Headlines News :
purbalingga
Home » » Mantap, Film Karya Pelajar SMA ini Berhasil Raih Piala Dewantara!

Mantap, Film Karya Pelajar SMA ini Berhasil Raih Piala Dewantara!

Written By Kabare Braling on Tuesday, October 11, 2016 | 2:43 PM

Film berlatar korban ’65 'Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!' dan 'Izinkan Saya Menikahinya' karya pelajar SMA Negeri Rembang Purbalingga berhasil menggondol Piala Dewantara pada malam penganugerahan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 yang digelar di Grand Kawanua Convention Centre Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 8 Oktober 2016.

Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!” sutradara Ilman Nafai raih Film Terbaik kategori Apresiasi Film Dokumenter Pelajar/Mahasiswa. Film ini tentang tiga eks-Cakrabirawa asal Purbalingga yang berkisah bagaimana kejadian dimalam tragedi itu dan hari-hari setelahnya.

Penghargaan ini untuk para korban ’65 yang selama ini tidak pernah mendapat pengakuan resmi Negara. Dan penghargaan bagi dunia film di Banyumas Raya. Karena film, kami jadi belajar bagian sejarah kelam Indonesia,” jelas siswa kelas XI ini.

Sementara film 'Izinkan Saya Menikahinya' sutradara Raeza Raenaldy Sutrimo raih Film Terbaik kategori Apresiasi Film Pendek Pelajar. Film yang diangkat dari kisah nyata ini berkisah tentang kebahagiaan Suryati yang terenggut lantaran sepucuk surat penolakan izin menikah dari atasan calon suaminya, Suryono, dengan alasan KTP kakek Suryati berlabel ET (eks-tapol).

Menurut Raeza, tidak mudah membuat film berlatar korban ’65 karena efeknya, ekskul sinematografi di mana selama ini mereka belajar film, dibubarkan sepihak oleh sekolah. “Kami menganggap ini resiko berkarya, karena sejatinya tidak ada yang bisa membendung kreativitas. Beruntung, masih ada Cinema Lovers Community (CLC) yang menjaga kami,” tegas siswa yang sudah duduk di bangku kelas XII ini.

Sebelumnya, kedua film yang diproduksi tahun 2016 di bawah bendera Gerilya Pak Dirman Film ini sempat menjadi Film Dokumenter dan Film Fiksi Terbaik Pelajar SMA se-Banyumas Raya di ajang Festival Film Purbalingga (FFP) Mei 2016 lalu.

Salah satu juri yang juga ahli filsafat, Tommy F Awuy mengatakan, kedua film ini menang karena pembuatnya yang masih pelajar mengangkat tema yang menarik dalam sejarah Indonesia yang layak diketahui masyarakat umum.

Juri lain, aktor Lukman Sardi, menilai film anak-anak desa ini mampu berbicara banyak dengan kesederhanaannya, namun tegas dalam pemilihan tema cerita. “Film-film pelajar ini mampu memberikan suntikan semangat untuk tetap optimis dengan perkembangan perfilman Indonesia,” ujarnya.

Dalam setiap pergelaran festival yang digagas Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2012 ini, pegiat film Purbalingga selalu turut aktif meramaikan.


(Kabare Bralink/CLC)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis