Headlines News :
purbalingga
Home » » Penolakan Ujicoba Taksi Dilakukan Oleh Osaka Purbalingga

Penolakan Ujicoba Taksi Dilakukan Oleh Osaka Purbalingga

Written By Kabare Bralink on Thursday, December 17, 2015 | 10:53 AM

PURBALINGGA – Taksi, merupakan kendaraan umum yang bersifat “exclusive”. Di kota besar seperti Jakarta, keberadaan taksi memang sangat diperlukan. Banyak kalangan yang suka memanfaatkan keberadaan kendaraan umum exclusive itu. Meskipun mereka harus merogoh kantong tebal, tetapi tetap rela demi kenyamanan dan terjaminnya barang-barang yang dibawa.

Dilihat dari segi keamanan dan kenyamanan taksi memang lebih aman ketimbang naik bis atau pun angkot yang berdesak-desakan. Belum lagi, kalau ada copet yang berkeliaran, barang bawaan pun kadang raib oleh si pencopet.

Taksi, juga merupakan primado di tempat-tempat umum yang strategis, seperti halnya bandara maupun stasiun kereta api. Di Purwokerto, keberadaan taksi juga penting, mereka “stand by” 24 jam di sekitaran staisun Purwokerto. Hal ini memang bertujuan untuk mencari penumpang yang baru keluar dari stasiun. Terlebih, ketika penumpang itu sampai di stasiun Purwokerto saat malam hari, tentulah mereka memerlukan kendaraan yang aman dan nyaman. Dan taksi adalah pilihan yang tepat.

Seiring perkembangan zaman, taksi itu memang diperlukan, apa lagi kota berkembang seperti Purbalingga itu merencanakan pembangunan bandara di Wirasaba. Bukan tidak mungkin lagi, pasti taksi sangat diperlukan. Namun, jika wacana tersebut belum rampung, maka ada beberapa yang protes untuk diadakannya taksi di Purbalingga.

Hal ini seperti yang dilansir Satelitpost, bahwa Organisasi Sopir dan Awak Angkutan Kota (Osaka) Purbalingga menentang rencana ujicoba pengoperasian Kopajar Taksi Purbalingga pada 2016 besok. Rencana tersebut dianggap tidak sesuai hasil kesepakatan antara Osaka dan pemkab setempat.

Rohman (38) anggota Osaka Purbalingga asal Bukateja mengatakan, sesuai kesepakatan di awal, pengadaan taksi di Purbalingga baru akan dilakukan ketika Lanud Wirasaba sudah bisa menjadi bandara komersil.

(Kabare Bralink/Google Image)

"Laa kie bandara be durung genah koh wis arep ngetokna taksi. Ya jelas kami para sopir angkot ga setuju mas," katanya saat ditemui Satelitpost di tempat ngetemnya, Selasa (15/12).
Anggota Osaka lainnya, Warso (39) menjelaskan, dengan beroperasinya taksi tanpa ada aturan yang jelas, bisa menimbulkan dampak buruk kepada sopir angkot. Bahkan bisa juga menimbulkan pertengkaran antara sopir angkot dengan sopir taksi.

"Sekarang saja sepi penumpang, apalagi nanti kalau ada taksi. Jelas ini efeknya ga bagus buat kami," katanya. Seharusnya, kata Warso, dibuat dulu aturan dan regulasi seperti yang pernah disosialisasikan dulu.

Ketua Osaka Purbalingga, Sohirun mengungkapkan, pengadaan taksi di daerahnya dinilai terlalu terburu-buru. Pasalnya, belum ada hasil kajian dan studi kelayakan tentang kebutuhan masyarakat lokal terhadap taksi.

"Mewakili rekan-rekan sesama pengemudi angkot, saya juga tidak sepakat kalau dioperasikan tanpa ada regulasi," katanya.‎

Nah, dadi apike kepriwe kie? Arep ana taksi, bandara ben urung jelas komersil apa dudu. Wis kayak kue, siki angkote juga pada sepi, amerga wong Purbalingga siki sedela-dela numpmake motor....

(Kabare Bralink/Satelitpost)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis