Headlines News :
purbalingga
Home » » Refleksi Tahun 2015 : Gangguan Kamtibmas di Purbalingga Menurun

Refleksi Tahun 2015 : Gangguan Kamtibmas di Purbalingga Menurun

Written By Kabare Bralink on Friday, January 1, 2016 | 3:20 PM

PURBALINGGA – Sepanjang tahun 2015 gangguan kemanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Purbalingga  mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Kapolres Purbalingga AKBP Anom Setiadji saat Doa Bersama, Refleksi Dan Evaluasi Tahun 2015 di Pendapa Dipokusumo, Kamis malam (31/12).

Menurut Anom, pada tahun 2014 lalu, gangguan kamtibmas yang terjadi sebanyak 385 kasus. Pada tahun 2015 berkurang 46 kasus.

Anom menyatakan penurunan gangguan ini merupakan suatu prestasi bagi masyarakat Purbalingga karena kejahatan merupakan cerminan kehidupan masyarakat itu sendiri. Semakin masyarakatnya baik, kualitas kehidupannya juga baik, tentunya gesekan atau gangguan kamtibmas juga semakin berkurang.

“Akan tetapi, teori orang dahulu bilang, selama  masih ada orang hidup, selama dunia berputar, kejahatan selalu ada,”tuturnya. Anom juga menambahkan bisa jadi berkurangnya kejadian gangguan kamtibmas di Purbalingga dimungkinkan para pelaku kriminal beralih ke daerah lain.

Kasus Kriminal yang masih mendominasi di wilayah Purbalingga diantaranya adalah pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Usai pelaksanaan pilkada, kata Anom, kasus tersebut justru semakin meningkat, khususnya di wilayah Kecamatan Purbalingga dan Kalimanah dan Padamara.

Sementara itu, kasus kecelakaan lalu linta (lakalantas), trendnya memang menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun yang menjadi catatan kepolisian adalah tingginya angka kecelakaan motor yang justru seringkali terjadi di ruas jalan perkampungan atau jalan kecil di pinggiran/pedesaan bukan di jalan besar seperti jalan provinsi, kabupaten dan lain sebagainya.

Menurutnya, penyebabnya adalah kecerobohan pengendara, seperti pengendara yang belum cukup umur dan memiliki surat isin mengemudi serta tidak mengenakan perlengkapan safety seperti helm berstandar SNI. “Banyak yang mengalami kecelakaan anak-anak usia dibawah umur yang belum saatnya diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, Anom mengharapkan peran lingkungan yang dimulai dari keluarga terutama orang tua serta  peran kepolisian terdeka. “Saya juga tidak bosan-bosannya, mengajak agar bersama bertanggung jawab terhadap kemananan dan ketertiban Purbalingga,” tandasnya. (KB/Hms)

Tetap waspada lur... terus bocah nek urung cukup umur ya aja kon nggawani motor...

Foto : tribunews/shutterstock
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis