Headlines News :
purbalingga
Home » , » Untuk Mencetak Pemain Andal, PSSI Purbalingga Harus Perbanyak Kompetisi dan Pembinaan Usia Dini

Untuk Mencetak Pemain Andal, PSSI Purbalingga Harus Perbanyak Kompetisi dan Pembinaan Usia Dini

Written By Kabare Bralink on Wednesday, May 3, 2017 | 11:19 AM

PURBALINGGA – Sejumlah pemain usia dini di kabupaten Purbalingga, dinilai memiliki potensi dan talenta untuk menjadi pemain sepakbola yang handal. Mereka terlihat memiliki bakat sepak bola saat mengikuti coatching clinic bersama para legenda sepak bola Indonesia PSSI All Star di stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Senin (1/5).

David Sulasmono, salah seorang anggota PSSI All Star menandaskan prestasi sepak bola tidak bisa diperoleh secara instan. Namun harus melalui proses pemberian dasar-dasar sepakbola seperti dalam pembinaan usia dini pada sekolah-sekolah sepakbola. Selain itu, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI harus berani menggulirkan kompetisi sebanyak mungkin sebagai ajang bagi para pemain dalam mengukur prestasinya.

Dalam sepakbola tidak ada yang instan. Pembinaan harus dimulai sejak dini dengan membangun banyak sekolah sepakbola. Setelah itu harus ada banyak kompetisi. Nonsen pemain dapat berprestasi tanpa kompetisi,” katanya saat kegiatan Sarasehan Sepak Bola bertajug Ghatering Football di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Senin malam (1/5).

Sayangnya, lanjut David, kebiasaan di Indonesia ketika pemain sudah mencapai usia 18 tahun dilepas begitu saja tanpa ada kelanjutan pembinaan.

Kalau di Purbalingga ingin memiliki pemain-pemain lokal yang handal, harus melalui proses itu,” katanya.

Bupati Purbalingga yang diwakili Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Drs Imam Hadi, MSi mengajak seluruh stakeholder sepak bola di Purbalingga untuk bersatu dan saling bekerjasama. Menurut Imam Hadi, tidak mungkin cabang olah raga khususnya sepakbola berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergitas dari seluruh stakeholder, masyarakat, insan bola, termasuk para senior yang dapat menurunkan ilmu dan pengalamannya kepada para pemain muda.

Mari kita bersama-sama membangun sepak bola di Purbalingga lebih maju,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Askab PSSI Purbalingga H. Adi Yuwono, SH. Ghatering Football yang diselenggarakan juga salah satu upaya menghimpun kebersamaan antar stakeholder sepakbola.

Dari penyelenggaraan ini menunjukan bahwa sepakbola Purbalinga tidak akan maju manakala kita sendiri-sendiri. Tapi dukungan pemkab, seluruh insan sepakbola dan masyarakat tentu menjadi kebersamaan yang akan memajukan sepak bola di Purbalingga,” katanya.

Dirinya mengungkapkan keseriusannya dalam membina sepak bola usia dini. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam ajang Piala Suratin beberapa waktu lalu.

Ini action awal kita. Meski tanpa target, namun kedepan kita pasti akan dapat berbicara lebih baik lagi,” jelasnya.

Terkait kedatangan PSSI All Star, Adi Yuwono berharap menjadi motivator dan memberikan semangat tersendiri bagi insan sepakbola di Purbalingga. Sejumlah kegiatan diselenggarakan seperti pertandingan eksebisi antara PSSI All Star dengan Tim Eksekutif Pemkab Purbalingga, dilanjutkan Coaching Clinic ratusan siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) dan Sarasehan sepak bola.

Dari laga eksebisi itu bisa ditarik kesimpulan jika sepakbola harus melibatkan semua pihak. Dorongan dari Bupati sangat positif untuk menyemangati para generasi muda sepakbola dan Persibangga pada khususnya.

"Askab PSSI dan Persibangga akan selalu bersinergi membangun sepakbola Purbalingga. Askab akan mencetak pemain-pemain untuk Persibangga sebagai tim profesional. Termasuk harapannya pemain-pemain dari Purbalingga bisa menjadi pemain timnas," katanya.

Top skorer kompetisi sepakbola Indonesia, Fery Sandria mengatakan, kedatangan mereka ke Purbalingga untuk memberikan aura yang positif dan transfer ilmu teknik sepakbola khususnya bagi para siswa SSB. Dia melihat sepakbola di Purbalingga sangat antusias, apa lagi memiliki Persibangga yang sudah bermain di Liga 2. Kedatangan mereka diharap memberikan yang terbaik untuk anak-anak generasi Persibangga.

Para legenda Timnas sepakbola yang datang ke Purbalingga, diantaranya adalah Yudo Hadiyanto, Hasan Tuharea, Aun Harhara, Jalal Jalil, Leo Saputan, Wahyu Hidayat, Edy Hartono, Fransis Wewengkang, Suapli, David Sualsmono, Fery Sandrya, Listianto Raharjo, Zainal, Dian, Maman dan Simson Rumapasar.


(Kabare Bralink/Dinkominfo)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis