Headlines News :
purbalingga
Home » » Pasar Hewan Purbalingga Perlu Lokasi Khusus Untuk Pedagang Sapi

Pasar Hewan Purbalingga Perlu Lokasi Khusus Untuk Pedagang Sapi

Written By Kabare Bralink on Friday, January 29, 2016 | 7:43 AM

PURBALINGGA - Pasar Hewan Purbalingga rencananya akan dilengkapi dengan area khusus untuk para pedagang hewan besar khususnya sapi. Wacana itu sudah ada sejak lama menyusul berhenti beroperasinya dua pasar hewan di Bobotsari dan Bukateja yang selama ini menyediakan transaksi jual beli sapi.

Dikatakan Kepala Pasar Hewan Purbalingga, Bambang Sugeng Winarhadi, selama ini pasar hewan Purbalingga hanya menyediakan areal untuk jual beli hewan ternak kecil, berupa kambing dan berbagai jenis unggas. Sehingga dengan tidak beroperasinya pasar sapi, ada keinginan dari para pedagang agar Pasar Hewan Purbalingga juga menyediakan lokasi untuk pasar sapi.

Wacana untuk dikembangkan agar dapat menjadi pasar sapi sudah ada. Namun untuk menyediakan lokasi perlu perluasan area pasar hewan,” jelas Bambang, Kamis (28/1).

Bambang Sugeng menuturkan, saat ini Pasar Hewan yang berada di komplek Terminal Bus dan Pasar Segamas Purbalingga selalu ramai ketika hari pasaran yakni Senin dan Kamis. Selama hari pasaran, jumlah pedagang kambing yang berdagang di pasar tersebut mencapai 200 pedagang dengan jumlah hewan lebih kurang 500 ekor kambing. Sehingga tidak memungkinkan untuk dibarengkan antara sapi dengan kambing.

Kami berharap pemkab dapat segera melakukan perluasan pasar guna menampung keinginan pedagang sapi. Minimal harus ada penampung limbah atau kotoran sapi agar tidak mengganggu lingkungan,” jelasnya.

Dia merencanakan, operasional untuk pasar sapi nantinya akan dilaksanakan pada hari Selasa tiap pekannya. Bambang menambahkan, selain untuk pemasaran hewan ternak kambing yang mencapai 500 ekor, tiap hari pasaran pasar hewan juga mampu melakukan transaksi 1000 ekor ayam. Harga kambing saat pasaran berkisar Rp. 2 juta untuk kambing lokal dan Rp. 3 juta untuk jenis Peranakan Etawa (PE).


Dari para pedagang tersebut, tiap tahun pihaknya mampu setor ke kas daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 210 juta. Uang tersebut berasal dari retribusi pedagang hewan dimana tiap ekor kambing dikenai tarif Rp. 2000 dan ayam Rp. 1500/keranjangnya.

(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis