Headlines News :
purbalingga
Home » » Gizi Buruk Menerpa Balita Dari Desa Muntang

Gizi Buruk Menerpa Balita Dari Desa Muntang

Written By Kabare Bralink on Wednesday, February 24, 2016 | 4:29 PM

Digendong ibunya, satu pasien gizi buruk dari Desa Muntang
PURBALINGGA – Masalah kesehatan untuk balita di Purbalingga masih terus bergulir. Dari Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, ada satu pasien yang masih bayi mengalami gizi buruk, dia bernama Adwa Adida Fajri. Selain gizi buruk, anak tersebut juga terkena penyakit lainnya. Saat ini, pasien tersebut ditangani oleh Dinas Kesehatan Purbalingga.

Iya benar, saat ini ada satu pasien anak balita dari Desa Muntang yang sedang dirawat di RS Goeteng, karena mengalami gizi buruk,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, dr. Nonot Mulyono, saat dikonfirmasi Rabu (24/2).

Menurut Nonot, berdasarkan laporan tim dari Dinkes kabupaten serta pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Daerah, dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, selain mengalami gizi buruk, pasien juga menderita penyakit tuberkulosis (TBC) dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) serta berat badan hanya 3,5 kilkogram.


Untuk itu, kami sudah menindaklanjuti pasien tersebut dengan memberikan fasilitasi berupa pembebasan dari semua biaya selama menjalani perawatan,” jelasnya.

Untuk kasus gizi buruk di Purbalingga, sampai saat baru tercatat baru satu orang, atas nama Adwa Adia Fajri warga Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon. Sedangkan untuk semua kasus gizi buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga telah menyiapkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kita sudah siapkan untuk semua kasus gizi buruk di Purbalingga melaui Jamkesda dan semua penanganan kasus tersebut tidak ada biayanya alias gratis,” terangnya.

Kepala Desa Muntang melalui Kepala Urusan Kesejateraan (Kaur Kesra), R.R. Hendarti menuturkan, anak keempat dari pasangan suami istri Sutiman dan Susmiatun kesehariannya bekerja serabutan mulai bertani dan menjadi kuli bangunan serta kuli pencari pasir di desanya. Pihaknya berharap, agar kasus gizi buruk yang dialami salah satu warganya bisa sembuh.

Mengingat keadaan ekonomi yang bersangkutan hanya sebagai buruh serabutan, kami berharap pemerintah kabupaten dapat membebaskan semua biaya sampai sembuh,” pintanya.


(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis