Headlines News :
purbalingga
Home » » Purbalingga Perlu Perpustakaan Digital Yang Mengangkat Konten Lokal

Purbalingga Perlu Perpustakaan Digital Yang Mengangkat Konten Lokal

Written By Kabare Bralink on Friday, March 4, 2016 | 10:33 AM

PURBALINGGA - Jika mendengar kata Purbalingga, mungkin yang muncul dibenak orang yang mengenalnya adalah rambut palsu, bulu mata dan knalpot. Yah itulah industri terbesar yang dihasilkan dari kabupaten ini. Tapi jika ingin mengetahui sejarah Purbalingga atau dongeng rakyat Purbalingga, mungkin kita akan sulit mencarinya. Belum banyak atau bahkan belum ada buku-buku di pasaran yang banyak bercerita tentang Purbalingga. Untuk memperkenalkan Purbalingga kepada khalayak atau bahkan secara internasional, perlu adanya ruang penyebaran informasi tentang Siapakah dan Apakah Purbalingga itu. Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga di bawah Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Purbalingga merupakan sebuah instansi Pemerintah yang sudah selayaknya menjadi agen informasi yang dapat turut memperkenalkan Kabupaten Purbalingga ke ranah publik. Salah satu gagasan tersebut adalah dengan membangun Institutional Repository yang dikemas dalam Perpustakaan Digital Purbalingga.

Apakah yang dimaksud Institutional Repository?
Institutional Repository atau simpanan kelembagaan merupakan koleksi lokal yang dimiliki oleh sebuah lembaga perpustakaan yang tidak dimiliki oleh lembaga perpustakaan lainnya. Koleksi ini menjadi koleksi khas atau pembeda yang memberikan ciri dari perpustakaan tersebut. Koleksi lokal yang dihasilkan oleh masyarakat Purbalingga yang tersimpan pada lembaga-lembaga pemerintah atau swasta di Kabupaten Purbalingga merupakan sumber utama keberadaan konten lokal. Koleksi ini tidak akan banyak berarti jika tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, terlebih lagi hanya disimpan dalam ruang-ruang arsip atau gudang yang tergeletak begitu saja. Padahal karya-karya tersebut merupakan hasil pemikiran atau bahkan penelitian para ahli di bidangnya. Dari setiap institusi tersebut tentunya memiliki banyak kekayaan intelektual yang dikerjakan oleh para staf atau karyawannya. Misalnya DINBUDPARPORA Kabupaten Purbalingga telah berhasil mendokumentasikan dongeng atau legenda rakyat Purbalingga, atau mungkin UMKM Purbalingga telah diangkat sedemikian rupa oleh DISPERINDAKOP, atau penelitian-penelitian lain yang dilakukan oleh guru-guru, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan lain-lain. Ini merupakan kekayaan intelektual yang tak ternilai harganya, namun banyak yang tidak terekspos dengan baik.

Lazimnya, penelitian yang dilakukan para staf di Instansi-instansi pemerintah tersebut hanya sebatas literatur kelabu yang tak dikelola dengan baik, dan di sinilah peran perpustakaan untuk dapat mengapresiasi karya tersebut agar dapat dikumpulkan, dialihmediakan, kemudian didiseminasikan atau dilayankan kepada khalayak sehingga dapat berdaya guna. Peran inilah yang akan mengangkat perpustakaan sebagai lembaga informasi yang memang dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Purbalingga, maka karya tersebut bisa dikelola dengan baik sebagai sebuah institusional repository yang kemudian dilayankan melalui Perpustakaan Digital Purbalingga.
Perpustakaan Digital

Perkembangan teknologi sudah merambah ke dunia perpustakaan. Saat ini bukan hanya sekedar otomasi perpustakaan saja, dimana pengunjung atau pemustaka dapat mencari katalog buku-buku di perpustakaan dengan komputer, namun koleksi dengan format digital bisa langsung diakses dengan mudah pada Perpustakaan Digital. Menurut wikipedia Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Melalui perpustakaan digital, pemustaka akan dimanjakan dengan kemudahan akses baik secara LAN atau WAN melalui komputer atau gadget yang dimiliki oleh pemustaka sendiri.

Pembangunan perpustakaan digital memerlukan sarana dan prasarana yang mendukung diantaranya, pertama komputer, dibutuhkan sebuah komputer utama yang bertindak sebagai server repository, Selain itu juga dibutuhkan komputer workstation yang akan digunakan pustakawan pengelola repositori bekerja. Didalam komputer server inilah nantinya akan ditanam perangkat lunak sistem repositori. Komputer yang akan digunakan sebagai server ini harus memiliki spesifikasi yang bagus agar handal ketika diakses oleh banyak pemustaka (users), dengan memperhatikan Processor, Memory, Media Penyimpanan (hardisk) yang cukup besar.

Kedua, alat bantu alih media, dalam proses alihmedia koleksi hardcopy di ubah kedalam bentuk digital, pustakawan membutuhkan perangkat alat bantu berupa hardware (scanner) dan software (aplikasi pengolah PDF/Offfice, Pengolah gambar, flipping book dll.) Ketiga, koneksi jaringan komputer, dibutuhkan koneksi 24 jam dan bandwith yang cukup serta jaringan pengamanan. Untuk masalah ini, pihak perpustakaan dapat berkoordinasi dengan unit teknologi informasi di institusinya (misal Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi) atau vendor telekomunikasi.

Kempat, Perangkat Lunak Repositori, Perpustakaan Kabupaten Purbalingga saat ini telah menggunakan program aplikasi INLISlite yang suport dengan adanya file digital, oleh karena itu koleksi digital yang dimiliki dapat dimasukan ke dalam aplikasi tersebut. Hal ini akan mempermudah proses penelusuran informasinya, karena dengan satu kali pencarian dapat sekaligus memperoleh informasi berupa bahan tercetak maupun bahan digital.
Kelima, SDM yang handal di bidang TI, alihmedia dan Pustakawan. Keberadaan digital library sejalan dengan adanya Institutional Repository sehingga dalam pembangunan Perpustakaan Digital Purbalingga diharapkan dapat mengembangkan konten lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Purbalingga. Keberadaan Institutional Repository pada sebuah perpustakaan akan memberikan ciri khas dari perpustakaan tersebut. Akses yang terbuka melalui internet akan memungkinkan pemustaka dapat lebih memanfaatkan koleksi tersebut secara bersama dan secara remote (jarak jauh). Melalui diseminasi konten lokal ini, diharapkan Kabupaten Purbalingga dapat dikenal secara nasional maupun Internasional mengenai keberadaannya dan segala potensi yang dimilikinya.

Institutional Repositori Purbalingga merupakan sebuah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan aset intelektual serta konten lokal Purbalingga sebagai salah satu bentuk pelestarian dan diseminasi ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Kemudahan tersebut tentunya menjadi pendorong munculnya karya ilmiah bermutu yang meningkatkan kreatifitas masyarakat. Institutional Repository yang dibangun pada Perpustakaan Digital Purbalingga menjadi salah satu inovasi Perpustakaan Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan pelayanan serta dekat dengan masyarakatnya.

Biodata Penulis
Nam : Feby Lestari Supriyono, SS., M.IP
Jabatan : Pustakawan Ahli Muda
Instansi : Kantor Perpustakaan & Arsip Daerah Kab. Purbalingga
Prestasi : Juara III Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

Email : febypurbalingga@gmail.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis