Headlines News :
purbalingga
Home » » Idap Penyakit Langka, Gadis Berusia 17 Tahun Hanya Mampu Berbaring

Idap Penyakit Langka, Gadis Berusia 17 Tahun Hanya Mampu Berbaring

Written By Kabare Braling on Monday, January 30, 2017 | 11:51 AM

PURBALINGGA – Adalah seorang gadis yang bernama Feni Saputri Indahsari (17), namun kehidupannya tak seindah namanya. Ia tak bisa menikmati cerianya masa anak-anak, masa remaja hingga masa dewasa saat ini. Ia hanya bisa tergolek lemah tanpa daya di sebuah kamar sempit di rumahnya RT 3/RW 4 Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Gadis itu menderita Lumpuh Layuh (flaccid paralysis).

Hari-hari gadis yang biasa dipanggil Putri ini harus tergantung sang ibu. Mulai dari aktifitas makan hingga buang air besar, semua dilakukan dengan tekun oleh sang ibu, Tursinah (42). Untuk menghidupi Putri dan keluarganya, Tursinah hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah melalui program bantuan ODKB (Orang Dengan kecacatan Berat (ODKB) yang digelontorkan dari Kementerian Sosial.

Sebelum dapat bantuan dari pemerintah, saya pernah bekerja di pabrik rambut. Penghasilan yang saya peroleh untuk menghidupi keluarga dan merawat putri. Namun, saya akhirnya saya harus keluar demi merawat putri,” tutur Tursinah kepada Wabup Tiwi yang menengoknya, Jumat (28/1) sore.

Tursinah menuturkan, dirinya memutuskan untuk keluar bekerja dari sebuah pabrik rambut agar Putri bisa ditemani setiap saat. Ketika itu, sang suami bisa diajak bergantian untuk merawat Putri. Namun, kini ia harus menghadapi tantangan hidup itu sendiri. Sang suami memilih meninggalkan Tursinah dan Putri, pergi entah kemana.

Kini saya harus menghadapi semuanya, harus mencari tambahan penghasilan dan merawat anak Putri. Sampai kapanpun, saya tidak akan menyia-nyiakan anak saya. Apapun kondisinya, karena dia amanah Tuhan untuk saya,” isak Tursinah.

Untuk membiaya hidup sehari-hari, Tursinah mengaku hanya mengandalkan bantuan program ODKB yang besarnya Rp 600 ribu per bulan. Bantuan itu diberikan tiga bulan sekali dengan cara dirapel. Dengan uang Rp 1,8 juta, harus dicukupkan untuk biaya hidup selama tiga bulan. Bantuan itupun hanya sampai bulan Desember 2016. Untuk bantuan kedepan, Tursinah mengaku belum mengetahuinya, apakah masih ada atau tidak. Penghasilan lain, didapat dari bantuan tetangga yang memberikan pekerjaan serabutan dan bisa disambi karena tidak jauh dari rumah.

Semua harus saya syukuri karena ini sudah menjadi kehendak Tuhan, saya hanya bisa berserah kepada-Nya,” tutur Tursinah.

Tursinah mengungkapkan, kondisi Putri yang mengalami lumpuh sudah sejak bayi. Tulang-tulangnya seperti kaku, dan semakin bertambah usia justru tidak membesar. Tulangnya justru semakin mengecil. Kulitnya juga menjadi keriput. Tursinah sudah membawanya ke puskesmas, ke rumah sakit dan pengobatan alternatif lainnya, tetapi tak membuahkan hasil. Akhirnya Tursinah pasrah dan memilih merawat Putri di rumah.

Wabup Dyah Hayuning Pratiwi yang mengunjungi keluarga Tursinah dan mendapati Putri, merasa iba. Apalagi setelah mendengar cerita kehidupan ekonomi keluarga, dan menyaksikan kondisi rumahnya. Putri yang mengalami lumpuh juga tergolek di kamar yang sempit dan belum selesai dibangun.

Sebagai seorang wanita, Wabup Dyah mencoba menguatkan hati Tursinah. Namun, sesaat kemudian, ucapan Wabup terhenti, ia tak kuasa melanjutnya kata-katanya. Air matapun tak terasa sudah menetes di pipinya. Sesaat kemudian, Tiwi terlihat membersihkan tetesan air mata itu.

Semoga Allah memberikan kekuatan lahir batin untuk keluarga ibu Tursinah dan anaknya Putri yang mengalami lumpuh,” ujarnya.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis