Headlines News :
purbalingga
Home » , » Workshop Membatik bersama Galeri Purwita - Kenalkan Budaya Batik Sekaligus Nilai Ekonomis

Workshop Membatik bersama Galeri Purwita - Kenalkan Budaya Batik Sekaligus Nilai Ekonomis

Written By Kabare Braling on Monday, October 16, 2017 | 8:04 AM

PURBALINGGA – Batik, yang merupakan warisan dunia tak bentuk itu terus melejit di tanah nusantara. Dan saat ini sudah mampu menembus pasar internasional. Produksi dan usaha batik juga sangat mudah ditemui. Sebut saja di Jogja dan Pekalongan, kain batik di sana sangatlah terkenal dan menjadikan salah satu usaha masyarakatnya.

Lalu, bagaimana dengan Purbalingga? Tentunya di sini juga masih banyak orang di desa yang menjadikan membatik. Namun sayangnya hanya sebatas aktifitas untuk mengisi waktu senggangnya, sehingga kualitas batik dan pendapatan yang diperolehnya pun masih sekenanya.

Padahal, dengan adanya kebijakan produk lokal dan penggunaan batik motif Goa Lawa khas Purbalingga yang sedang digencarkan pemerintah kabupaten, para pebatik yang tinggal di desa tersebut punya peluang untuk lebih sejahtera.

Workshop ini salah satu cara untuk membuka wawasan masyarakat dan juga pebatik di desa mengenai potensi mereka,” kata Pemilik Galeri Purwita, Rizky Purwitasari saat workshop membatik di Desa Majapura, Bobotsari, Minggu 15 Oktober 2017.

Workshop yang dimaksudkan untuk mengenalkan motif Goa Lawa itu digelar bersama-sama oleh Galeri Purwita, Karangtaruna Wirabumi Desa Majapura serta Karangtaruna Kusuma Bangsa Desa Gandasuli.

Psertanya merupakan warga yang ingin belajar membatik serta pebatik dari Desa Majapura, Desa Gandasuli dan Desa Bobotsari. Bahkan ada peserta dari Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet.

Peserta antusias. Karena dalam workshop mereka tak hanya belajar menggambar pola batik Goa Lawa, namun juga sampai mewarna. Apalagi, kebanyakan peserta baru mengenal motif Goa Lawa. “Semoga pengalaman ini bisa memotivasi mereka, khususnya para pebatik,” kata Rizky.

Ketua Karangtaruna Kusuma Bangsa Desa Gandasuli, Hudiman yakin workshop bisa membuat pebatik di Gandasuli lebih bersemangat. Sebab, selama ini, aktifitas membatik mereka sebatas nyanting kain, belum pernah mewarnainya sendiri.

Selama ini, mereka hanya membatik, kalau mewarnai ke orang lain. Jadi pendapatan dari membatik memang tidak bisa diandalkan,” kata Hudiman. Sudah lama Gandasuli ingin mewujudkan konsep dusun batik.

Ketua Karangtaruna Wirabumi, Desa Majapura, Agung Sunarko turut mengapresiasi program ini. “Workshop jadi semacam rangsangan untuk kita bersama, jika responnya positif, tinggal dipikirkan bagaimana pengemasan dan pemasarannya,” kata Agung.


(Kabare Bralink/Bangkit)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis