Headlines News :
purbalingga
Home » » Bupati Tasdi : Pejabat Tapi Kinerjanya Jelek, Saya Tidak Mau Teken Kenaikan Pangkatnya

Bupati Tasdi : Pejabat Tapi Kinerjanya Jelek, Saya Tidak Mau Teken Kenaikan Pangkatnya

Written By Kabare Braling on Tuesday, April 17, 2018 | 7:54 PM

PURBALINGGA – Kenaikan pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan penghargaan atas kinerja yang telah dilaksanakan. Hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil atau sekarang disebut ASN. Dimana menurut PP tersebut terdapat 3 ketentuan kenaikan pangkat yakni sebagai penghargaan, dinilai oleh atasan dan diberikan kepada orang yang tepat sesuai aspek kinerja, golongan terakhir dan item penilaian lainnya.

Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM meminta pejabat atasan langsung melakukan penilaian secara obyektif sesuai dengan amanat PP 12 tahun 2002. Sehingga penghargaan kenaikan pangkat dapat tepat sasaran dan diberikan kepada ASN yang sesuai dengan kemampuan kinerjanya.

“Mulai kepemimpinan Saya (Sejak 2016-red), kita masukan persyaratan tambahan dengan melampirkan absensi pegawai, baik absensi manual maupun elektronik,” kata Bupati Tasdi saat Apel Gabungan dan Penerimaan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat periode 1 April 2018 bagi 483 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, yang dilangsungkan di Halaman Pendapa Dipokusumo, Selasa (17/4).

Penerimaan SK Kenaikan Pangkat sebanyak itu terdiri dari SK kenaikan pangkat untuk ASN golongan IV sebanyak 28 orang, golongan III 319 orang, golongan II 125 orang dan golongan I sebanyak 11 orang.

“Saya mohon maaf karena tahun ini ada 14 ASN yang tidak saya tandatangani usulan kenaikan pangkatnya. Yang saya cari adalah pejabat yang benar-benar memiliki pengabdian yang tinggi. Pejabat tapi kinerjanya jelek, Saya tidak mau teken kenaikan pangkatnya,” jelas Bupati.

Bupati menegaskan, soal kenaikan pengkat harus dinilai sesuai dengan syarat-syarat kenaikan pangkat dalam ketentuan PP 12 tahun 2002. Selain itu dirinya juga tidak mau bila kenaikan pengkat diberikan untuk ASN yang absennya bolong-bolong dan berangkatnya seenaknya.

“Kepada 483 ASN yang sudah diterbitkan SK kenaikan pangkatnya, Saya ucapkan Selamat dan Sukses. Semoga menjadi orang yang tepat mendapat penghargaan kenaikan pangkat dan berefek kepada kenaikan kinerja dan kenaikan kesejahteraanya,” tandasnya.

Bupati menambahkan, bahwa penandatanganan SK kenaikan pengkat tidak semuanya menjadi kewenangan bupati, tetapi juga oleh pejabat lainnya seperti Presiden untuk golongan ruang IV/c keatas, gubernur (gol IV/a dan IV/b). Masing-masing kenaikan pangkat tersebut ditetapkan oleh pajabat yang berwenang setelah  mendapat pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal inilah yang menyebabkan penyerahan SK Kenaikan Pangkat tidak selalu tepat waktu sesuai dengan jadwal periodenya.

(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis