Headlines News :
purbalingga
Home » » Ada Apa, Ya? Paska Lulus, Mereka Padati Kantor Dinsosnakertran

Ada Apa, Ya? Paska Lulus, Mereka Padati Kantor Dinsosnakertran

Written By Kabare Bralink on Tuesday, May 10, 2016 | 11:55 AM

Antrian panjang di depan kantor Dinsosnakertran
PURBALINGGA – Sebagian siswa setelah lulus SMA/SMK/MA/Sederajat mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Namun nyatanya, di Purbalingga, tidak semua siswa paska lulus akan melanjutkan kuliah. Sebagian dari mereka langsung terjun ke dunia kerja. Dengan begitu, Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Purbalingga diserbu pencari Kartu Kuning. Mereka membuat kartu pencari kerja itu nantinya akan digunakan untuk melamar kerja di perusahaan baik di Purbalingga maupun di luar kota.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans, Suharmanto, Senin (9/5) mengungkapkan, dibanding pekan lalu, jumlah pencari kartu kuning mengalami kenaikan dua kali lipat. Terlebih lagi, pekan lalu kantornya libur empat hari.

Hari ini (kemarin-red) yang antri banyak. Hari biasa paling banyak 50 orang, tadi siang sudah 80 orang yang dilayani, yang belum masih ada puluhan menunggu di luar,” katanya.

Dari hasil rekap sementara, para pencari kartu kuning itu, sebagian besar akan digunakan untuk melamar kerja di perusahaan bulu mata dan rambut palsu di Purbalingga. Sisanya digunakan melamar di perusahaan di luar kota yang biasanya lewat bursa kerja khusus (BKK).

Setiap usai pengumuman kelulusan SMA sederajat selesai, biasanya memang banyak yang cari kartu kuning. Kondisi ini bisa berlangsung selama seminggu. Selain itu, permintaan kartu kuning juga ramai pascalebaran,” katanya.

Salah satu pencari kartu kuning, Wulan asal Dusun Kutabarang, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari mengaku datang ke Dinsosnakertrans untuk mencari kartu kuning sebagai syarat melamar kerja di salah satu perusahaan rambut palsu di Purbalingga.

Sementara itu teman Wulan yang masih satu desa, Rizki mengaku mencari kartu kuning untuk melamar kerja di sebuah hotel di Jakarta. Ia akan ikut saudaranya yang sebelumnya sudah bekerja di tempat itu.


(Kabare Bralink/Humas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis