Headlines News :
purbalingga
Home » » Memilukan, Di Usianya Baru 23 Bulan, Azhafran Faro Hamizan Terkena Penyakit yang Berat

Memilukan, Di Usianya Baru 23 Bulan, Azhafran Faro Hamizan Terkena Penyakit yang Berat

Written By Kabare Braling on Tuesday, March 13, 2018 | 1:19 PM


PURBALINGGA – Azhafran Faro Hamizan, anak dari pasangan Septiana dan Singgih di usianya yang masih sangat belia harus berjuang melawan penyakit yang ada di tubuhnya. Menginjak usia ke 23 bulan, ia harus merasakan sakit di tubuhnya.

Azhafran tumbuh dan berkembang tidak seperti anak biasanya. Ia terdiam terpaku dalam pangkuan dan gendongan sang ibu tak jarang ia pun menangis merasakan sakit di tubuhnya. Azhafran kecil harus mengalami penderitaan di usianya yang masih sangat muda.

Azhafran sudah mengalami ini sejak usianya 5 bulan, awalnya biasa saja bahkan sudah bisa tengkurap,” kata Septiana, Ibu Azhafran saat ditemui di kediamannya di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Senin (12/3).

Azhafran tidak hanya mengalami toksoplasma, setelah toksoplasmanya dinyatakan negatif oleh dokter ia terindikasi epilepsi unspecified. Azhafran juga mengalami penumpukan cairan pada rongga otaknya sehingga ukuran kepalanya tidak proporsional.

Azhafran selalu kontrol ke posyandu, bahkan saat usianya sembilan bulan ukuran kepalanya normal, tapi bertambahnya usia kepala Azhafran semakin membesar dan beratnya pun tidak sesuai dengan usianya,” jelas Hanin, Bidan Desa setempat.

Penyakit yang diderita Azhafran diduga merupakan bawaan dari sang ibu atau sejak berada di dalam kandungan. Menurut Hanin, sebelumnya Septiana juga memiliki seorang anak yang memiliki penyakit yang serupa.

Azhafran ini anak kedua, anak pertama Septiana meninggal saat usianya 20 hari dengan kasus yang sama,” jelas Hanin.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Umar Faozi mengatakan apabila ditemui kasus tersebut maka sang ibu dan ayah dari Azhafran harus diperiksa. Ditakutkan, lanjutnya penyakit yang diderita anaknya bawaan dari ibu atau ayahnya.

Kemungkinan ini bawaan dari ibu atau suami, ibu sama suami harus segera diperiksa secara mendalam agar tau penyebabnya,” jelas Umar saat berbincang dengan Septiana.

Azhafran, kini hanya bisa terdiam dalam gendongan sang ibu, tubuhnya lunglai tak berdaya. Bahkan ketika lapar dan hauspun ia hanya mampu menangis, matanya sayup tubuhnya tak lagi terbujur lemas.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Erni Widyawati Tasdi segera mengunjungi Azhafran, setelah mendapatkan informasi dari Een tetangga Azhafran. Erni pun memberikan santunan berupa uang dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Septiana dan keluarga.

Ini ada sedikit dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk Azhafran untuk berobat semoga bermanfaat dan lekas sembuh ya,” ungkap Erni sambil menyerahkan bantuan.

(Kabare Bralink/Hms)

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis