Headlines News :
purbalingga
Home » » Ternyata, Remaja Putri yang Terkena Anemia Cukup Tinggi

Ternyata, Remaja Putri yang Terkena Anemia Cukup Tinggi

Written By Kabare Bralink on Monday, February 27, 2017 | 1:12 PM

PURBALINGGA - Data nasional, di Indoesia terdapat 30 persen remaja putri mengalami anemia atau kekurangan darah. Melihat data yang sangat besar itu Pemerintah Kabupaten Purbalingga lewat Dinas Kesehatan Tahun 2017 akan menganggarkan pemberian tablet penambah darah untuk 20 persen remaja putri.

Kasi Gizi Keluarga Dinas Kesehatan, Rusman mengatakan tujuan pemberian tablet tambah darah untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak (AKA). Jika perempuan mengalami anemia akan sangat berbahaya pada waktu hamil dan berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Anggaran pembelian tablet tambah darah sebesar Rp 640 juta. Seandainya satu lempeng berisi 10 tablet seharga Rp 4.500 maka ada 1,4 juta tablet yang akan kita bagikan. 7 tablet saat menstruasi dan 1 minggu 1 tablet, selama 4 bulan,” kata Rusman, Sabtu (25/2).

Sisa 80 persen dari remaja putri, lanjut Rusman akan dilakukan sosialisasi meminum tambah darah, kepada para guru untuk di tularkan kepada para siswinya. Kemudian sekolahan diharapkan dapat membuka outlet tambah darah agar para siswa bisa dengan mudah membelinya. Dengan harga Rp 4.500 isi 10 tablet bisa di gunakan untuk satu bulan.

Keberhasilan program juga tergantung pada remaja putri, orang tua, sekolah dan lingkungan. Dengan maka makanan yang mengandung zat besi dan selalu sarapan pagi diharapkan dapat mensuport 30 persen tenaga bagi anak. Kemudian dengan mengurangi jajan di sekolah, karena kandungan gizi dan kebersihannya masih perlu diperhatikan.

Sedangkan Kasi Promkes, Yakobus mengatakan upaya peningkatan kesehatan bagi remaja harus ditingkatkan agar generasi penerus bisa berkualitas. Upaya tersebut dimulai dari mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menerapkan prilaku hidup sehat. Selain itu juga perlu dilakukan penjaringan kesehatan anak-anak kelas 1, 7 dan 10.

Dari data penjaringan akan terlihat anak sehat bisa dilihat dari fisik ditandai dengan sehatnya badan dan pertumbuhan jasmani yang normal,”katanya

Yakobus juga menambahkan dari segi psikis, anak yang sehat itu jiwanya berkembang secara wajar, pikiran bertambah cerdas, perasaan bertambah peka, kemauan bersosialisasi baik. Dari segi sosialisasi, anak tampak aktif, gesit, dan gembira serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis