Headlines News :
purbalingga
Home » , , , » Tokoh Purbalingga : Pak Kasur, Legenda Lagu Anak-Anak Indonesia

Tokoh Purbalingga : Pak Kasur, Legenda Lagu Anak-Anak Indonesia

Written By Kabare Bralink on Wednesday, January 6, 2016 | 2:19 PM

Lagu Anak

Anda tentu tak asing dengan lagu anak-anak seperti 'Balonku Ada Lima','Naik Delman', 'Potong Bebek Angsa', 'Bangun Tidur', 'Satu-satu' dan 'Dua Mata Saya' kan? Hampir semua anak di Indonesia bisa dan senang menyanyikannya lagu-lagu riang gembira itu. Ternyata sosok yang menciptakan lagu-lagu itu adalah Putra Purbalingga. Namanya Soerjono atau lebih dikenal dengan Pak Kasur. Pendidik dan pencipta lagu anak itu lahir di Desa Serayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah pada 26 Juli 1912. Ia merupakan bungsu dari delapan bersaudara keluarga Reksomenggolo.

Pak Kasur menamatkan sekolah HIS (setingkat SD) di Purbalingga dan meneruskan sekolahnya hingga tingkat MULO (setara SMP ) di Magelang. Namun, karena kurangnya biaya Pak Kasur putus sekolah dan merantau ke Yogyakata. Di kota Gudeg itu, Ia menjadi guru bantu di Ardjoena School di Yogyakarta. Sekolahnya kemudian bersedia membiayai pendidikan guru secara formal di HIK atau Sekolah Guru Bantu karena melihat bakat dan potensinya yang besar.

Pada masa perjuangan melawan Jepang, Pak Kasur turut bergerilya  di kawasan Jawa Barat. Pada masa itu Pak Kasur bertemu dengan Sadiyah, seorang pengurus PMI yang menjadi kemudian menjadi istrinya dinikahi pada tahun 1945. Dari pernikahanya dengan Sadiyah yang juga dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak, kemudian dikenal dengan Bu Kasur,  Ia dikaruniai lima orang anak.

Setelah era perang kemerdekaan, Ia bersama keluarga pindah ke Jakarta dan berprofesi sebagai guru dan anggota Badan Sensor Film yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. Pada saat itu Ia juga mengasuh siaran anak-anak di RRI Jakarta. Pada era itu, tahun 1950-an, acaranya tidak hanya digemari di Indonesia tetapi juga oleh anak-anak Singapura sehingga Ia diminta menyelenggarakan siaran anak-anak di Radio Singapura. Inilah pertama kali Pak Kasur memperkenalkan budaya bangsa Indonesia ke luar negeri.Sete1ah itu, Ia sering berkunjung ke beberapa negara di asia dan eropa dalam rangka mempromosikan kebudayaan dan pendidikan anak-anak.

Kemudian, Pak Kasur juga melihat bahwa film bisa berfungsi sebagai media pendidikan. Ia kemudian menulis cerita dan difilmkan diantaranya: Amrin Membolos, Siulan Rahasia dan Harmonika. Selain itu, ia juga menulis buku percakapan 'Dama-Dami' dalam tiga jilid serta 'Selamat Sore Bu' sebanyak tiga berjilid.

Secara keselurahan Pak Kasur menciptakan 200 lagu yang dikasetkan tahun 1985. Tahun 1978 melalui Yayasan Setia Balita dengan ketuanya Ibu Kasur didirikanlah TK Mini Pusat beralamat di Jl. Cikini V/2 Jakarta Pusat. TK mini pusat ini berkembang singkat cepat dan telah membuka cabangnya di beberapa tempat diantaranya di Pejaten Pasar Minggu, juga di Cipinang Indah Real Esate Jl. Nusa II.

Pak Kasur meninggal pada 26 Juni 1992 di usia 78 tahun. Selain berbagai karyanya, Pak Kasur juga memiliki anak didik yang kemudian melanjutkan kecintaanya kepada dunia pendidikan dan anak-anak seperti, Heny Poerwonegoro, Ateng serta Seto Mulyadi.

Ada cerita menarik dari tentang perubahan namanya dari Soerjono menjadi Kasur. Alkisah, saat itu karena akrab dengan dunia anak-anak, rekan-rekannya memanggilnya 'Kak Soer'. Panggilan itu kemudian disingkat dan ditasbihka menjadi namanya Kasur.

Nyanyi yuh, "balonku ada lima, rupa-rupa warnanya, hijau kuning kelabu, merah muda dan biru. Meletus balon hijau.. Dorrr..."

Suwun ya Pak Kasur. (Kabare Bralink / Igoen )

*Diolah dari berbagai sumber. Foto : Bobo, Kaskus

Sedulur, Kabare Bralink akan secara rutin menuliskan tokoh-tokoh asal Purbalingga. Silahkan kirim tulisan dan usul yah.. bisa dikirim ke kabarebralink@gmail.com

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis