Headlines News :
purbalingga
Home » » Per 18 Desember 2018, Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS Kesehatan

Per 18 Desember 2018, Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS Kesehatan

Written By Kabare Braling on Thursday, December 27, 2018 | 4:39 PM

Ilustrasi from www.pixabay.com

PURBALINGGA - Sesuai Perpres No 82 Tahun 2018, Bayi baru lahir waib didaftarkan ke BPJS Kesehatan, yakni harus didaftarkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aturan tersebut mulai berlaku Selasa (18/12/2018) bagi setiap bayi lahir yang orang tuanya mempunyai JKN-KIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga Salohuddin saat berkunjung ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkonimfo) Purbaliangga, Kamis (27/12). Solahuddin mengatakan, bayi yang baru lahir wajib didaftarkan paling lama 28 hari sejak kelahirannya. Dan keberadaan JKN –KIS langsung aktif, tidak menunggu sampai 14 hari.

Apabila terjadi keterlambatan pendaftaran maka preminya akan tetap dihitung sejak bayi tersebut itu lahir. Kepesertaan JKN KIS Bayi menyesuiakan dengan kepesertaan orang tuanya, jika kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) maka kepesertaan bayi juga PBI,” tambahnya.

Jika orang tuanya tidak mempunyai JKN KIS, bayi yang didaftarkan disamakan dengan JKN KIS Mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU). Sehingga proses verifikasi sampai 14 hari kalender. Terkait dengan kepesertaan JKN KIS di Purbalingga, menurut Salohuddin sudah mencapai 83 persen dari jumlah penduduk Purbalingga, sekitar 10 persen merupakan JKN KIS Mandiri.

Solahuddin juga menjelaskan keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan yang dilakukan selama ini. Ada 4 loket untuk melayani masyarkat yakni loket pendaftaran, loket pembaruan data, loket koorporasi dan loket keluhan dan informasi. Bantuan satpam terkait dengan pelayanan kepada masyarakat agar sampai ke meja pendaftaran sudah lengkap sehingga tidak kembali lagi.

Kita kasihan kepada masyarakat sudah ngantri lama cuma dikarenakan kekurangan persyaratan mereka pulang lagi. Satpam bukan sebagai loket pelayanan informasi namun berfungsi membantu masyarakat,” ujarnya

Salohuddin juga mengatakan, masyarakat juga bisa menggunakan pendaftaran secara online yakni dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN di Play Store. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan akses dan pelayanan yang optimal bagi peserta.

Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses beragam informasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan secara cepat dan mudah, di manapun dan kapanpun,” ujarnya.

(Kabare Bralink/Hms)
Share this article :

1 comments:

  1. yg selebaran mengatakan tidak punya BPJS tidak bisa bayar pajak, terus buat SIM dsb ? betul gak ? kok makin otoriter benarkah ? banyak pertanyaan

    ReplyDelete

 
Copyright © 2011. Kabare Bralink - All Rights Reserved
Desain by Darmanto Theme by Mas Kolis