Headlines News :
purbalingga
Home » , , » Membanggakan, Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Masuk Nominasi ISTA 2018

Membanggakan, Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas Masuk Nominasi ISTA 2018

Written By Kabare Bralink on Monday, October 15, 2018 | 12:52 PM


PURBALINGGA – Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas Purbalingga menjadi salah satu nominasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018. ISTA merupakan penghargaan kepada pengelola destinasi wisata yang menerapkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Visitasi lapangan dilakukan oleh Tim dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu (14/10). Tim visitasi terdiri Prof Dr Ir Winda Mercedes Mingkid, M.Agr. Sc dan Erric Raymond Tatimu, S, Kom serta pendamping dari kemenpar Dicky. Tim diterima manajer TWP Purbasari Pancuranmas, Junjung, SE, Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.SI, anggota konsorsium dan perwakilan OPD (Organisasi Perangkat daerah) di jajaran pemkab Purbalingga yang terkait. Selain melakukan kunjungan lapangan, tim juga melakukan tanya jawab, diskusi dan Focus Group Discussion.

Winda Mingkid mengungkapkan, dari 176 destinasi wisata se-Indonesia yang mengikuti seleksi awal, terpilih 43 destinasi. Dari jumlah ini yang diputuskan untuk dikunjungi 32 destinasi termasuk TWP Purbasari Pancuranmas. “ISTA tahun ini merupakan kali kedua digelar oleh Kemenpar. Tema yang diangkat adalah Local Wisdom for Sustainable Development (Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan),” kata Winda Mingkid yang juga guru besar pada Universitas Sam Ratulangi Menado.

Winda Mingkid mengatakan, tujuan penyelenggaraan ISTA 2018 adalah memberikan rekognisi terhadap pihak-pihak yang telah berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Kemudian untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan dan partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi.

ISTA 2018 ini juga dimaksudkan untuk menstimulasi agar semakin banyak destinasi yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan sebagai ajang promosi serta branding bagi destinasi pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka mengakselerasi kunjungan wisata ke Indonesia,” jelas Winda.

Aspek yang dinilai dalam ISTA 2018, lanjut Winda, meliputi tata kelola destinasi pariwisata berkelanjutan, dampak ekonomi masyarakat sekitar destinasi, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, serta aspek pelestarian lingkungan. “Kami telah melakukan peninjauan lapangan dan melakukan wawancara dengan pengelola destinasi serta pihak-pihak terkait termasuk Pemda yang diwaliki dinas yang menangani pariwisata, TWP Purbasari Pancuranmas sudah cukup baik. Semua kriteria yang ditanyakan, sudah banyak yang diterapkan oleh pengelola dan juga oleh Pemkab setempat,” kata Winda.

Sementara itu Pengelola TWP Purbasari Pancuranmas, Junjung SE mengungkapkan, tempat wisata yang dikelolanya merupakan milik pribadi H Sarimun. TWP Purbasari mulai berdiri tahun 2001, atau saat ini sudah 17 tahun berdiri. Karyawan hampir sebagian besar dari lingkungan destinasi wisata, dan 60 persennya perempuan.

Dari berbagai aspek penilaian yang ditanyakan kepada kami, pada prinsipnya sudah dilakukan oleh TWP Purbasari Pancuranmas. Jika ada hal yang kurang, kami akan terus berbenah demi meningkatkan pelayanan kepada wisatawan dan juga kelestarian lingkungan destinasi wisata kami,” kata Junjung.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, pihaknya mengirimkan beberapa destinasi wisata termasuk desa wisata sebagai peserta ISTA, namun setelah dilakukan seleksi oleh Tim Kemenpar, satu destinasi dari Purbalingga yakni TWP Purbasari Pancuranmas berhasil lolos. “Keikutsertaan ISTA, tujuan awal bukanlah mengejar penghargaan, tetapi untuk mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan destinasi wisata. Hal ini mendasarkan Peraturan Menteri Pariwisata (Permenpar) Nomor 14/2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan,” kata Prayitno.

Dalam pengembangan sustainable tourism, kata Prayitno, ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Pertama, lingkungan. Pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan aspek pelestarian alam bebas, kualitas dan keamanan air, serta konservasi energi. Kedua, komunitas. Pariwisata berkelanjutan juga wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, memperhatikan kebiasaan pengunjung, dan menjaga warisan budaya.

Aspek ketiga adalah ekonomi. Sustainable tourism harus memantau perekonomian, peluang kerja bagi warga setempat, keterlibatan publik, penghargaan dan pemahaman bagi para turis, dan local access,” jelas Prayitno.

(Kabare Bralink/Wisata)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis