Headlines News :
purbalingga
Home » » Tragis, Rumah Baru Berumur Satu Bulan, Diterjang Longsor

Tragis, Rumah Baru Berumur Satu Bulan, Diterjang Longsor

Written By Kabare Bralink on Wednesday, February 22, 2017 | 12:31 PM

PURBALINGGA – Bencana datang bagai pencuri. Ia seolah menunggu kelengahan pemilik rumah. Seperti halnya yang dialami dua warga Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Rumahnya hilang tanpa bekas akibat diterjang tanah longsor, Minggu (19/2) petang. Tragisnya, satu rumah warga itu, baru selesai dibangun satu bulan lalu.

Salah satu korban, Sugiyanto (45) menuturkan, ia bersama istri dan anaknya, sempat diberitahu oleh tetangganya yang bekerja sebagai penyadap getah pinus jika tanah di bagian atas mulai bergerak. Tanah di bagian atas itu merupakan lahan milik Perhutani dengan areal berupa hutan pinus.

Begitu diberitahu dan seperti terdengar suara gemuruh, saya langsung pergi dengan mengajak istri dan anak. Hanya selang dua menit, rumah saya langsung tersambar tanah longsor itu. Jika terlambat sedikit, mungkin nasib kami sudah lain ceritanya,” kata Sugiyanto, Selasa (21/2).

Sugiyanto menuturkan, lokasi rumahnya berada di dekat sungai kecil dan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi rumah tetangga lainnya. Rumahnya dan rumah Teguh (30) korban lain memang berada di bagian bawah tebing. Tidak jauh dari dua rumah itu juga ada kandang ayam milik Darsono.

Sepertinya lekukan lokasi itu menjadi jalan tanah yang bergerak. Saya sempat melihat pohon-pohon yang masih utuh dan menjulang tinggi bergerak menyapu rumah kami,” kata Sugiyanto.

Sisa puing rumah yang masih tersisa hanya terlihat dari besi cor yang tinggal kerangkanya saja. Sementara sungai yang semula berada di sisi kanan rumah sudah tertutup tanah. Aliran sungai belum membentuk dan melewati jalan desa. Gorong-gorong sungai itu juga tersumbat batang pohon ukuran besar.

Sugiyanto dan keluarga kini hanya bisa pasrah. Hanya baju yang dikenakannya yang masih tersisa. Harta benda ludes terbawa lumpur yang bercampur air. Sugiyanto kini mengungsi di rumah kerabatnya di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, hanya beberapa puluh meter dari lokasi bencana. Lokasi bencana itu berada di berbatasan desa antara Desa Sirau dan Desa Danasari.

Hal senada juga diungkapkan Teguh, ia tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah. Begitu mendapat kabar jika tanah di bagian atas gunung bergerak, yang dibenaknya hanya harus segera pergi menyelamatkan diri. Ia memilih pergi ke wilayah Desa Danasari yang lokasinya lebih tinggi. 

“Saya juga tak sempat membawa barang-barang di rumah. Semuanya lenyap begitu saja, ada emas, uang tunai dan sepeda motor. Saya tetap bersyukur karena kami sekeluarga selamat,” tutur Teguh.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor menimpa dua rumah warga dan sebuah kandang ayam di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 400 juta. Material longsor menimbun rumah Sugiyanto dan Teguh, serta menimbun kandang ayam milik Darsono (45), warga setempat. Longsoran juga menimbun sawah warga. Jalan utama penghubung Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol dan Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu juga putus total karena tertutup longsoran tanah.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis