Headlines News :
purbalingga
Home » » Hati-hati, Penyebar Berita Hoax Bisa Mendapat Ganjaran 4-6 Tahun Kurungan

Hati-hati, Penyebar Berita Hoax Bisa Mendapat Ganjaran 4-6 Tahun Kurungan

Written By Kabare Bralink on Friday, February 17, 2017 | 10:07 AM

PURBALINGGA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga bersama jajaran wartawan yang tergabung dalam FWP (Forum Wartawan Purbalingga), Senin (13/2) menggelar kampanye berita anti hoax. Kampanye ini sekaligus untuk memperingati Hari Pers Nasional tahun 2017. Kampanye dilakukan dengan menyebarkan selebaran di sejumlah titik jalan utama di Purbalingga.

Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik pada Dinas Kominfo Purbalingga, Ir. Prayitno, M.Si mengatakan, kampanye anti berita hoax terus digiatkan oleh Dinkominfo baik melalui siaran radio, lewat media sosial dan pada Senin (13/2) akan turun langsung ke jalan.

Kampanye yang akan kami lakukan dilandasi dengan pengguna media sosial yang semakin marak dan melakukan share informasi yang asal-asalan serta belum diketahui kebenarannya. Berangkat dari rasa prihatin banyaknya berita hoax yang mulai menggeser media mainstream, maka kami menggelar kampanye anti berita hoax,” kata Prayitno, Minggu (12/2).

Banyaknya berita hoax, kata Prayitno, tidak terlepas dari kondisi masyarakat Indonesia yang masih rendah dalam hal literasi. Peringkat literasi Indonesia berdasar data World's Most Literate Nations, Indonesia hanya menduduki posisi kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah pengguna sosial di Indonesia yang menduduki peringkat lima di dunia. Data itu menunjukkan kemampuan menulis pengguna sosial media yang tidak diiringi dengan tingginya minat baca. Akibatnya, muncul informasi hoax.

Soal literasi, kita ibarat juara terakhir. Tetapi soal mengunggah informasi di media sosial, Indonesia boleh dibilang juaranya. Tingkat informasi yang diunggah di sosial media itu, nyaris tanpa literasi alias seringkali ngawur. Maka yang terjadi adalah hoax yang bikin 'hoex'," kata Prayitno.

Prayitno menegaskan, Informasi hoax, sangat rentan menimbulkan hal-hal negatif. Seperti memancing amarah, kekacauan, memunculkan keresahan, dan memecah belah persatuan dan kesatuan. Karenanya, Prayitno meminta setiap masyarakat, khususnya pengguna sosial media, berhati-hati dalam menulis atau mengomentari sesuatu. Masyarakat juga diminta jangan langsung percaya terhadap suatu informasi. Lakukan konfirmasi untuk mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Kalau kemudian kita akan berkomentar, mari kita bertanggungjawab. Jaga kekompakan. Jaga omongan kita. Jaga kedamaian dalam bersosial media," pinta Prayitno.

Prayitno menambahkan, masyarakat kita belum banyak mengerti jika penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Penyebar berita hoax bisa diancam hukuman 4-6 tahun kurungan atau denda paling banyak Rp 750 juta," tambah Prayitno.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis