Headlines News :
purbalingga
Home » » MPLS SMK N 1 Kaligondang Tidak Mengandung Unsur Perpeloncoan Pada Siswa Baru

MPLS SMK N 1 Kaligondang Tidak Mengandung Unsur Perpeloncoan Pada Siswa Baru

Written By Kabare Braling on Tuesday, July 17, 2018 | 6:30 PM

PURBALINGGA – Memasuki Tahun Pelajaran 2018/2019 yang akan berlangsung selama tiga hari pada permulaan masuk sekolah, SMK Negeri 1 Kaligondang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai senin hingga rabu (16-18/7). Pada konsep MPLS tahun pelajaran ini SMK Negeri 1 Kaligondang mencoba memaksimalkan kerjasama dengan instansi yang ada di wilayah Kecamatan Kaligondang.

“Seperti ada Polsek Kaligondang, Koramil, ada Puskesmas dan ada pihak kecamatan itu sendiri,” kata Kepala SMK Negeri 1 Kaligondang, Budi Santosa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/7).
Budi mengaku selama ini SMK Negeri 1 Kaligondang sudah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak dari luar sekolah. Kerjasama-kerjasama ini  dilakukan guna membelajarkan anak pada kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Pendidikan Karakter utamanya kedisiplinan.

“Walaupun hanya pengenalan kedisiplinan jadi tidak ada maksud dan niat secara langsung mendidik anak secara militer,” terangnya.

Pengenalan yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 Kaligondang ini guna memunculkan motivasi peserta didik baru bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan kedisiplinan. MPLS di SMK Negeri 1 Kaligondang juga mengenalkan peserta didik baru tentang anti korupsi, kepemimpinan, remaja dan pergaulan, aturan penampilan dan jejaring sosial.

“Kalau kaitannya dengan lingkungan kami akan bekerjasama dengan DLH Kabupaten Purbalingga, terkait peduli terhadap kemanusiaan berarti dengan PMI dan Puskesmas yang ada di Kecamatan Kaligondang,” papar Budi.

Konsep yang dibuat sendiri sudah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. MPLS dilaksanakan untuk pengenalan lingkungan sekolah yang mengenalkan karakteristik proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di SMK Negeri 1 Kaligondang.

“Jadi selama tiga hari untuk waktu MPLS, siswa diajari tentang bagaimana siswa memenuhi kriteria persyaratan dunia industri pada saat nanti direkrut oleh dunia industri setelah lulus,” ujar Budi.

Sehingga ia melanjutkan dibutuhkan penekanan kedisiplinan untuk mencapai kriteria tersebut. Dari penekanan kedisiplinan inilah siswa baru di SMK Negeri 1 Kaligondang diberikan materi salah satunya yakni PBB. Kemudian ada kegiatan mengenai pemahaman tentang tata tertib dan kompetensi keahlian yang ada di SMK Negeri 1 Kaligondang sehingga anak akan paham terhadap pilihan kompetensi keahliannya.

“Misalnya dia mau belajar tentang teknik permesinan jadi dia harus kenal paling tidak bengkel yang ada di SMK N 1 Kaligondang yang berkenaan dengan teknik permesinan tersebut dan untuk kompetensi-kompetensi yang lain,” jelasnya. 

Dengan adanya MPLS ini sendiri, Budi mengharapkan peserta didik baru nantinya tidak hanya mengetahui tentang lingkungan sekolahnya saja, melainkan pengetahuan secara luas yang disampaikan oleh para pemateri. Ia juga menegaskan tidak ada perpeloncoan pada penerimaan peserta didik di SMK Negeri 1 Kaligondang.

“Semua materi yang diberikan pada MPLS ini tidak ada yang mengandung unsur perpeloncoan pada siswa baru,” tegas Budi.

(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis