Headlines News :
purbalingga
Home » » Penggunaan Medsos dengan Bijak dan Anti Hoax, Saat ini Terus Disosialisasikan

Penggunaan Medsos dengan Bijak dan Anti Hoax, Saat ini Terus Disosialisasikan

Written By Kabare Braling on Tuesday, February 28, 2017 | 11:32 AM

PURBALINGGA - Dalam rangka ikut serta mensosialisasikan Gerakan Anti Hoax, Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 406 Cabang LVI PD IV/Diponegoro, Purbalingga bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut diselenggarakan guna menyikapi penggunaan media sosial (medsos) yang kian disalahgunakan oleh para penggunanya.

Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 406 Cabang LVI PD IV/Diponegoro, Ny. Gunawan berpesan agar kegiatan sosialisasi medsos dan anti hoax dapat dipahami dengan baik khususnya untuk anggota Persit. Tujuannya agar anggota Persit dapat menggunakan sosmed dengan bijak dan beretika sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

Pentingnya mengenal medsos tidak hanya sebatas tau tetapi memahami betul-betul baik buruknya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih pengguna medsos kini kian meluas tanpa mengenal batas usia. Kegunaannya pun mulai beragam, tidak hanya sekedar media komunikasi tetapi dapat menjadi wadah silaturahmi, berbagi informasi, ajang mencurahkan pendapat dir, dan lain sebagainya.


Lilian Kiki Triwulan, Narasumber dari Dinkominfo Kabupaten Purbalingga mengatakan dengan merambahnya teknologi yang begitu pesat menjadikan informasi dapat dengan mudah diakses oleh semua kalangan menggunakan berbagai akses media. Dengan begitu kapanpun dan dimanapun berada seseorang dapat mengakses informasi dengan sangat cepat.

Dengan medsos kita bisa mendapatkan informasi dengan cepat baik dari keluarga, rekan kerja, rekan bisnis, komunitas atau yang lain,” jelas Lilian pada Sosialisasi Medsos dan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 dalam rangka HUT Persit ke 71 di Satuan Yonif 406, Purbalingga, Rabu (22/2).


Namun sayangnya, informasi yang disebarluaskan di medsos tidak seluruhnya akurat. Perlunya ketelitian dan pemahaman mengenai isi dari berita yang dibagikan. Jangan asal menyimpulkan, jangan asal menghakimi apalagi asal men-share, tambah Lilian.

Ibu-ibu harus perhatikan dengan baik apakah berita yang dishare terjaga kebenarannya atau tidak,” pesan Lilian.

Melihat pentingnya sosialisasi tersebut, Alumni UPI tersebut juga menjelaskan cara mengantisipasi munculnya informasi Hoax. Para peserta diminta untuk berhati-hati terkait informasi dan berita yang datang begitu cepat. Para peserta diminta untuk membaca terlebih dahulu konten berita yang akan disebarluaskan.

Cermati dan pahamilah isi berita yang didapatkan di sosial media, verifikasi terlebih dulu informasi yang didapat, jangan langsung disebarluaskan,” pesan Lilian.

Ketika ingin membuat status di medsos harus diperhatikan dengan baik isi dari statusnya. Sebisa mungkin memberikan status yang bermanfaat baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Jangan sampai dengan status yang dibuat justru menimbulkan perselisihan antar pengguna medsos, tambahnya.

Jangan hanya sekedar melihat tanpa membaca, jangan sekedar membaca tanpa memahami, jadilah wanita cerdas, cermat dan cekatan dalam menggali informasi,” pungkas lulusan bahasa Perancis UPI.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis