Headlines News :
purbalingga
Home » , , » Ini Dia 7 Hal yang Menarik dari Festival Gunung Slamet IV

Ini Dia 7 Hal yang Menarik dari Festival Gunung Slamet IV

Written By Kabare Bralink on Monday, October 1, 2018 | 6:37 PM

PURBALINGGA - Acara tahunan yang digelar di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga sudah usai yang dilaksanakan mulai dari Kamis (27/9) hingga Sabtu (29/9). Ada banyak hal-hal yang menarik sehingga pengunjung ke Desa Serang cukup banyak untuk menyaksikan atau bahkan mengikuti acara Festival Gunung Slamet (FGS) ke IV. Sebuah event tahunan yang sudah memasuki tahun ke-4 ini cukup ramai di kalangan masyarakat Purbalingga dan sekitarnya. Event ini juga sangat ditunggu-tunggu bagi para pelancong atau photographer yang ingin mengabadikan moment penting di acara tersebut.

Moment di FGS IV ini juga berbeda dari tahun sebelumnya. Ada beberapa yang menarik seperti hal-hal berikut ini :

1. Pembukaan FGS IV dengan cara membentangkan Merah Putih sepanjang 100 meter

Tahun sebelumnya tidak ada kegiatan tersebut, namun kemarin pada Kamis (27/9), Bendera Merah Putih diarak keliling di desa Serang dengan melibatkan 100 personil Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Desa Serang. Yang kemudian dilanjutkan dengan pawai taaruf oleh Masyarakat Desa Serang.

2. Panggung yang unik dengan tulisan huruf Jawa

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di FGS IV ini panggungya pun dibuat sekratif mungkin. Bahkan di bagian belakang panggung terdapat tulisan menggunakan huruf Jawa. Ini sangat menarik, karena banyak pengunjung yang sangat penasaran, apa makna dari tulisan tersebut.

3. Kopi di Kampung Dodolan FGS IV jadi buruan pengunjung

Seperti halnya di tahun sebelumnya, stand-stand disediakan untuk berjualan. Dan yang menjadi buruan para pengunjugn ialah kopi karena aromanya yang sungguh menggoda. Kopi yang ditawarkan merupakan kopi khas Purbalingga yang meliputi kopi Sigotak dari Siregol, kopi Kendil dari Sirandu, kopi Kertanegara ,kopi Arabica gunung malang dan masih banyak jenis kopi lainnya. Kopi Purbalingga ini bisa ditemukan di salah satu stand yang disediakan oleh panita FGS IV untuk pegiat kopi Purbalingga.

Dengan adanya stan yang disediakan untuk para pegiat kopi ternyata mampu menjadi wadah untuk memperkenalkan kopi khas Purbalingga kepada para pengunjung FGS yang datang dari berbagai wilayah. Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto dari seluruh gelaran UMKM yang dijajakan di Kampung Dodolan FGS Tahun 2018 yang paling mendominasi penjualannya yakni kopi.

4. Sebanyak 700 Orang melakukan prosesi pengambilan Air Sikopyah

Moment yang paling istimewa memang pada saat pengambilan Air Sikopyah. Karena banyak sekali keunikan dan unsur-unsur lainnya. Di tahun ini jumlah warga yang ikut mengambil Air Sikopyah sebanyak 700 orang. Mereka berjalan sambil membawa lodong. Setelah prosesi pengambilan, air tuk Sikopyah dibawa ke taman wisata Lembah Asri dengan berjalan tanpa alas kaki sejauh kurang lebih 2 km dari tempat pengambilan. Iring-iringan dimulai dengan pasukan pembawa tombak pusaka dan tumpeng serta ingkung ayam. Mereka berjalan diiringi musik rebana dan sholawatan. 

Menurut Kepala Desa Serang, Sugito mengatakan, prosesi pengambilan Air Sikopyah rutin dilalukan setiap tahunnya dikarenakan air tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Serang. Selain untuk air minum, Air Sikopyah juga untuk mengairi sawah dan ladang warga Desa Serang. Setelah prosesi pengambilan air akan dilakukan ruatan, yang kemudian airnya akan dibagikan ke warga desa.

“Tujuan dari proesi tersbut agar masyarakat desa selalu menjaga kelestarian lingkungannya, dan menjaga kesuburan tanahnya. Dengan adanya prosesi tersbeut juga diharapkan dapat menarik wisatawan dan diharapkan dapat menjadi destinasi di wilayah Purbalingga,” katanya di sela-sela prosesi.

5. Pawai Budaya yang ramai dengan berbagai kostum

Setiap tahun dalam agenda FGS memang selalu ada pawai budaya. Kali ini dalam FGS IV, banyak kreasi kostum-kostum yang unik. Hal ini menunjukan kreativitas orang-orang di Desa Serang semakin meningkat. Sehingga pawai budaya semakin meriah dan penuh gelak tawa yang mampu menghibur bagi pengunjung ke Desa Serang.

6. Pengunjung diajak makan takir Bersama

Nasi takir merupakan nasi yang diletakan pada sebuah wadah yang terbuat dari daun pisang ditambah dengan lauk yang beragam. Nasi takir ini juga tidak dijumpai setiap hari seperti nasi pada umumnya. Makan nasi takir bersama di Desa Serang biasa dijumpai saat memasuki Bulan Sura atau Bulan Muharram.

Berbeda dari tahun lalu, pada acara FGS ke IV tahun ini, pengunjung diajak untuk makan nasi takir bersama yang memang sengaja dihidangkan oleh warga Desa Serang. Masing-masing Kepala Keluarga menyediakan tiga takir untuk dibagikan kepada seluruh warga Desa Serang dan pengunjung FGS. Ada 7.329 takir yang dibagikan untuk pengunjung FGS tahun ini.

“Makan nasi takir bersama ini sebenarnya sebagai bentuk untuk ikut merasakan guyub rukun, gotong royong, tidak ada pangkat, tidak ada jabatan kita makan bareng di sini dan berbagi kepada wisatawan yang datang,” kata Kepala Desa Serang, Sugito saat ditemui pada rangkaian FGS ke IV Tahun 2018 di Lembah Asri Serang, Sabtu (29/9).

7. Musik akustik Kabut Lembut yang menawan



Dengan menghadirkan penyanyi grup Andra and The Backbone, sebagai malam puncak perayaan FGS IV, tentunya malam Minggu (29/9) semakin meriah. Andra and The Backbone tampil memukau menghibur seluruh penonton yang hadir di D'Las Serang. Meski cuaca dingin berselimut kabut, tetapi mereka tetap tampil maksimal.

Itulah ketujuh hal yang menarik dari Festival Gunung Slamet IV tahun 2018. Semoga tahun depan acara tahunan ini semakin menarik dan semakin banyak mendatangkan wisatawan ke Purbalingga khususnya di Desa Serang.

(Kabare Bralink/Istimewa)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis