Headlines News :
purbalingga
Home » » Maraknya Togel, Membuat Bupati Geram

Maraknya Togel, Membuat Bupati Geram

Written By Kabare Braling on Monday, February 27, 2017 | 11:57 AM

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Tasdi mengakui bahwa pemberantasan peredaran toto gelap di Purbalingga mengalami kesulitan. Selama ini pihaknya melalui berbagai program maupun kegiatan diwilayah selalu menghimbau masyarakat agar menjauhi togel, karena hal tersebut merupakan bentuk perjudian yang dilarang oleh agama.

Bapak-bapak saya minta jauhi togel karena togel diharamkan oleh agama, karena sama saja dengan judi, mending duwitnya dibelanjakan untuk membeli tahu tempe dan lain sebagainya untuk lauk keluarga,”pinta Bupati saat Sabtu (25/2) di Desa Kutawis Kecamatan Bukateja saat kegiatan Gebrak Gotong Royong.

Bahkan saat Istighotsah di Pendapa Dipokusumo sehari sebelumnya, Bupati menuturkan bahwa penyebab dari maraknya togel ada dua yaitu masyarakat dan siapa yang membekingi. Seharusnya Yang kita tembak untuk memberantas togel ada dua yaitu orang yang atas dan masyarakat dibawah. Sasaran pertama dari togel adalah masyarakat, itulah kenapa pihaknya mengadakan program-program keagamaan seperti subuh berjamaah keliling di setiap desa. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut merupaka bagian dari pihaknya untuk selalu mengajak masyarakat agar menjauhi kemaksiatan

Kalau kita beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT hinadri togel, kalau tergiur berati imannya belum tebal,”ujarnya.

Bupati menambahkan bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama kalau masyarkat masih tergiur dengan togel merupakan kegagalan semua pihak, jadi pihaknya akan terus membina masyarakat dan harus ada gerakan pemberantasan togel. Untuk itu pemberantasan togel tidak dapat dilakukan sendirian dan harus ada gerakan bersama, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepala Desa (kades) terkait edaran pelaranga togel.

Harus ada gerakan untuk memberantas togel, jadi jangan yang satu (Pemerintah Kabupaten-Red) bergerak, namun yang lain mbekingi (melindungi), itu tidak bisa. Seperti miras, kita (Pemkab-Red) gencar memberantas yang lain malah membekingi (melindungi) ini ngga boleh,”tuturnya.

Keberadaan togel kata Bupati adalah tergantung masyarakatnya, jika beriman maka tidak akan tergiur untuk membeli. Sedangkan untuk mengurangi hal tersebut ada caranya, yakni ulama, umaro, dan masyarakat bersatu, kalau sampai gagal berarti merupakan kegagalan pemerintah dalam membina keimanan kepada masyarakatnya.

Penyebab kedua maraknya togel di Purbalingga karena pusatnya atau yang menjadi bandarnya ada di Semarang, sehingga menjadi kendala untuk memberantas togel dalam masyarakat, sehingga kalau hanya mengatasi masyarakat ditingkat bawah namun yang diatas tidak diatasi menjadi percuma. Kalau yang diatasi hanya masyarakatnya maka tidak akan menyelesaikan masalahnya. Karena pihak Pemkab tidak tidak punya kemampuan menghentikan yang ada di Semarang dan yang berwenang untuk menghentikan/berwenang di Semarang yaitu pejabat tingkat provinsi. Sedangkan di kabupaten sudah berkali-kali mengadakan rapat-rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menanggulangi peredaran togel di Purbalingga.

Jadi kami tidak tinggal diam dengan semua itu, togel ini bossnya di Semarang jadi kami tidak punya kemampuan untuk menangkapnya. Kami tidak mungkin menangkap, kita hanya memberikan pencerahan kepada masyarakat. Sehingga tanggung jawab dari adanya hal tersebut bukan hanya pemerintah namun juga alim ulama,”tandasnya.

Melalui program untuk mewujudkan Purbalingga yang berakhlakul kharimah Pemkab Purbalingga sudah mengeluarkan tiga kebijakkan, diantaranya moratorium peternakan babi, peredaran minuman beralkohol dengan mengetes ASN Purbalingga melalui tes urin beberapa waktu lalu. Untuk peredaran togel yang sudah meresahkan masyarakat pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran (SE) dan untuk peternakan babi juga sudah menerbitkan SE-nya. Untuk itu, pihaknay sudah mengeluarkan surat edaran (SE) yang tembusannya sudah kami kirimkan ke seluruh OPD juga para Kades se-Kabupaten Purbalingga.

Selain Bupati, Ketua Majelis Agama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga Abror Musodiq juga mengungkapkan bahwa peredaran togel di Purbalingga sudah sangat meresahkan, bahkan masyarakat yang tinggal di dekat masjid tanpa sungkan-sungkan berani terang-terangan memperbincangkan dan mengajak untuk membeli togel.

Padahal disebelah rumahnya ada masjid, tapi mereka tanpa sungkan-sungkan membicarakan dan mengajak untuk membeli togel, saya meminta agar Bupati menggunakan kekuasannya untuk mengentikan togel di Purbalingga,”pintanya.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis