Headlines News :
purbalingga
Home » , » Lakon Arjuna Winisudo Akan Meriahkan Pagelaran Wayang Dengan Kelir Terpanjang Se-Indonesia

Lakon Arjuna Winisudo Akan Meriahkan Pagelaran Wayang Dengan Kelir Terpanjang Se-Indonesia

Written By Kabare Bralink on Monday, April 11, 2016 | 10:41 AM

PURBALINGGA – Wayang, sebuah pertunjukan seni yang sudah jarang dipentaskan. Untuk itu, dalam rangka menumbuhkan kembali kebudayaan tersebut digelar pemecahan rekor MURI Pentas Wayang dengan kelir terpanjang. Pentas wayang akan digelar di halaman pasar Segamas pada hari Senin, 11 April 2016 mulai pukul 19.00 sampai 12.30 WIB. Pagelaran wayang ini juga akan dimeriahkan oleh tujuh dalang dari anggota Persatuan Perdalangan Indonesia (Pepadi) Purbalingga.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga Drs. Subeno, SE, M.Si, mengatakan, pentas wayang dengan kelir sepanjang 56 meter itu akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana sebagai pentas wayang dengan kelir terpanjang. Sebelumnya, MURI pernah mencatat rekor serupa dengan panjang 51 meter.

Dengan pentas wayang ini, berarti Kabupaten Purbalingga mampu memecahkan rekor MURI pementasan wayang dengan kelir paling panjang se-Indonesia,” kata Subeno yang dihubungi disela-sela persiapan pentas di Halaman Pasar Segamas, Minggu (10/4).

Subeno memberi penjelasan, bahwa ketujuh dalang yang akan tampil dalam pentas itu masing-masing Tuwuh Permana Jati (Kaligondang), SBJ Utomo (Kalimanah), Rizky Widya (Purbalingga), Hafara Zulfikar (Bukateja), Sumitro (Rembang), dan Suyatno (Bojongsari). Dua dalang masing-masing Rizky dan Hafara merupakan dalang remaja yang berpotensi.

Pentas wayang tersebut juga akan dilengkapi dengan tujuh cempurit, 25 sinden yang terdiri 12 sinden muda dan 13 sinden dewasa, 34 orang pengrawit dan wiraswara untuk satu pangkon ageng gamelan dengan lima set demung dan lima saron. Serta Peniti wayang empat orang.

Jadi total tim pementasan untuk tujuh dalang sebanyak 77 orang,” jelas Subeno.

Dalam pentas wayang nanti, lakon Arjuno Winisudo yang dipentaskan akan menggambarkan sosok tokoh wayang Arjuno dan Dewi Woro Sumbodro. Dalam lakon tersebut ada kesamaan antara kelahiran hari dan bulan antara Arjuno dan Dewi Woro Sumbodro. Sebagai kesatria, keduanya saling bahu membahu mengemban tugas mensejahterakan masyarakat.

Dua tokoh ini layaknya mirip kepemimpinan pasangan Bupati Tasdi dan wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi. Secara kebetulan pula, keduanya memiliki kesamaan tanggal lahir dan bulan yang sama, yakni tanggal 11 bulan April. Pasangan ini saat ini memimpin Purbalingga dan menjadi kestria untuk mensejahterakan masyarakatnya,” kata Subeno.

Pentas wayang tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam. Pentas dibagi dalam beberapa sesi. Sesi awal prolog selama 15 menit menampilkan peristiwa lahirnya Arjuno dan Dewi Woro Sumbadra. Setiap dalang akan bermain secara interaktif dan bergantian dalam setiap sesianya. Kemudian sesi Jejer I Kahyangan Suralaya (15 menit), sesi Limbukan (20 menit), Tunggul Malaya (10 menit), Budhalan (15 menit), adegan Candhakan Putra Pandawa (10 menit), dan perang (15 menit). Kemudian Jejer II Amarta (15 menit), Gara-gara (20 menit), Jejer Patet Sanga Sapta Arga (15 menit), Cakilan (15 menit), Adegan Candakan Patet Sanga (10 menit), Jejer Manyuro Kahyangan (20 menit), dan perang Tayungan (10 menit).

Dalam sesi Limbukan dan Gara-gara akan disisipi pesan-pesan dan informasi tentang visi misi Bupati Tasdi dan Wabup Dyah Hayuning Pratiwi, serta visi pengembangan pariwisata dan budaya Purbalingga,” jelas Subeno.

Sedulur, mengko bengi aja kelalen, ya.. Nonton wayang sing kelire dawa banget..


(Kabare Bralink/Wisata)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis