Headlines News :
purbalingga
Home » » Pelaku Pembunuhan di Kalikabong Sudah Dirungkus Polisi

Pelaku Pembunuhan di Kalikabong Sudah Dirungkus Polisi

Written By Kabare Braling on Friday, January 13, 2017 | 8:28 AM

PURBALINGGA - Buronan pelaku pembunuhan nenek dan cucu akhirnya terkuak. Hanya dalam waktu selang sehari dari peristiwa naas yang menelan dua korban di Desa Kalikabong, Kalimanah, Purbalingga, Polisi berhasil meringkus melaku di Bogor, Kamis (12/1).

Pelaku yang diidentifikasi bernama Amin Subechi (26), warga Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga, ternyata dulunya teman dekat dengan korban Hanani Sulma Mardiyah (24).

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Djunaidi mengatakan, penangkapan terhadap pembunuh Hanani dan Eti Sularti (65) itu dilakukan tim Opsnal Unit 1 Satreskrim Polres Purbalingga dengan bantuan Subdit 3 Jatanras Polda Jateng.

Pelaku dibekuk tepat di depan Gang Al-Huda Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Saya yang memimpin pengejaran itu,” katanya, semalam.


Djunaidi mengatakan, bahwa pelaku dan korban Hanani sempat dekat, bahkan pernah menjalin asmara. Bahkan sempat beredar foto mereka berdua di sosial media. Namun, hingga semalam Djunaidi belum bersedia menyampaikan motif yang melatarbelakangi kejadian itu. “Kami masih melakukan pengembangan lebih jauh dan belum bisa kami beberkan ke media.

Sementara dari Semarang dilaporkan, perbuatan keji yang dilakukan Amin Subechi hingga menghilangkan dua nyawa sekaligus itu dilatarbelakangi masalah sepele. Amin kehilangan kendali dan kalap ketika mengajak Hanani untuk balikan. Hal ini dipaparkan Kasubdit Jatantas Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Nanang Haryono. Dia mengatakan, sebelum pembunuhan sadis itu terjadi, Amin bertandang ke rumah korban pada Rabu (11/1) sekitar pukul 09.00. Saat itu, dia ditemui Hanani yang tak lain mantan kekasihnya.

Hanani menolak dan Amin mendorongnya hingga jatuh ke lantai. Tidak hanya sampai it usaja, Amin juga membenturkan kepala Hanani beberapa kali. Kejadian tersebut diketahui Eti Sularti yang merupakan nenek Hanani. Amin pun kemudian mendorong tubuh nenek Hanani hingga ke lantai.

Amin kalap, pergi ke dapur dan mengambil pisau untuk menggorok leher mereka berdua. Hasil Visum Keluar Sebelumnya, pada Kamis siang di Purbalingga, Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Djunaidi sempat menyampaikan hasil visum korban. Hasil visum menunjukkan sebelum digorok menggunakan benda tajam, dua korban mengalami luka pukulan benda keras.

Hasil visum luar menunjukkan adanya benda keras sebelum akhirnya tewas digorok. Selain itu terdapat beberapa luka yang menyebabkan kematian kedua korban itu,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, nenek dan cucunya itu mengalami trauma akibat benda tumpul di bagian tubuh yang berbeda.

Kalau melihat ciri visum luar dari korban nenek Eti yang menderita patah rahang kiri yang diduga akibat trauma benda tumpul serta mengalami luka gorok di bagian leher,”jelasnya.

Sedangkan untuk korban Hanani, berdasar visum yang dilakukan, ditemukan adanya trauma akibat benda tumpul di kepala bagian belakang serta luka gorok.

Adanya benda tumpul bisa juga karena dengan tangan maupun barang lain yang sudah ada,” tambahnya.

Kapolres Purbalingga AKBP Agus Setiawan Heru Purnomo SIK Kamis (12/1) mengatakan, pelaku diduga dua orang dan pihaknya sudah membentuk dua tim untuk mengejarnya. Dari sejumlah fakta dihimpun, sebelum kejadian rumah korban kedatangan dua orang yang bertamu.

Kami temukan di meja ada gelas berisi air minum dan makanan ringan yang seperti baru disuguhkan kepada tamu,” katanya.

Kapolres berkeyakinan kasus ini murni pembunuhan, bukan pencurian dengan kekerasan. Sebab, di rumah korban tidak diketahui adanya barang berharga maupun uang yang hilang, termasuk perhiasan yang dikenakan oleh korban.

Sementara itu, pada hari yang sama jenazah korban dimakamkan. Kurang lebih seratus orang warga dan kerabat ikut mengantarkan pemakaman jenazah Eti Sularti dan Hanani Sulma Mardiyah. Kedua jenazah tiba sekitar pukul 08.00 dari RS Margono Soekarjo Purwokerto untuk keperluan otopsi. Jenazah tidak disemayamkan di rumah duka mengingat akses menuju rumah duka sangat sempit. Jenazah disemayamkan di masjid tepi jalan tak jauh dari rumah duka untuk dishalatkan.


(Kabare Bralink/Radar Banyumas)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis