Headlines News :
purbalingga
Home » » Lalu, Seperti Apa Purbalingga dengan Smart City?

Lalu, Seperti Apa Purbalingga dengan Smart City?

Written By Kabare Braling on Wednesday, December 7, 2016 | 1:08 PM

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Tasdi berkomitmen mewujudkan konsep Smart City di kabupaten Purbalingga paling tidak dalam kurun waktu tiga tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi. Hal itu diungkapkan Bupati saat melakukan study banding penerapan smart city di Kota Bandung Jawa Barat.

Tahun pertama dan kedua kita harus menyelesaikan infrastruktur. Baru nanti pada tahun ketiga kita gerakan untuk bagaimana meningkatkan pelayanan masyarakat dengan mengembangkan konsep smart city,” ujar Bupati Tasdi usai mengunjungi Bandung Command Center, Selasa (6/12).

Komitmen Bupati untuk menerapkan konsep smart city di kabupaten Purbalingga terlihat saat dirinya melakukan kunjungan studi banding bersama kalangan media yang bertugas di Purbalingga. Rombongan Bupati yang didampingi asisten administrasi Gunarto dan Kabag Humas Rusmo Purnomo, diterima oleh Staf Ahli Walikota Bandung Bidang Perekonomian Keuangan Daerah dan Investasi, Dadang Gantina.

Usai menerima paparan pengembangan konsep smart city, Bupati Tasdi bersama rombongan melihat dari dekat pusat kendali kota Bandung di ruangan canggih Bandung Command Center yang berlokasi di area Balaikota.

Menurut Bupati, meski membutuhkan anggaran yang sangat besar namun penerapan konsep smart city harus segera dilakukan. Menurut Bupati, penerapan teknologi informasi dalam pelaksanaan smart city diyakini mampu meningkatakan pelayanan publik menjadi lebih efisien, sekaligus akan menghemat anggaran pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Nanti kita anggarkan Rp 55 miliar untuk mengembangkan ini (command center-red). Ya kita siap menerima hibah penerapan aplikasi dari Bandung,” tandasnya.

Staf Ahli Walikota Bandung Bidang Perekonomian Keuangan Daerah dan Investasi, Dadang Gantina menuturkan, Bandung Command Center dibangun pada 2014 dengan biaya Rp 27 miliar ditambah Rp 3 miliar untuk tambahan kekurangan fitur yang dibutuhkan. Dana tersebut belum termasuk biaya bandwidth yang mencapai Rp 7 miliar setaun , biaya aplikasi dan operator.

Saat ini kami memiliki 350 aplikasi dari target 1000 lebih aplikasi. 13 aplikasi diantaranya dapat dihibahkan untuk kabupaten/kota yang membutuhkan,” jelasnya.

Dijelaskan Dadang, ruang kendali BCC didukung oleh berbagai fasilitas seperti Global Positioning System (GPS) Tracking dan Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di daerah rawan pelanggaran lalu lintas, kriminalitas dan bencana. BCC ini, lanjut Dadang juga menjadi pusat data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga kebutuhan data untuk pengambilan kebijakan menjadi semakin cepat dan mudah.

Misalnya untuk pengurusan perijinan dengan sms (short massage service-red), sms nomor antian RSUD dan pembuatan KTP Disdukcapil, lapor keluhan warga, e-buggeting dan lainnya. Semua kegiatan OPD dan keluhan warga dapat dipantau dari command center ini,” jelasnya.

Adanya command center, lanjutnya, mampu membawa perubahan sangat banyak terhadap system pelayanan bagi masyarakat Kota Bandung, hingga mampu mewujudkan tingkat kebahagiaan masyarakat tertinggi di Indonesia.


(Kabare Bralink/Humas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis