Headlines News :
purbalingga
Home » , » Gebyar Batik Purbalingga, Fashion Show Batik On The Street yang Mampu Hadirkan Kreatifitas Masyarakat

Gebyar Batik Purbalingga, Fashion Show Batik On The Street yang Mampu Hadirkan Kreatifitas Masyarakat

Written By Kabare Bralink on Sunday, May 13, 2018 | 12:19 PM

PURBALINGGA – Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga, Sabtu (12/5) menggelar Gebyar Batik Khas Purbalingga atau Batik On The Street di kompleks Jalan Alun-alun Utara Purbalingga. Kegiatan ini meliputi Fashion Show yang diikuti oleh pelajar, umum (karya-karya disainer Purbalingga) dan Tim Penggerak PKK dari desa/kelurahan se-Purbalingga.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM dalam sambutannya menekankan agar kedepan acara ini bisa ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya maupun kuantitas peserta, motif maupun produknya. Bupati meyakini kegiatan ini merupakan bagian dari spirit melaksanakan Undang-undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, maka ini tidak boleh hilang dan tidak boleh lenyap. Maka dari pemerintah pusat hingga daerah punya kewajiban untuk nguri-uri batik,” kata bupati kelahiran 11 April 1968 ini.

Perihal batik di Purbalingga ini Bupati Tasdi berpesan kepada Tim Penggerak PKK, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Bagian Perekonomian Setda untuk bersimbiosis mutualisme dengan pengrajin batik di Purbalingga. Pasalnya, bupati menilai jumlah pengrajin batik masih minim.

“Dari 26.000 UMKM di Purbalingga, yang memproduksi batik hanya 275 saja, ini masih minim. Sehingga perlu ada program intensifikasi dan ekstensifikasi, bagaimana mengoptimalkan yang sudah ada dan bagaimana buat regenerasi pengrajin batik sehingga ada pelestarian batik dan mengikuti dinamika,” katanya.

Bupati juga menekankan agar Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga agar 275 pengrajin yang ada di kecamatan kecamatan  kedepan agar ada ekstensifikasi. Yakni bagaimana agar tiap kecamatan ada sentra-sentra batiknya.

“Karena kita akan menangkap dinamika dengan dibukanya bandara Panglima Jenderal Besar Soedirman. Jangan sampai saat bandara dibuka, exit tol dibuka, tapi yang banjir di Purbalingga bukan produk Purbalingga tapi produk luar Purbalingga, ini tidak boleh terjadi!. Maka perlu adanya penanganan yang serius agar bisa bersaing produk dari luar,” imbuhnya. 

Pelestarian batik ini juga dinilai selaras dengan Nawacita pemerintahan Jokowi –Jk dan visi-misi Kabupaten Purbalingga yakni meningkatkan produksi ekonomi rakyat. Sebagai wujud komitmennya, Pemkab Purbalingga telah mengeluarkan Perbup No. 31 Tahun 2017 tentang kebijakan Bela Beli Purbalingga. Perbup itu, selain mendorong untuk membeli produk-produk purbalingga, tapi juga wujud bahwa jiwa raga kita tidak boleh lupa dengan Purbalingga di tengah globalisasi.

“Melalui acara gebyar batik ini, bupati berharap bisa menggugah tidak hanya semangat pengrajin batik tapi juga para pemangku kebijakan, baik eksekutif maupun legislatif untuk turut memajukannya,” katanya.
 
Pemkab Purbalingga tidak tinggal diam dalam upaya peningkatan ekonomi rakyat di sektor pengrajin batik ini. Selain Perbup tentang kebijakan Bela-Beli, Pemkab Purbalingga juga menerbitkan Perbup No 30 2017 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 8021 ASN dan 2710 perangkat desa, melalui perbup tersebut telah diwajibkan agar mereka pada hari Kamis dan Sabtu untuk mengenakan pakaian dinas batik. Lebih rinci, hari Kamis menggunakan batik Goa Lawa khas Purbalingga dan Sabtu batik motif bebas.

“Jika pejabat mengguakan batik maka rakyat akan meniru. Ini bagian dari promosi dan nguri uri budaya batik dari kita,” tuturnya.

Bupati Tasdi juga berencana akan mengajukan agar pelajar SD dan SMP di lingkungan Purbalingga diwajibkan menggunakan seragam batik. Nantinya akan dirapatkan oleh jajaran Pemkab Purbalingga bagaimana mengenai corak maupun harinya.  Bupati berharap supaya nanti para siswa turut terlibat nguri-uri budaya batik ini.

“Selain itu kita juga perlu ekspansi kewajiban seragam batik ke BUMD, pegawai Bank, Perusahaan Modal Asing (PMA), Perusahaan Modal dalam Negeri (PMDN). Silahkan investasi ke sini, tapi juga ikuti aturan di Purbalingga, termasuk kantor instansi vertikal saya akan ajak minimal seminggu sekali untuk gunakan batik produksi Purbalingga,” katanya.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga, Erni Widyawati SSos menjelaskan Purbalingga memiliki motif batik yang tidak dimiliki daerah lain yakni motif Goa Lawa dan telah direkomendasikan sebagai batik lokal Purbalingga. Batik ini dilombakan dan ditampilkan secara terbuka di atas disaksikan masyarakat luas dalam bentuk Fashion Show.

“Tujuan Fashion Show Batik On The Street ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam merancang busana berbahan batik motif Goa Lawa baik paiakn formal maupun non formal. Selain itu untuk lebih megenalkan batik motif Goa Lawa ke masyarakat luas,” katanya.

Lomba Fashion Show Batik On The Street ini diikuti oleh 6 disainer masing-masing menampilkan 5 disain, 239 peserta dari  TP PKK Desa/kelurahan se-Purbalingga, fashion show siswa dan guru. Adapun juri dari lomba ini diantaranya dari kalangan TP PKK, guru tata busana SMKN 1 Bojongsari, Dinkop UMKM, praktisi fashion dan model.

“Motif batik yang digunakan dalam lomba ini diantaranya Eksotisme Goa Lawa, Mustika Goa Lawa Lawa Kembar, Kalong Megar, Kembang Lawa, dan Pesona Goa Lawa. Kategori disainer boleh bertemakan pesta, casual, festival. Sedangkan kategori TP PKK bebas, boleh kantor, pesta, gamis atau casual,” paparnya.

Adapun para pemenang dalam perlombaan ini diantaranya, Juara I kategori disainer diraih oleh  Juara Harapan 3 Miswanto dari Sentra Batik Rovidianur (Tumanggal), Juara Harapan 2 Saeni (Penaruban) Sentra Batik Hatocha,  Juara Harapan 1 Titin Wahyuningsih (Mangunegara) dari Sentra Batik Tien’s Batik, Juara 3 Lilis Kurnia W. (Mewek) dari Sentra Batik Cemanting Arts, Juara 2 Enmiyarti (Limbasari) dari Sentra Batik Tulis Putri Ayu,  dan Juara 1 Siswati (Kaligondang) dari Sentra Batik Harty Batik.

Selain fashion show, juga diselengarakan Bazaar yang menampilkan UMKM asli Purbalingga. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tasdi memborong sejumlah produk di bazaar diantaranya berbagai bahan batik, aneka jajanan, perabotan dari rotan dan sebagainya.

(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis