Headlines News :
purbalingga
Home » » Geger, Puluhan Warga Serayu Larangan Keracunan Ayam Bakar

Geger, Puluhan Warga Serayu Larangan Keracunan Ayam Bakar

Written By Kabare Bralink on Friday, February 10, 2017 | 3:06 PM

PURBALINGGA – Sedikitnya 49 warga Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga mengalami keracunan. Warga mulai berdatangan ke Puskesmas Serayu Larangan pada Kamis (9/2) petang. Diduga keracunan itu disebabkan dari makanan ayam bakar yang dikonsumsi. Akibat kejadian itu, Pemkab menetapkan kasus keracunan itu sebagai kejadian Luar Biasa (KLB).

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ mengungkapkan, seluruh korban yang diduga mengalami keracunan mendapat perawatan intensif dari tenaga medis Puskesmas Serayu Larangan, dan bantuan dari RSUD Goeteng Tarunadibrata.

Seluruh pasien kami pastikan mendapat perawatan dan semua biaya akan ditanggung Pemkab. Kami juga menetapkan kasus keracunan ini sebagai kejadian luar biasa,” kata Waup Tiwi disela-sela membantu para korban keracunan di Puskesmas Serayu Larangan, Kamis (9/2) malam.
Dikatakan Wabup, setelah mendapatkan laporan adanya korban keracunan, pihaknya berkoordinasi dengan Bupati yang tengah dinas luar kota dan juga dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas setempat. Wabup memerintahkan semua warga yang mengalami gejala keracunan untuk dibawa ke Puskesmas.

Saya perintahkan kepada kepala Desa Serayu Larangan (Krisnu Yuwono-red) untuk membawa warga yang mengalami gejala keracunan untuk dibawa ke Puskesmas. Sementara para pasien yang terlihat parah, langsung dirujuk ke RSUD Goeteng Tarunadibrata,” kata Wabup Tiwi.

Salah seorang korban, Marto (58) menuturkan, dirinya mendapat kiriman makanan berupa ayam bakar dari anaknya. Ia mengaku hanya mengkonsumsi separo dari paha ayam yang diberikan anaknya. “Saya makan ayam itu pada Rabu (8/2) malam, namun baru terasa kepala pusing dan perut mual-mual pada Kamis (9/2) sore. Semula saya menganggap sakit perut biasa, namun ini kok jadi tambah melilit dan kepala terasa pusing sekali,” tutur Marto.

Pasien lainnya Afik Afriyanto (15) warga RT ¾ Desa Serayu Larangan juga menurutkan hal serupa. Afik mengaku mengalami kepala pusing dan perut mual-mual. Afit mengkonsumsi ayam itu pada Rabu (8/2) sore. “Setelah makan tidak terasa apa-apa, tetapi kepala saya mulai pusing pada Kamis (9/2) sore,” tutur Afit.

Kepala Desa Serayu Larangan Krisno Yuwono yang didampingi Kaur Kesra Ahmad Yusuf mengemukakan, warga yang menjadi korban keracunan setelah mengkonsumsi ayam bakar yang dijual oleh Ny Karti. Ayam itu dijajakan secara berkeliling desa, dan juga di tempat para pekerja plasma rambut.

Kami belum tahu, bagaimana cara memasak ayam bakar. Apakah direbus dulu, atau dari ayam yang dipotong lalu langsung dibakar. Ayamnya ayam pedaging dan bentuknya kecil-kecil. Menurut Ny Karti, ayam itu dibeli dari peternakan ayam milik Kasinah warga Serayu Larangan juga,” kata Krisno Yuwono.

Ahmad Yusuf menambahkan, rata-rata korban berada di sekitar tempat tinggalnya. Mereka yang telah mengalami gejala pusing dan perut mual-mual, langsung saya ajak untuk berobat ke puskesmas. Para korban mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

Kendaraan bak terbuka terpaksa saya gunakan untuk mengangkut warga yang keracunan,” kata Ahmad Yusuf.

Dokter Ujang, salah satu tenaga medis yang menangani pasien mengungkapkan, gejala yang dirasakan para pasien hamper sama, yakni kepala pusing dan perut mual-mual. Beberapa diantaranya ada yang mengalami demam. Untuk pasien yang mengalami demam, langsung dirujuk ke RSUD Goeteng Tarunadibrata.

Kami belum bisa memastikan penyebab keracunan itu, namun berdasar keterangan para korban, keracunan akibat mengkonsumsi daging ayam bakar yang dijual keliling. Keracunannya bisa dari bumbu yang digunakan, atau cara masak, atau berasal dari ayam yang tengah diobati dan mengalami sakit. Ini baru dugaan, nanti baru bisa setelah diadakan uji laboratorium,” kata Ujang.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Drg Hanung Wikantono mengungkapkan, pihaknya mengerahkan sekitar 10 ambulan untuk mengangkut para korban dari puskesmas Serayu Larangan ke Rumah Sakit Goeteng. Pasien korban keracunan terpaksa sebagian kami rujuk ke RSUD karena tempat di puskesmas sudah tidak mencukupi. Ruang rawat inap, hanya tersisa satu bed untuk pasien, semuanya sudah terisi pasien umum.

Para pasien yang keracunan terpaksa kami tamping di ruang aula, diatas meja, dan sebagian lagi di kursi ruang tunggu pasien. Namun, semua korban kami pastikan mendapat perawatan intensif. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” kata Hanung.

Hanung menambahkan, pihaknya sudah mengambil sampel berupa ayam bakar dan beberapa sisa makanan yang dikonsumsi korban. Sampel ayam bakar dan sisa makanan itu akan dibawa ke laboratorium untuk memastikan penyebab keracunannya.

Saat ini kami fokus untuk menangani para korban, dan mudah-mudahan mereka bisa segera pulih,” kata Hanung.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis