Headlines News :
purbalingga
Home » » Learning by Doing, Pembelajaran Langsung yang Seru Dilakukan SD Muhamadiyah 1 Purbalingga

Learning by Doing, Pembelajaran Langsung yang Seru Dilakukan SD Muhamadiyah 1 Purbalingga

Written By Kabare Braling on Sunday, May 14, 2017 | 11:44 AM

PURBALINGGA - Sekolah Dasar (SD) Muhamadiyah 1 Purbalingga melakukan pembelajaran learning by  doing. Pembelajaran dilakukan di taman wisata rumah kurcaci Desa Serang Kecamatan Karangreja. Pembelajaran tersebut diikuti sebanyak 42 siawa/siswi klas 3 yang terbagi menjadi dua kelompok bermain. Sedangkan total murid berjumlah 173, dimana sekolah tersebut baru berumur 4 tahun.

Menurut salah satu guru klas 3, Azarani Qurota Ayuni mengatakan pembelajaran learning by doing atau pembelajaran langsung  bertujuan agar anak didik bisa langsung mempraktekkan pelajaran yang diterimanya. Seperti pembelajaran menanam daun bawang, anak bisa langsung mempraktekkan cara menanam langsung di ladang. Walaupun belum menggunakan kurikulum 2013, namun cara pembelajarannya sudah mendekati kurikulum tersebut.

“Insyaallah tahun 2018 SD Muhamadiyah 1 Purbalingga akan menggunakan kurukulum 2013,” katanya Azarani yang sekolahanya bertempat di Jalan Pemuda Nomor 100, RT 03 RW 08 Bobotsari.

Sebenarnya agenda pembelajaran tersebut akan dilaksanakan setalah ujian akhir sekolah (UAS) lanjut Azarani, namun berhubung berbarengan dengan bulan Ramadhan sehingga agenda tersebut kami ajukan. Karena kalau dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan, anak-anak sedang berpuasa dan biasanya lemes.

“Pembelajaran diluar ruangan yang dikemas seperti out bond memberi pembelajaran kepada siswa tentang kerjasama tim, dan menguji nyali anak-anak seperti menaiki flaying fox dan melewati tangga tali,” katanya.

Sedangkan salah satu siswa klas 3 Farhan mengatakan senang dengan pembelajaran luar ruangan tersebut, salah satunya permainan kesatrian yang diajarkan instruktur taman wisata rumah kurcaci. Saat melewati jembatan tali Farhan juga merasa dag-dig-dug, namun karena semangat dari instruktur dan teman-temanya  jembatan talipun bisa dilewati dengan baik.


Nafilis, seorang pemandu taman wisata rumah kurcaci mengatakan peralatan yang digunakan dalam permainan flaying fox dan jembatan tali sudah sesuai standar nasional. Kekuatan dan kekencangan tali slim setiap hari dicek, sehingga jika digunakan tidak akan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan seperti kemacetan roda flaying fox, atau putus tali slim.

“Untuk menjaga itu semua kami juga menggunakan tali pengaman dan helm pengaman,” pungkasnya.

(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis