Headlines News :
purbalingga
Home » , » Pecahnya Pawai Budaya di Festival Gunung Slamet 2016

Pecahnya Pawai Budaya di Festival Gunung Slamet 2016

Written By Kabare Braling on Sunday, October 16, 2016 | 2:52 PM

PURBALINGGA – Dalam rangkaian acara Festival Gunung Slamet (FGS) ke-2 di hari puncak, sangat meriah. Pasalanya kegiatan tersebut merupakan parade budaya dan kesenian dari Rest Area Serang, Karangreja, Purbalingga, Sabtu (15/10). Warga Desa Serang mengikuti dengan membawa hasil bumi yang selama ini telah dihasilkan. Hasil bumi tersebut berupa sayuran, buah-buahan dan lainnya. Tak kalah menarik juga ada repeplika hewan atau binatang yang menjadi 'penunggu' gunung slamet selama ini.

Meski Gunung Slamet sering mengeluarkan lahar (aktif), tetapi tetap memberikan kesuburan dan kemakmuran tanah di sekelilingnya. Terbukti hasil panen melimpah dan tanahnya subur untuk ditanami sayuran, palawija dan buah lainnya. Untuk itulah, wujud syukur terangkum menjadi satu dalam pawai budaya ini.
Pengunjung ikut berfoto pada pawai budaya di Rest Area Serang

Acara yang dimulai dari pagi itu sangat meriah. Terlebih antusias dari pengunjung yang ingin menyaksikan dan mengikuti 'Grebeg Sayur' serta kirab air dari ritual suci Sikoptiyah. Ditambah lagi dengan adanya ruwatan agung, rebutan tumpeng dan hasil bumi.
Persiapan kirab tumpeng

 Salah satu hasil bumi dari warga Serang

Kita ngegondol wortelnya :D

Semua lapisan masyarakat berbondong-bondong untuk menyaksikan dan mengikuti. Baik dari kalangan muda, tua dan anak-anak.
Persiapan kirab air suci Sikopyah

Repeplika Sapi, sebagai salah satu binatang yang 'penjaga' di G. Slamet

Dijelaskan juga oleh Kepala Desa Serang, bahwa acara ruwatan agung merupakan budaya yang harus dilestarikan ke anak cucu kita. Selain itu, acara ini juga menjadikan semua elemen bekerjasama dengan baik. Karena mereka semua bergotong royong dan menjunjung kerukunan.
Pak Subeno yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta

Setelah acara selesai, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga Subeno, dan pejabat terkait mengucapkan terima kasih atas sukses dan lancarnya Festival Gunung Slamet yang ke II. Dan dalam bentuk itu, mereka bersalaman kepada seluruh peserta 'Pembawa Lodong' dalam kirab air suci Sikopyah.

Dan harapannya, tentu saja agar FGS ke 3 di tahun depan semakin apik dan menjadi daya magnet para wisatawan baik dari daerah maupun luar Purbalingga.

Keistimewaan dari FGS ke 2, selain acara pawai budaya yang meriah, di malam harinya ditutup dengan Festival Jazz Gunung Slamet bersama Isyana Sarasvati.

(Kabare Bralink/Ery)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis