Headlines News :
purbalingga
Home » » Purbalingga Mengembangkan Budidaya Padi Rendah Emisi

Purbalingga Mengembangkan Budidaya Padi Rendah Emisi

Written By Kabare Braling on Friday, September 16, 2016 | 11:17 AM

Pengukuran Gas Rumah Kaca di Lahan Budidaya Padi
Purbalingga – Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu lokasi demplot percontohan Budidaya Padi Rendah Emisi. Ujicoba yang diinisiasi dari program GELAMA I (Green Economy Locally Appropriate Mitigation Action in Indonesia) itu dilaksanakan di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

”Ternyata budidaya padi menjadi salah satu kegiatan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam hal ini metana dalam jumlah cukup besar, budidaya padi dengan menggunakan metode Climate Smart Agriculture (CSA) yang kita terapkan disini tebukti bisa menekan emisi gas rumah kaca,” kata Dr Prihasto Setyanto, Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) pada saat Farmer Field Day di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Rabu (14/09).

Menurutnya, dengan kenaikan jumlah penduduk permintaan beras juga akan meningkat yang tentu saja akan diiringi dengan kenaikan emisi dari budidaya padi. Sistem Budidaya Padi yang ramah iklim menjadi solusi persoalan tersebut.

Fasilitator GELAMA I, Sutoyo menambahkan lahan sawah yang umumnya dikelola dalam keadaan tergenang air menjadi penyebab ttimbulnya emisi metana yang dihasilkan dari proses dekomposisi anaerobik bahan organik. Penyebab lainya timbulnya emisi adalah dari penggunaan pupuk, pestisida dan pembakaran jerami. Selain rendah emisi, budidaya padi ramah iklim juga diupayakan tetap menjaga produktivitas pertanian.

”Intervensi utama dalam teknologi ini adalah pengaturan irigasi dengan sistem berselang (intermittent), pengelolaan nutrisi yang tepat dan pengelolaan hama terpadu,” katanya.

Teknologi yang diterapkan merupakan rekomendasi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian (BALINGTAN) dalam Climate Smart Paddy Rice Cultivation System (Care-Rice) in Indonesia. Penerapan uji coba CSA menggunakan pendekatan Sekolah Lapangan, dimana petani   mengikuti proses belajar secara langsung di lapangan.

Hasil ujcoba panen yang dilaksanakan kemarin tetap berproduksi tinggi dan bisa menekan emisi. ”Kami ucapkan terimakasih, Purbalingga menjadi salah satu lokasi percontohan, harapan kami kedepan bisa diaplikasikan secara masal sehingga tercipta budidaya padi yang rendah emisi namun tetap berproduksi tinggi,” ujar Hafidah Khusniaty, Plh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dintanbunhut Purbalingga.


(Kabare Bralink)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis