempekerjakan karyawan dengan berbagai alasan.
Pantauan Radarmas di Jalan Ahmad Yani Kandanggampang Purbalingga, sejak pagi kemarin buruh pabrik masih hilir mudik masuk kerja. Bahkan, mereka masuk seperti hari biasa dan dengan jam kerja normal.  Sejumlah karyawan yang enggan namanya dikorankan mengatakan, mereka tetap masuk karena libur akan diganti pada kisaran tanggal 1-3 Januari tahun depan. Akhir tahun ini juga perusahaan sedang merampungkan target produksi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purbalingga, Ngudiarto SH menegaskan, pada hari libur nasional seperti ini seharusnya karyawan diliburkan. Namun jika ada kesepakatan internal seperti diganti hari lain, juga harus dihargai dan akan dipantau realisasinya.
Jika perusahaan melanggar kesepakatan itu, maka dinas siap memberikan sanksi maupun teguran keras. Termasuk jika ada perusahaan yang menyanggupi libur ini sebagai lembur, maka upah lembur tersebut harus direalisasikan kepada para karyawannya.
“Sampai kemarin secara tertulis kami belum menerima laporan perusahaan yang memberlakukan lembur pada libur Natal ini. Namun ada perusahaan yang melalui telepon sempat mengatakan lembur. Kami menyayangkan karena seharusnya sebelum ada lembur, perusahaan wajib melaporkannya kepada dinas,” paparnya, kemarin.
Pihaknya siap mengawasi dan memantau semua perusahaan yang tetap mempekerjakan karyawan saat hari libur nasional. Namun dengan catatan ada laporan dari karyawan jika hak- haknya tidak dipenuhi sesuai kesepakatan.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purbalingga, Supono Adi Warsito mengaku berang melihat libur hari besar keagamaan dinodai dengan ulah perusahaan yang tetap mempekerjakan karyawan. Meski secara aturan bisa diganti hari lain, namun secara etika, hal itu tidak menghargai pemerintah dan agama.
“Saya awal pekan depan akan menghadap Forum Koordinasi Umat Beragama dan MUI Purbalingga. Kita akan sikapi ini dengan serius, karena menyangkut isu yang besar. Apalagi sudah ada penetapan sebagai hari libur nasional,” tandasnya.

(Kabare Bralink/RadarBanyumas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis