Headlines News :
purbalingga
Home » , , » Robohnya Patung Jenderal Kami...

Robohnya Patung Jenderal Kami...

Written By Kabare Bralink on Monday, January 4, 2016 | 3:57 PM

Jenderal Soedirman Purbalingga
Tak ada angin, tak ada hujan, tak ada gempa, tak ada pula mobil atau motor menderu di dekatnya, sebab saat itu lampu lalu lintas menyala merah, tiba-tiba braaak Patung Panglima Besar Jenderal Soedirman yang berdiri tegak dan kokoh di Jln. Mayjen Sungkono, Purbalingga roboh. Potongan kepala, badan, dan kaki patung Sang Jenderal pun berserakan di jalan.

"Ora nana angin, ora nana apa-apa ijig-ijig rubuh. Ujarkuaha ana mobil tabrakan jebul Patung Jenderal Sudirman rubuh," kata seorang pengamen yang biasa mangkal di perempatan tersebut kepada Kabare Bralink.

Patung yang ada di bundaran perempatan antara terminal dan Kantor Polres Purbalingga itu roboh sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu, 3 Januari 2016. Belum jelas apa penyebab pasti robohnya patung tersebut. Syukur tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Seusai kejadian, polisi dan warga segera bahu membahu membersihkan puing-puingnya.

Sontak kejadian tersebut menjadi trending topic bagi warga Purbalingga. Dunia maya pun riuh rendah membicarakan robohnya patung Sang Jenderal. Media nasional baik cetak maupun elektronik pun tak luput memberitakan kejadian itu.

Tak hanya analisis logis, robohnya patung itu pun dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis dan pertanda akan terjadi sesuatu peristiwa di Kota Knalpot itu. Namun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Purbalingga Sigit Subroto memperkirakan patung tersebut roboh karena bahan fiber yang digunakan untuk membangun patung itu sudah cukup tua dan mengalami pelapukan. Ia pun meminta tak dikait-kaitkan dengan hal yang aneh-aneh.
Sebagai informasi, patung itu diresmikan pada 31 Desember 2014. Anggaran pembuatan patung yang berdiri gagah menghadap ke arah selatan tersebut senilai Rp. 270 juta dari APBD Kabupaten Purbalingga

Pemerintah Kabupaten Purbalingga pun segera menindaklanjuti kejadian tersebut dengan dengan membentuk tim Investigasi. Tim terdiri dari unsur teknis dan non teknis, mulai dari unsur-unsur material bagunan dan unsur seni serta administrasi lainnya. “Dari hasil kajian akan digunakan untuk membuat kaputusan kedepannya,” ujar Kepala Bagian Humas Setda Purbalingga, Rusmo Purnomo, Senin (02/01).

Menurutnya, Pemkab akan segera membangun kembali patung tersebut. Namun, perlu diadakan kajian ulang yakni dari segi Detai Engineering Design (DED) dan perencaanaan anggarannya. “Perencanan DED akan dilaksanakan pada perubahan anggaran 2016, sedangkan untuk pembangunan kemungkinan bisa dilaksanakan pada tahun 2017,” katanya.

Purbalingga

Dengan robohnya patung sang Jenderal Besar, Pemkab juga akan melakukan pemeriksaan pada 3 patung dengan bahan yang sama, seperti Patung Knalpot di pertigaan Jalan AW Soemarmo, Patung dr.Goeteng Tarunadibrata di Kompleks RSUD, serta Patung Atlet Lempar Peluru di kompeks Stadion Guntur Darjono.

Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan salah satu pahlawan nasional asal Purbalingga. Jenderal Soedirman dilahirkan di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang pada 24 Januari 1916. Ia dikenal dengan heroismenya memimpin perang gerilya melawan Belanda dari atas tandu. Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 usai kembali dari medan perang di usia yang masih sangat muda, baru 34 tahun.

Atas jasa-jasanya, Soedirman dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan namanya kemudian banyak diabadikan menjadi nama jalan, universitas dan lain sebagainya. Patungnya pun tak hanya berdiri gagah di Purbalingga, kota kelahirannya, melainkan di juga di Purwokerto, Jakarta, Surabaya, Pacitan, Jogjakarta bahkan di Alor, Nusa Tenggara Timur.


Ya, semoga pemerintah segera membangun patung yang lebih baik. Jikapun tidak, namanya akan tetap dikenang sebagai pahlawan besar bangsa ini yang dilahirkan dari Purbalingga. Sebagai warga Purbalingga, mari kita teladani perjuangan Jenderal Soedirman.

(Kabare Bralink / Igoen)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis