Headlines News :
purbalingga
Home » » Purbaligga Sabet Terus Rekor Muri, Tak Terkecuali Ibu Menyusui

Purbaligga Sabet Terus Rekor Muri, Tak Terkecuali Ibu Menyusui

Written By Kabare Bralink on Thursday, August 11, 2016 | 3:33 PM

PURBALINGGA - Untuk memperingati hari pekan Air Susu Ibu (ASI), yang jatuh di bulan Agustus, Purbalingga kembali menggelar gerakan ibu-ibu menyusui anaknya. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan baik waktu dan tempat, di GOR Mahesa Jenar, Kamis (11/8). Kegiatan yang melibatkan 1.471 ibu menyusui itu membawa Purbalingga kembali menyabet Rekor Muri.

Eksekutuf Manager Muri, Sri Widayati mengatakan kegiatan ini resmi menumbangkan rekor muri yang sudah ada yang diperoleh Kabupaten Banyumas pada Desember 2013 sebanyak 991 peserta. Kegiatan ibu menyusui terbanyak di Kabupaten Purbalingga resmi tercatat di rekor muri yang ke 7.523.

Kami anugrahkan piagam penghargaannya kepada bupati selaku pemrakasa dan dinkes sebagai penyelengara serta kemenkes sebagai pendukung kegiatan tersebut,” kata Widayati.

Untuk bisa tercatat di rekor Muri harus ada 4 kriteria yang biasa dinamakan PPUL yang terdiri dari singkatan paling, pertama, unik dan langka. Dan kegiatan tersebut telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Muri dengan jumlah terbanyak.

Baca juga : 

Sedangkan Bupati Purbalingga mengatakan, rekor Muri ini merupakan rekor salah satu prestasi yang dilaksnakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dari rekor Muri Ibu menyusui tersebut diharapkan dapat menurunkan kematian bayi di Purbalingga.


Bagi ibu yang telah melahirkan hukumnya wajib untuk menyusui anak-anaknya agar tumbuh sehat,” kata Tasdi.

Salain itu Bupati juga mewajibkan semua perusahaan di Purbalingga yang sebagian besar di dominasi oleh para wanita agar pelayanan kesehatan harus dilakukan. Terutama pelayanan terhadap ibu-ibu yang sedang hami atau telah melahirkan untuk bisa memberikan susunya kepada anaknya.

Pada kesemapatan itu Bupati juga menganti Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Panti Nugroho menjadi Rumah Sehat Ibu dan Anak. Penggantian nama itu diharapkan ibu dan anak di Purbalingga yang dirawat di rumah sakit tersebut menjadi sehat.

Sedangkan Kepala dinas, Yulianto Prabowo mengatakan pra kehamilan dan saat persalinan adalah momen yang paling didambakan oleh seorang ibu, oleh karena itu keselamatan ibu dan bayi harus menjadi perhatian oleh semua pihak.

Tidak sampai di situ saja, imunisasi mulai dini (IMD), imunisasi dasar lengkap, dan pemberian ASI eksklusif juga harus diberikan secara ekstra untuk tumbuh kembang si bayi,” tambahnya.

Menteri kesehatan (menkes) , Nila Farid Moeloek mengatakan, dilihat dari esensi kesehatan, ibu menyusui sangat baik bagi ibu dan si anak, karena asi tidak bisa digantikan dengan yang lain. Dengan memberikan dekapan dan belain kepada si anak, berdampak pada perkembangan IQ anak semakin baik.

Dengan IQ yang baik akan menghasilkan anak-anak yang berkualitas yang kelak akan mejadi penerus bangsa yang kuat,” kata Nila

Menkes juga menambahkan dengan kesehatan yang baik diharpkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan bisa mengisi kemerdekaan dengan prestasi.

Pada kegiatan itu juga di luncurkan Kartu Purbalingga Sehat (KPS), peluncuran sistem informasi kamar kosong di rumah sakit sekitar Kabupaten Purbalingga yang berbasis android. Aplikasi tersebut bisa didonwload di play store dengan nama ER-RS (empty room-rumah sakit). Kemudian peluncuran sistem informasi dan manajemen puskesmas.


(Kabare Bralink/Humas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis